Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah, sudah banyak artikel/tulisan mengenai busana muslimah yang 
shar'i dan namun memang masih banyak kaum muslimah yang menganggap sepele hal 
ini. Ini juga yang menjadi tantangan kami dalam memasarkan busana muslimah 
dengan Merek Gammis Ummi.

Saat kami iklan pertama di harian Nova, subhanallah ada 400 sms yang masuk 
untuk dikirimkan katalog. Lalu setelah kami kirim katalog dan kami coba telpon 
satu persatu prospek tersebut, kami mendapatkan komentar sbb :

1. Bajunya kok kayak ummi - ummi ya ??

2. Kok kayak ustazah ??

3. Apa tidak ada model lain yang atasan saja dan "ngepas" badan ??

4. Maaf, di tempat kami masih banyak yang memakai busana muslim seadanya (kaos 
dan
   celana)

Subhanallah, inilah tantangan kita semua yang menginginkan pakaian yang syar'i 
dan tujuan kami juga dalam memasarkan pakaian gammis ummi ini juga sekalian 
berdakwah.

Memang dalam hal motif dan warna masih banyak yang harus kami perbaiki, karena 
warna-warna yang mencolok juga tidak baik dan akan menarik perhatian "lawan 
jenisnya" dalam hal ini kaum ikhwan, tetapi setidaknya dengan busana ini dapat 
menjadi "jembatan" kepada muslimah yang ingin berbusana secara syariah.

Saya membaca salah satu hadist dari Ibnu Ummar ra yang meriwayatkan " Aku 
mendengar Rosulullah bersabda, " Pada akhr zaman akan muncul para laki-laki 
mengendarai pelana seperti kendaraanb, mereka berhenti di pintu-pintu masjid, 
kaum perempuan mereka berpakaian tetapi telanjang, di atas kepala mereka 
terdapat sesuatu seperti punuk Khurasan yang kurus (mungkin ini perhiasa di 
kepala ya.. rambut yang aneh2, bendo yang warna - warni). Kutuklah mereka 
karema mereka itu terkutuk. Seandainya setelah kalian terdapat suatu umat, 
niscaya kaum perempuan kalian akan melayani mereka (meng idolakan / meng elu - 
elukan kaum perempuan ini) sebagai perempuan umat sebelum kalian melayani 
kalian". (HR. Ahmad. Ibnu Hibban dan al Hakim). Naudzubillahi min dzalik..

Kita doakan semoa kaum muslimah kita khususnya yang tergabung dalam komunitas 
syiar islam ini dapat istiqomah dalam mengenakan busana muslim yang shariah, 
karena ini pula sebagai pintu untuk menuju "islam yang kaffah".

Pak Moderator, Mohon maaf, sekalian kami coba mengenalkan produk kami, semoga 
bermanfaat sehingga jika memang ada yang berminat dan mencobanya silahkan 
menghubungi kami.

Wallahua'lam bishowwab.





Indra SH. Daroesman
www.rumahbusanamuslimriri.blogspot.com



--- On Tue, 7/1/08, Ika Destiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ika Destiana <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [syiar-islam] Berpenampilan Muslimah Yang gaul & Syar'i
To: "rida_yusteti" <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected]
Date: Tuesday, July 1, 2008, 6:57 AM










    
            Semoga bermanfaat



wassalam



____________ _________ _________ __



From: syiar-islam@ yahoogroups. com [mailto:syiar-islam@ yahoogroups. com]

On Behalf Of rida_yusteti

Sent: Friday, June 27, 2008 10:08 AM

To: syiar-islam@ yahoogroups. com

Subject: [syiar-islam] Berpenampilan Muslimah Yang gaul & Syar'i



Setelah sempat dilecehkan, akhirnya busana muslimah diterima di 

tengah masyarakat kita. Bahkan busana jenis ini, kemudian menjadi 

trend yang terus berkembang. Tidak lagi sulit menemukan wanita yang 

mengenakan busana muslimah lengkap dengan kerudung yang menutupi 

auratnya. Beragam mode, corak dan warna busana muslimah begitu indah 

dipandang mata. Berbagai pasar dan pusat perbelanjaan yang merupakan 

mata rantai dari busana jenis ini, juga menyediakan keleluasaan 

memilih bagi para muslimah, dengan begitu banyak mode yang mereka 

tawarkan.

