Apa para pejabat Indonesia itu gak sadar bahwa dia itu diperalat oleh
amerika untuk menghancurkan bangsa atau agamanya sendiri?apa informasi
semacam ini tidak sampai ke mereka?adakah akses sehingga info-info atau
saran-saran dari milist ini bisa dibaca oleh para pemimpin kita disana?



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of A Nizami
Sent: 24 Juni 2008 9:32
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; sabili; padhang-mbulan;
Saksi
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [syiar-islam] Program-program Amerika untuk berhubungan dengan
Dunia Islam (Part 1)

Dari sisi agama AS mendanai jaringan Islam Liberal  mau pun Non Muslim untuk
mendangkalkan aqidah dan memurtadkan ummat Islam di Indonesia. Setelah Uni
Soviet runtuh, Islam adalah musuh AS nomor satu.

Dari sisi ekonomi, AS mendanai berbagai LSM, oknum2 peneliti di berbagai
universitas negeri ternama, serta memasukkan mantan pejabat Bank Dunia dan
IMF (yang merupakan sponsor Globalisasi dan Sistem Ekonomi Neoliberalisme)
untuk menguasai ekonomi Indonesia lewat program Privatisasi (Penjualan
BUMN), Deregulasi (kenaikan harga / pencabutan "subsidi") sehingga
perusahaan MNC AS bisa untung besar di sini, Perdagangan bebas, dsb.

Dari migas, emas, perak, tembaga, dsb milik bangsa Indonesia yang dikelola
perusahaan MNC AS, sekitar Rp 2.000 trilyun pertahun masuk ke kantong
perusahaan AS tsb (PENA 98)

 ===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS


Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252


Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel

Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau
http://syiarislam.wordpress.com



----- Original Message ----
From: riza aulia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 23, 2008 2:53:44 PM
Subject: [syiar-islam] Program-program Amerika untuk berhubungan dengan
Dunia Islam (Part 1)


Program-program Amerika untuk berhubungan dengan Dunia Islam

Sebagai konsekuensi dari serangan teroris 11/9, banyak sumber daya dan
perhatian yang dicurahkan pada keamanan fisik atas penduduk sipil Amerika
dan wilayahnya. Pada saat yang sama, dengan pengakuan bahwa memerangi
terorisme bukan hanya masalah mengadili kaum teroris dan mengurangi
kapasitas mereka untuk bisa beroperasi saja, ada usaha untuk memahami dan
menyebut "akar-akar permasalahan" dari terorisme. Dokumen dari Strategi
Keamanan Nasional (The National Strategy Document) pada bulan September 2002
menguraikan konsep yang tepat atas keamanan yang menekankan pada
konsekuensi- konsekuensi dari kondisi-kondisi internal negara-negara lain -
khususnya atas tidak adanya demokrasi. Tema ini diperkuat selama masa
beberapa tahun kedepan, dari Laporan Komisi 11/9 kepada, barangkali yang
paling dramatis, pidato resmi kedua Presiden Bush.

Dalam serangkaian dokumen dan pidato-pidato yang bernilai tinggi dan
penting, "Agenda  Pembebasan" Presiden dapat dianggap sebagai sebuah
"strategi utama" pada Perang Global terhadap Terorisme. Namun, konsensus
mengenai bagaimana mengidentifikasi dan mendukung partner pada "perang
pemikiran" belum tampak muncul. Secara khusus, tidak ada kebijakan Amerika
yang tidak jelas untuk membantu membangun jaringan muslim moderat, walaupun
pembangunan aktivitas jaringan itu berlangsung sebagai produk sampingan dari
bantuan-bantuan program Amerika.
Inti pendekatan yang kami ajukan adalah membuat jaringan muslim moderat
sebagai sasaran yang jelas dari program-program Amerika.

