MEMBANGUN STRATEGI KOOPETISI BANK SYARIAH
Dinamika kompetisi perbankan, termasuk produk syariah, yang makin tinggi
mengakibatkan suatu competitive advantage yang dimiliki oleh suatu bank makin
tidak sustainable. Dengan demikian, sebuah bank harus melakukan berbagai upaya
pembaharuan yang tidak kenal henti untuk dapat menjadi pemain utama pada
segment-nya. Sehingga, dapat menjadi preferensi utama customer yang berujung
pada kepuasan dan bahkan loyalitas.
Seiring dengan berkembangnya suatu bisnis yang membuat persaingan menjadi
ketat, banyak perusahaan berlomba-lomba meningkatkan fasilitas, prasarana, dan
berbagai manfaat lainnya kepada pelanggannya. Hal tersebut juga terjadi pada
industri perbankan, termasuk Bank Syariah. Namun, menurut para pakar manajemen,
apabila hal tersebut dilakukan tanpa melihat dan memperhatikan kebutuhan
pelanggan yang sesungguhnya, maka hal tersebut akan menjadi kontraproduktif.
Dengan demikian, investasi besar-besaran dalam hal layanan yang bersifat
fungsional tersebut, belum tentu mampu meningkatkan laba perusahaan, meskipun
apa yang telah diupayakan berhasil meningkatkan kepuasan nasabah.
Untuk mengantisipasi permasalahan di atas pada era teknologi informasi yang
percepatannya sangat luar biasa saat ini, diperlukan sebuah strategi yang
berbeda daripada era sebelumnya. Mengadakan infrastruktur teknologi informasi
seorang diri untuk kondisi saat ini, merupakan sebuah tindakan yang lebih
banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Untuk itu, diperlukan sebuah strategi
yang memanfaatkan sinergi dari masing-masing pesaing agar permasalahan
perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dapat diantisipasi dengan
membentuk sebuah kelompok penggunaan teknologi bersama. Dengan demikian,
kompetitor tidak lagi menjadi pesaing dalam arti sempit, tetapi menjadi mitra
dalam persaingan. Alternatif seperti itu dapat dimasukkan dalam kategori
koopetisi (coopetition) yang sedang menjadi trend strategi baru bagi para
pebisnis.
Dalam konsep bisnis islami dikenal suatu konsep tawaun yang dilandasi dari
semangat ajaran Al Quran yang menyebutkan
Dan tolong menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong menolong dalam
perbuatan dosa dan pelanggaran.
(Surah Al-Maidah/5:2). Konsep tersebut
mengajarkan sebuah kebersamaan akan membawa hasil yang lebih optimal. Namun
demikian, kebersamaan dalam bisnis islami bukan berarti persamaan. Islam
mengakui adanya perbedaan antara satu pihak dengan pihak lainnya sebagaimana,
antara lain, disebut dalam Surah Az Zukhruf/43:32), yakni:
Kami telah
menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami
telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat,
agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain.
Dengan demikian
strategi koopetasi dalam bisnis tidak bertentangan dengan nilai-nilai ekonomi
islami.
Bagi sebuah bank syariah, sebagai lembaga bisnis islami, dalam melakukan
strategi koopetasi dapat saja bergabung dengan semua bank-bank yang telah atau
akan memiliki teknologi informasi yang up to date dan distribution channel yang
paling luas. Di samping itu, dapat pula memanfaatkan layanan bersama yang
dipersiapkan oleh pihak ketiga yang khusus mengelola peluang-peluang tersebut
dengan menyediakan sebuah fasilitas penghubung.
Sinergi yang dilakukan sebuah bank syariah dengan para pesaing dalam strategi
koopetisi, dapat dilakukan pada semua pelayanan perbankan terpadu. Hal minimal
yang harus dapat dilayani dengan adanya sinergi tersebut adalah seorang
nasabah sebuah bank syariah dapat menyetor dan menarik serta mentransfer dana
dari dan ke rekening yang dimiliki dari seluruh bank yang diajak besinergi.
Langkah berikutnya bisa melayani pemberian pembiayaan bersama (hal ini hanya
bisa dilakukan dengan sesama bank atau unit pelayanan syariah). Kemudian,
diharapkan semua layanan perbankan dapat dijangkau nasabah sebuah bank syariah,
meskipun tidak dilakukan secara langsung pada infrastuktur yang dimiliki
langsung oleh bank syariah tersebut.
Dengan berubahnya era ekonomi saat ini yang bergantung kepada perubahan
teknologi informasi yang begitu cepat, strategi koopetisi di antara pemain di
industri perbankan syariah akan menjadi sebuah hal yang tidak dapat dielakkan
untuk menjamin eksistensi sebuah bank dalam menghadapi persaingan yang semakin
terbuka di masa depan.
Sesuai dengan tujuan program akselerasi pengembangan perbankan syariah oleh
Bank Indonesia, para pelaku perbankan syariah sepatutnya menyadari bahwa adalah
merupakan tugas bersama untuk memperbesar pangsa perbankan Syariah di
Indonesia. Market share yang masih di bawah 2% menjadi target bersama untuk
memperbesarnya. Dengan demikian, hal yang sepatutnya dilakukan dalam marketing
bank Syariah adalah meraup nasabah-nasabah yang belum menggunakan perbankan
syariah, bukan membajak nasabah sesame bank syariah.
Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, sering terjadi marketer sebuah bank
syariah membajak nasabah bank syariah lainnya dengan iming-iming bahwa
bank-nya murni syariah dibandingkan bank syariah lainnya. Menurut pendapat
pribadi penulis, tidak sepatutnya hal tersebut dilakukan oleh seorang marketer
bank syariah. Seharusnya marketer tersebut dapat menciptakan pasar baru bagi
bank syariah, bukan malah menjual isu bahwa bank-nya murni syariah sementara
bank syariah lain tidak murni syariah. Dengan tindakan marketer yang seperti
itu, mencerminkan bahwa ia tidak sanggup menumbuhkan pasar perbankan syariah,
tetapi hanya sekedar mengail di kolam yang sama. Hal tersebut, mungkin terjadi
karena marketer tersebut bukan merupakan pegawai langsung dari bank syariah
tersebut, tetapi hanya seorang outsourcing, sehingga yang bersangkutan tidak
mempunyai beban moral untuk ikut serta membangun pasar perbankan syariah di
Indonesia. Dengan tindakan tersebut
strategi koopetisi yang diharapkan dapat membangun sebuah pasar perbankan
syariah yang kuat di Indonesia akan menjadi sia-sia.
Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)
=========================================================
Mohon partisipasi Bapak/Ibu untuk mengisi Polling Pemanfaatan Bank Syariah
Silahkan klik
http://asia.groups.yahoo.com/group/ekonomi-islami/surveys?id=2366675
Semoga partispasi Bapak/Ibu bermanfaat dalam kajian sosial ekonomi islami di
Indonesia
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS
Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari
Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/