Program-program Amerika untuk berhubungan dengan Dunia Islam (Part II)

Perkembangan Masyarakat Madani (Civil Society)


Promosi demokrasi berjalan beriringan dengan pembangunan masyarakat madani ; 
yang sebenarnya, dalam banyak lingkungan akademis dan kebijakan dunia 
menganggap masyarakat madani ini sebagai sebuah pendahuluan yang perlu bagi 
demokrasi.  Masyarakat madani secara umum merujuk pada seperangkat institusi 
dan nilai-nilai yang berfungsi baik sebagai penyangga dan sebuah mata rantai 
kritis antara negara dan individu, keluarga, dan suku; hal ini terwujud apabila 
sukarelawan masyarakat sipil dan organisasi-organisasi sosial (seperti LSM) 
dapat berdiri berhadapan menentang kekuatan yang dilakukan negara. Apabila 
masyarakat sipil sangat mudah berkembang di alam demokrasi, perkembanganya 
adalah mungkin dan diinginkan pada negara-negara non atau pra-demokratis. 
Perkembangan masyarakat sipil dan pembangunan jaringan adalah berhubungan 
secara integral: keduanya saling menguatkan dan saling tergantung satu sama 
lain. Dalam teori, ketika masyarakat sipil muncul, maka akan
 diikuti masyarakat moderat, dan kebalikannya. Dalam praktek, usaha-usaha yang 
dilakukan Amerika pada perkembangan masyarakat sipil adalah lebih luas 
dibandingkan dengan promosi atas demokrasi— usaha tersebut termasuk semua 
program yang didisain untuk mempromosikan demokrasi plus siapa yang memberi 
mandat tidak hanya berkaitan dengan demokrasi itu sendiri saja. Hal-hal ini 
termasuk diantaranya program-program yang mempromosikan kesempatan ekonomi, 
media yang independen dan bertanggung jawab, lingkungan, perlindungan kaum 
minoritas atau hak-hak gender dan akses untuk mendapatkan perlindungan 
kesehatan dan pendidikan.
Pendekatan yang luas ini memerlukan tinjauan yang lama, pebangunan secara 
perlahan nilai-nilai demokrasi dan liberal melalui usaha yang ditujukan pada 
grassroot, dan bottom-up. Strategi semacam itu menampilkan tantangan-tantangan 
yang spesifik pada prosedur standar operasi pemerintah Amerika, khususnya 
Departemen Luar Negeri, yang secara tradisional telah memfokuskan 
pada keterlibatannya dengan pemerintahan. Baik promosi demokrasi maupun 
pembangunan masyarakat sipil menghadapi dua rintangan utama: penentangan secara 
aktif oleh rezin-rezim otoriter dan kurangnya kriteria ukur atas pelaksanaannya 
secara nyata. Penentangan pemerintah terwujud dengan dikeluarkannya 
undang-undang yang melarang formasi LSN atau penerimaan dukungan eksternal, 
memonitor secara kuat aktivitas LSM dan, yang lebih belakangan lagi, mengusir 
para pejabat (Bahrain) dan mencabut izin aktivitas (Mesir). Pada bidang 
diplomasi public, Menteri Luar Negeri Condolezza Rice terlibat aktif dalam 
suatu usaha untuk menjadikan Departemen Luar Negeri dan pemerintah AS secara 
umum untuk mencapai “diplomasi transformasional,” dimana para pejabat 
pemerintah AS  mengajarkan diplomasi publik baik kedalam disain kebijakan dan 
implementasinya. Tapi di dalam pemerintahan, tujuan-tujuan diplomasi publik 
masih bervariasi. Tidak heran, efeknya adalah yang paling
 tersebar dan paling sulit untuk diukur. 

Mekanisme dominan untuk menyampaikan diplomasi publik kepada Dunia Islam
adalah melalui radio dan penyiaran televisi satelit, terutama Radio Sawa dan 
Jaringan Televisi Timur Tengah Amerika (U.S. Middle East Television Network -Al 
Hurra). Sementara Al Hurra mendapat kritik tajam karena ketidak mampuannya 
untuk mendapatkan pangsa pasar, Radio Sawa telah cukup sukses dalam merangkul 
audiens. Namun, sukses dalam merangkul audiens tidak secara jelas berarti 
menjadikan mereka moderat dalam arti umum atau bentuk-bentuk yang lebih nyata 
atas pembangunan institusi yang moderat. 
Sangat jauh dari kejelasan bahwa, walaupun dengan biaya yang tinggi ($700 juta 
setahun, atau sepuluh kali lipat jumlah yang dialokasikan ke MEPI), baik Radio 
Sawa atau Al Hurra telah mampu membentuk perilaku positif kaum muslim di dunia 
atas kebijakan-kebijakan AS.