Aneka pilihan busana muslimah membuka jalan bagi para muslimah untuk 

tampil lebih gaya. Tentunya bukan gaya yang berlebihan dan 

berkonotasi negatif.Namun, langkah seorang muslim dan muslimah harus 

seiring sejalan dengan tuntunan al Qur'an dan hadist yang sangat 

mulia. Jadi tidak sekedar tampil gaya, kita pun harus memperhatikan 

busana dan cara berbusana seperti yang diajarkan dalam Islam.

Untuk itu, yang perlu diperhatikan dalam berbusana muslimah adalah:

1. Menutupi seluruh tubuh, selain yang dikecualikan.

Pendapat ulama yang paling kuat tentang bagian tubuh yang 

dikecualikan dan boleh terlihat adalah muka dan telapak tangan.

2. Memakai kerudung sampai dada Ketentuan ini merujuk pada al Qur'an 

surat An Nuur ayat 31, "Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung 

hingga ke dadanya." Ketentuan ini juga ada pada surat al Ahzab ayat 

59, "Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak 

perempuanmu dan istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka 

mengulurkan jilbab mereka keseluruh tubuh."

Dengan demikian kriteria kerudung yang sesuai dengan ayat-ayat di 

atas adalah yang menutup rambut, leher sampai ke dada. Bukan yang 

hanya menutup rambut atau sampai leher saja.

3. Tidak tipis sehingga terlihat kulit dan bayangan tubuh dibaliknya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah pernah 

memberi Usamah bin Zaid Qubthiyyah (pakaian dari katun yang tipis) 

yang kasar. Tetapi Usamah tidak memakai dan ia memberikan pada 

istrinya. Nabi SAW bersabda, "Suruhlah ia memakai rangkapan (puring) 

didalamnya, agar tidak terlihat lekuk-lekuk tulangnya."



4. Tidak ketat sehingga tergambar jelas bentuk tubuhnya.

Busana ketat walau tidak tipis akan memperlihatkan lekuk tubuh 

wanita, misalnya bentuk pinggul, dada, bokong dan sebagainya. 

Meskipun berpakaian dan menutup rambut, sebenarnya ia tetap saja 

telanjang. Busana mode ini akan lebih membangkitkan syahwat dan 

mengundang fitnah. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim 

disebutkan wanita yang mengenakan busana seperti ini kelak tidak 

akan masuk surga bahkan mencium bau surga pun tidak bisa.

5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki Menurut Abdul Halim Abu 

Syuqqah dalam buku kebebasan wanita (jilid IV) yang dimaksud adalah 

larangan menyerupai laki-laki secara keseluruhan. Bukan hanya 

kesamaan dalam satu potongan pakaian saja misalnya celana panjang 

yang bisa dikenakan oleh pria atau wanita. Agar tidak membentuk 

tubuh, sebaiknya celana tersebut berpipa lebar dilengkapai dengan 

stelan baju yang agak panjang.

6. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir Masih menurut Abu 

Syuqqah, prinsip nomor 5 di atas juga bisa dipakai. Yang terlarang 

adalah menyerupai secara keseluruhan, misalnya busana muslimah yang 

menyerupai biarawati.

7. Tidak dimaksudkan untuk pamer atau menarik perhatian laki-laki.

Wangi parfum yang berlebihan dan gaya berjalan yang dibuat-buat 

dapat menarik perhatian laki-laki dan bisa menimbulkan fantasi 

seronok. Karenanya harus dihindari, agar tujuan memakai busana 

muslimah untuk melindungi muslimah itu sendiri. Prinsip 

kesederhanaannya tercakup disini, maksudnya harus dihindari gaya 

busana dan hiasan yang berlebihan supaya tidak menarik perhatian 

yang tidak semestinya. (Sumber: Majalah Ummi edisi spesial Oktober-

Desember 2005/1426 H)

Wahai ukhtiku yang dirahmati Allah, marilah kita memperbaiki 

penampilan diri kita, menjadi wanita muslimah yang selalu diridhai 

Allah karena pakaian takwa adaalah pakaian yang sempurna, Let's go 

menjadi bidadari dunia yang dapat membuat bidadari syurga cemburu. 

Segerakan untuk merubah pakaian jahiliyah yang selama ini kita 

banggakan karena tahukah kita bahwa pada waktu Rasulullah Saw 

melaksanakan isra' mi'raj pada waktu beliau melewati neraka 

kebanyakan didalamnya adalah"Wanita yang berpakaian tapi telanjang" 

Na'uzubillahi mindzalik, semoga Allah selalu melindungi kita 

ukhtiku, dan wanita yang memakai pakaian yang takwa tidak akan 

dijilat tubuhnya oleh api neraka yang sangat....100Mx panasnya.



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke