Program-program Amerika untuk berhubungan dengan Dunia Islam
Sebagai konsekuensi dari serangan teroris 11/9, banyak sumber daya dan
perhatian yang dicurahkan pada keamanan fisik atas penduduk sipil Amerika dan
wilayahnya. Pada saat yang sama, dengan pengakuan bahwa memerangi terorisme
bukan hanya masalah mengadili kaum teroris dan mengurangi kapasitas mereka
untuk bisa beroperasi saja, ada usaha untuk memahami dan menyebut “akar-akar
permasalahan” dari terorisme. Dokumen dari Strategi Keamanan Nasional (The
National Strategy Document) pada bulan September 2002 menguraikan konsep yang
tepat atas keamanan yang menekankan pada konsekuensi-konsekuensi dari
kondisi-kondisi internal negara-negara lain – khususnya atas tidak adanya
demokrasi. Tema ini diperkuat selama masa beberapa tahun kedepan, dari Laporan
Komisi 11/9 kepada, barangkali yang paling dramatis, pidato resmi kedua
Presiden Bush.
Dalam serangkaian dokumen dan pidato-pidato yang bernilai tinggi dan penting,
“Agenda Pembebasan” Presiden dapat dianggap sebagai sebuah “strategi utama”
pada Perang Global terhadap Terorisme. Namun, konsensus mengenai bagaimana
mengidentifikasi dan mendukung partner pada “perang pemikiran” belum tampak
muncul. Secara khusus, tidak ada kebijakan Amerika yang tidak jelas untuk
membantu membangun jaringan muslim moderat, walaupun pembangunan aktivitas
jaringan itu berlangsung sebagai produk sampingan dari bantuan-bantuan program
Amerika.
Inti pendekatan yang kami ajukan adalah membuat jaringan muslim moderat sebagai
sasaran yang jelas dari program-program Amerika.
Pembangunan jaringan moderat dapat berlangsung pada tiga level: (1) menyokong
jaringan-jaringan yang ada; (2) mengidentifikasi jaringan dan mempromosikan
kemunculan dan pertumbuhannya; (3) memberikan kontribusi
yang mendasar kondisi-kondisi pluralisme dan toleransi yang menguntungkan bagi
perkembangan jaringan-jaringan semacam ini.
Walaupun ada sejumlah program pemerintah AS yang berdampak pada dua level
pertama, kebanyakan usaha-usaha yang dilakukan berlaku pada level ketiga,
sebagian dikarenakan preferensi organisasi dan pada kenyataan bahwa di banyak
bagian Dunia Islam hanya ada sedikit jaringan muslim moderat yang dapat
dijadikan partner Amerika.Terlebih lagi, ketika mempromosikan formasi
jaringan-jaringan moderat, Amerika Serikat harus melawan lingkungan
sosio-politik yang represif maupun tingginya tingkat sentimen anti-Amerika di
sebagian besar Dunia Islam.
Kebanyakan, atau sebagian besar usaha-usaha pemerintah yang menjadi
keprihatinan kita, berada pada kategori memajukan demokrasi, perkembangan
sipil-sosial, dan diplomasi publik.
Memajukan Demokrasi
Melalui demokrasi tradisional, Amerika Serikat terlibat pada dialog antar
negara dan telah memberikan insentif keahlian seperti The Millennium
Challenge Account bagi negara-negara untuk bergabung dengan “komunitas
demokrasi”. Baik secara bersama dan maupun sendiri, Amerika Serikat menekankan
keuntungan karena mengadopsi nilai-nilai demokrasi atas kesamaan, toleransi,
pluralisme, supremasi hukum, dan penghormatan atas hak-hak sipil dan hak-hak
asasi manusia. Penekanan pada nilai-nilai demokratis ini mampu untuk ikut
memberikan kontribusi bagi suatu lingkungan sosial dan politik yang
memfasilitasi pembentukan jaringan-jaringan moderat.
Terlebih lagi, baik Departemen Luar Negeri dan U.S. Agency
for International Development (USAID) telah memiliki mandat bagi dilakukanya
promosi demokrasi yang spesifik. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan kebijakan ini
menjadi tindakan, Departemen Luar Negeri dan USAID telah membuat kontrak dengan
LSM-LSM, khususnya the National Endowment for Democracy (NED), the
International Republican Institute (IRI), the National Democratic Institute
(NDI), the Asia Foundation, dan the Center for the Study of Islam and Democracy
(CSID). Semuanya itu adalah organisasi nirlaba yang dibiayai oleh pemerintah AS.
Walaupun program terbesar penyatuan dengan Dunia Islam masih jauh,
Middle East Partnership Initiative (MEPI) menampilkan suatu usaha yang bernilai
tinggi untuk mendobrak pendekatan-pendekatan standar sebelum 11/9. MEPI membuat
struktur program-programnya dalam empat “pilar’ tematik – reformasi politik,
reformasi ekonomi, pendidikan, pemberdayaan wanita – dan secara langsung
mendukung LSM-LSM lokal dengan dengan basis yang lebih inovatif dan fleksibel.
Sebagai sebuah kantor yang baru di Biro Urusan Timur Dekat pada Departemen Luar
Negeri (Department of State’s Bureau of Near Eastern Affairs - NEA), MEPI
dirancang untuk merubah pendekatan konvensional pemerintah-ke-pemerintah dengan
cara mengandalkan LSM-LSM Amerika, sebagai kontraktor yang menerapkan
kebijakan, untuk memberikan hibah dalam jumlah kecil secara langsung pada
LSM-LSM lokal yang berada dalam kerangka kerja keempat ‘pilar’ tadi.
Pada tahun 2004, Amerika Serikat, bersama dengan partner-partnernya yang berada
dalam kelompok delapan kepala negara dengan kekuatan ekonomi utama (G8),
berusaha untuk menyuntikkan suatu pendekatan multilateral dengan peluncuran
badan yang bernama Broader Middle East and North Africa Initiative (BMENA) . Di
musim panas tahun 2006 BMENA melakukan usaha untuk membuat replikasi model dari
The Asia Foundation – LSM yang paling sukses dalam mempromosikan
program-program untuk mengembangkan lembaga-lembaga masyarakat madani – dan
menerapkannya di wilayah Timur Tengah.
Source : Rand Corp (Building the Moderate Moslem)