Peta Jalan menuju Pembangunan Jaringan Moderat


Setelah merevisi strategi yang paling efektif dalam membangun badan yang kuat 
dan dapat dipercaya atas nilai-nilai pengganti, pengaruh dari orang-orang yang 
tidak setuju, dan rekanan yang bisa diandalkan selama Perang Dingin, kami 
mensurvey kualitas intelektual, organisasional, dan ideasional di Dunia Islam. 
Secara bersamaan, kami juga mengevaluasi usaha-usaha diplomasi publik 
pemerintah AS pada masa kini untuk membangun wacana politik di Timur Tengah. 
Dari riset ini, kami mengembangkan jalur implementasi seperti yang digambarkan 
di bawah ini. Langkah pertama adalah bahwa pemerintah Amerika dan sekutunya 
membuat keputusan yang jelas untuk membangun jaringan moderat dan untuk 
menciptakan hubungan yang eksplisit antara sasaran dan strategi dan 
program-program Amerika secara keseluruhan. Implementasi yang efektif atas 
strategis ini memerlukan penciptaan sebuah struktur kelembagaan di dalam 
pemerintahan Amerika untuk memberikan arahan, dukungan, pengawasan,
 dan secara berkesinambungan memonitor usaha yang dilakukan. Didalam kerangka 
struktur ini, pemerintah AS harus membangun keahlian dan kapasitan yang 
diperlukan untuk bisa melaksanakan strategi ini, yang termasuk di dalamnya 
suatu kriteria yang selalu berkembang dan selalu tajam yang membedakan antara 
kaum moderat dengan kaum oportunis dan kaum ekstrimis yang menyamar sebagai 
moderat, dan kaum liberal sekuler dari kaum otoriter sekuler. Pemerintah 
Amerika perlu memiliki kemampuan untuk membuat keputusan situasional untuk 
secara sadar  dan untuk alasan-alasan taktis memberi dukungan bagi individual 
di luar jajaran itu dalam keadaan-keadaan khusus.


Suatu database international dari partner (individual, kelompok, organisasi, 
institusi, partai, dll)

Mekanisme untuk melakukan monitoring, menyaring, dan mengawasi program-program, 
proyek-proyek dan keputusan-keputusan. Hal ini termasuk juga suatu sistim yang 
bisa memberikan umpan balik dan koreksi dari para partner yang memang adalah 
yang paling bisa dipercaya.
Usaha pembangunan jaringan (network-building) pada awalnya berfokus pada sebuah 
kelompok inti dari para partner yang bisa diandalkan yang orientasi ideologinya 
diketahui, dan berjalan keluar dari arah itu (yakni mengikuti metodologi 
organisasi-organisasi bawah tanah). Ketika suatu kali ideologi dari 
organisasi-organisasi target yang baru ditargetkan diketahui dengan jelas, 
Amerika Serikat dapat mulai meningkatkan level-level otonomi lokal.

Pendekatan kami memerlukan perubahan-perubahan fundamental pada strategi masa 
kini yang sistimatis untuk mengikut sertakan Dunia Islam. Pendekatan saat ini 
mengenali area masalah pada Timur Tengah dan melakukan struktur-struktur pada 
program-programnya yang sesuai dengan itu. Area itu sangat luas, sangat 
bermacam-macam, sangat tidak jelas, dan terlalu dalam berada di cengkraman  
sektor-sektor non-moderat sehingga sulit untuk memungkinkan adanya daya tarik 
(seperti dicerminkan dalam pengalaman MEPI). Hal ini akan menyerap sedimikian 
besar sumber daya padahal pengaruhnya hanya sedikit atau tidak ada sama sekali. 
Kebalikannya, Amerika Serikat seharusnya melakukan sebuah kebijakan baru yang 
asimetris dan selektif . Seperti pada Perang Dingin, usaha-usaha Amerika 
seharusnya menghindari daya tarik pusat dari lawan tapi kebalikannya seharusnya 
berkonsentrasi pada para partner dan program-programnya.



Sumber : Rand Corp (Building the Moderate Moslem)



      

Kirim email ke