Pembangunan jaringan moderat dapat berlangsung pada tiga level: (1)
menyokong jaringan-jaringan yang ada; (2) mengidentifikasi jaringan dan
mempromosikan kemunculan dan pertumbuhannya; (3) memberikan kontribusi 
yang mendasar kondisi-kondisi pluralisme dan toleransi yang menguntungkan
bagi perkembangan jaringan-jaringan semacam ini. 
Walaupun ada sejumlah program pemerintah AS yang berdampak pada dua level
pertama, kebanyakan usaha-usaha yang dilakukan berlaku pada level ketiga,
sebagian dikarenakan preferensi organisasi dan pada kenyataan bahwa di
banyak bagian Dunia Islam hanya ada sedikit jaringan muslim moderat yang
dapat dijadikan partner Amerika.Terlebih lagi, ketika mempromosikan formasi
jaringan-jaringan moderat, Amerika Serikat harus melawan lingkungan
sosio-politik yang represif maupun tingginya tingkat sentimen anti-Amerika
di sebagian besar Dunia Islam.

Kebanyakan, atau sebagian besar usaha-usaha pemerintah yang menjadi
keprihatinan kita, berada pada kategori memajukan demokrasi, perkembangan
sipil-sosial, dan diplomasi publik. 

Memajukan Demokrasi

Melalui demokrasi tradisional, Amerika Serikat terlibat pada dialog antar
negara dan telah memberikan insentif keahlian seperti The Millennium
Challenge Account bagi negara-negara untuk bergabung dengan "komunitas
demokrasi". Baik secara bersama dan maupun sendiri, Amerika Serikat
menekankan keuntungan karena mengadopsi nilai-nilai demokrasi atas kesamaan,
toleransi, pluralisme, supremasi hukum, dan penghormatan atas hak-hak sipil
dan hak-hak asasi manusia. Penekanan pada nilai-nilai demokratis ini mampu
untuk ikut memberikan kontribusi bagi suatu lingkungan sosial dan politik
yang memfasilitasi pembentukan jaringan-jaringan moderat.

Terlebih lagi, baik Departemen Luar Negeri dan U.S. Agency
for International Development (USAID) telah memiliki mandat bagi dilakukanya
promosi demokrasi yang spesifik. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan kebijakan
ini menjadi tindakan, Departemen Luar Negeri dan USAID telah membuat kontrak
dengan LSM-LSM, khususnya  the National Endowment for Democracy (NED), the
International Republican Institute (IRI), the National Democratic Institute
(NDI), the Asia Foundation, dan the Center for the Study of Islam and
Democracy (CSID). Semuanya itu adalah organisasi nirlaba yang dibiayai oleh
pemerintah AS.

Walaupun program terbesar penyatuan dengan Dunia Islam masih jauh, 
Middle East Partnership Initiative (MEPI) menampilkan suatu usaha yang
bernilai tinggi untuk mendobrak pendekatan-pendekat an standar sebelum 11/9.
MEPI membuat struktur program-programnya dalam empat "pilar' tematik -
reformasi politik, reformasi ekonomi, pendidikan, pemberdayaan wanita - dan
secara langsung mendukung LSM-LSM lokal dengan dengan basis yang lebih
inovatif dan fleksibel. Sebagai sebuah kantor yang baru di Biro Urusan Timur
Dekat pada Departemen Luar Negeri (Department of State's Bureau of Near
Eastern Affairs - NEA), MEPI dirancang untuk merubah pendekatan konvensional
pemerintah-ke- pemerintah dengan cara mengandalkan LSM-LSM Amerika, sebagai
kontraktor yang menerapkan kebijakan, untuk memberikan hibah dalam jumlah
kecil secara langsung pada LSM-LSM lokal yang berada dalam kerangka kerja
keempat 'pilar' tadi.

Pada tahun 2004, Amerika Serikat, bersama dengan partner-partnernya yang
berada dalam kelompok delapan kepala negara dengan kekuatan ekonomi utama
(G8), berusaha untuk menyuntikkan suatu pendekatan multilateral dengan
peluncuran badan yang bernama Broader Middle East and North Africa
Initiative (BMENA) . Di musim panas tahun 2006 BMENA melakukan usaha untuk
membuat replikasi model dari The Asia Foundation - LSM yang paling sukses
dalam mempromosikan program-program untuk mengembangkan lembaga-lembaga
masyarakat madani - dan menerapkannya di wilayah Timur Tengah. 

Source : Rand Corp (Building the Moderate Moslem)

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links









Kirim email ke