Semoga bermanfaat

 

wassalam

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of rida_yusteti
Sent: Friday, June 27, 2008 10:08 AM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Berpenampilan Muslimah Yang gaul & Syar'i

 

Setelah sempat dilecehkan, akhirnya busana muslimah diterima di 
tengah masyarakat kita. Bahkan busana jenis ini, kemudian menjadi 
trend yang terus berkembang. Tidak lagi sulit menemukan wanita yang 
mengenakan busana muslimah lengkap dengan kerudung yang menutupi 
auratnya. Beragam mode, corak dan warna busana muslimah begitu indah 
dipandang mata. Berbagai pasar dan pusat perbelanjaan yang merupakan 
mata rantai dari busana jenis ini, juga menyediakan keleluasaan 
memilih bagi para muslimah, dengan begitu banyak mode yang mereka 
tawarkan.
Aneka pilihan busana muslimah membuka jalan bagi para muslimah untuk 
tampil lebih gaya. Tentunya bukan gaya yang berlebihan dan 
berkonotasi negatif.Namun, langkah seorang muslim dan muslimah harus 
seiring sejalan dengan tuntunan al Qur'an dan hadist yang sangat 
mulia. Jadi tidak sekedar tampil gaya, kita pun harus memperhatikan 
busana dan cara berbusana seperti yang diajarkan dalam Islam.
Untuk itu, yang perlu diperhatikan dalam berbusana muslimah adalah:
1. Menutupi seluruh tubuh, selain yang dikecualikan.
Pendapat ulama yang paling kuat tentang bagian tubuh yang 
dikecualikan dan boleh terlihat adalah muka dan telapak tangan.
2. Memakai kerudung sampai dada Ketentuan ini merujuk pada al Qur'an 
surat An Nuur ayat 31, "Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung 
hingga ke dadanya." Ketentuan ini juga ada pada surat al Ahzab ayat 
59, "Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak 
perempuanmu dan istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka 
mengulurkan jilbab mereka keseluruh tubuh."
Dengan demikian kriteria kerudung yang sesuai dengan ayat-ayat di 
atas adalah yang menutup rambut, leher sampai ke dada. Bukan yang 
hanya menutup rambut atau sampai leher saja.
3. Tidak tipis sehingga terlihat kulit dan bayangan tubuh dibaliknya.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah pernah 
memberi Usamah bin Zaid Qubthiyyah (pakaian dari katun yang tipis) 
yang kasar. Tetapi Usamah tidak memakai dan ia memberikan pada 
istrinya. Nabi SAW bersabda, "Suruhlah ia memakai rangkapan (puring) 
didalamnya, agar tidak terlihat lekuk-lekuk tulangnya."

4. Tidak ketat sehingga tergambar jelas bentuk tubuhnya.
Busana ketat walau tidak tipis akan memperlihatkan lekuk tubuh 
wanita, misalnya bentuk pinggul, dada, bokong dan sebagainya. 
Meskipun berpakaian dan menutup rambut, sebenarnya ia tetap saja 
telanjang. Busana mode ini akan lebih membangkitkan syahwat dan 
mengundang fitnah. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim 
disebutkan wanita yang mengenakan busana seperti ini kelak tidak 
akan masuk surga bahkan mencium bau surga pun tidak bisa.
5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki Menurut Abdul Halim Abu 
Syuqqah dalam buku kebebasan wanita (jilid IV) yang dimaksud adalah 
larangan menyerupai laki-laki secara keseluruhan. Bukan hanya 
kesamaan dalam satu potongan pakaian saja misalnya celana panjang 
yang bisa dikenakan oleh pria atau wanita. Agar tidak membentuk 
tubuh, sebaiknya celana tersebut berpipa lebar dilengkapai dengan 
stelan baju yang agak panjang.
6. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir Masih menurut Abu 
Syuqqah, prinsip nomor 5 di atas juga bisa dipakai. Yang terlarang 
adalah menyerupai secara keseluruhan, misalnya busana muslimah yang 
menyerupai biarawati.
7. Tidak dimaksudkan untuk pamer atau menarik perhatian laki-laki.
Wangi parfum yang berlebihan dan gaya berjalan yang dibuat-buat 
dapat menarik perhatian laki-laki dan bisa menimbulkan fantasi 
seronok. Karenanya harus dihindari, agar tujuan memakai busana 
muslimah untuk melindungi muslimah itu sendiri. Prinsip 
kesederhanaannya tercakup disini, maksudnya harus dihindari gaya 
busana dan hiasan yang berlebihan supaya tidak menarik perhatian 
yang tidak semestinya. (Sumber: Majalah Ummi edisi spesial Oktober-
Desember 2005/1426 H)
Wahai ukhtiku yang dirahmati Allah, marilah kita memperbaiki 
penampilan diri kita, menjadi wanita muslimah yang selalu diridhai 
Allah karena pakaian takwa adaalah pakaian yang sempurna, Let's go 
menjadi bidadari dunia yang dapat membuat bidadari syurga cemburu. 
Segerakan untuk merubah pakaian jahiliyah yang selama ini kita 
banggakan karena tahukah kita bahwa pada waktu Rasulullah Saw 
melaksanakan isra' mi'raj pada waktu beliau melewati neraka 
kebanyakan didalamnya adalah"Wanita yang berpakaian tapi telanjang" 
Na'uzubillahi mindzalik, semoga Allah selalu melindungi kita 
ukhtiku, dan wanita yang memakai pakaian yang takwa tidak akan 
dijilat tubuhnya oleh api neraka yang sangat....100Mx panasnya.

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke