Assalamualaikum wr. wb.
Maaf, saya ingin berbagi pengetahuan tentang hadist-hadist bulan rajab ini.
Mudah2an bermanfaat dan bisa dijadikan pengetahuan untuk kita semua.
Artikel ini saya dapatkan di alamat :
http://percikaniman.org/detail_artikel.php?cPub=Hits&cID=378, silakan di lihat
langsung.
Hadits-Hadits Palsu Keutamaan Bulan
Rajab
Mereka memperbanyak ketho`atan
kepada Allah melebihi dari bulan bulan lainnya
Terjemahan dari Kitab : Al Fawaaid Al Majmu`ah di Al
Ahadiits Al Maudhu`ah.Karya : Syaikul Islam Muhammad Bin `Ali As
Syaukaniy (Wafat : 1250 H)
Diterjemahkan oleh Abu Al Mundzir As
Salafiy.
1. Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullah
Shollallahu `alaihi wa Sallam), sedangkan Ramadhan bulan ummat Saya. Barang
siapa berpuasa di bulan Rajab dua hari, baginya pahala dua kali lipat,
timbangan
setiap lipatan itu sama dengan gunung gunung yang ada di dunia, kemudian
disebutkan pahala bagi orang yang berpuasa empat hari, enam hari, tujuah hari,
delapan hari, dan seterusnya, sampai disebutkan ganjaran bagi orang berpuasa
lima belas hari.
Hadits ini Maudhu` (Palsu). Dalam
sanad hadits ini ada yang bernama Abu Bakar bin Al Hasan An Naqqaasy, dia
perawi
yang dituduh pendusta, Al Kasaaiy- rawi yang tidak dikenal (Majhul). Hadits ini
juga diriwayatkan oleh pengarang Allaalaiy dari jalan Abi Sa`id Al Khudriy
dengan sanad yang sama, juga Ibnu Al Jauziy nukilan dari kitab
Allaalaiy.
2. Barang siapa berpuasa tiga hari di bulan Rajab, sama
nilainya dia berpuasa sebulan penuh, barang siapa berpuasa tujuh hari Allah
Subhana wa Ta`ala akan menutupkan baginya tujuh pintu neraka, barang siapa
berpuasa delapan hari di bulan Rajab Allah Ta`ala akan membukakan baginya
delapan pintu sorga, siapapun yang berpuasa setengah dari bulan Rajab itu Allah
akan menghisabnya dengan hisab yang mudah sekali.
Diterangkan di dalam
kitab Allaalaiy setelah pengarangnya meriwayatkannya dari Abaan kemudian dari
Anas secara Marfu` : Hadits ini tidak Shohih, sebab Abaan
adalah perawi yang ditinggalkan, sedangkan `Amru bin Al Azhar pemalsu hadits,
kemudian dia jelaskan : Dike-luarkan juga oleh Abu As Syaikh dari jalan Ibnu
`Ulwaan dari Abaan, adapaun Ibnu `Ulwaan pemalsu hadits.
3. Sesungguhnya
bulan Rajab adalah bulan yang mulia. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan
tersebut berarti sama nilainya dia berpuasa seribu tahun-dan
seterusnya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Syaahin dari `Ali secara Marfu`. Dan
dijelaskan dalam kitab Allaalaiy : Hadits ini tidak Shohih, sedangkan Haruun
bin `Antarah selalu meriwayatkan hadits-hadits yang
munkar.
4. Barang siapa yang berpuasa di bulan Rajab satu hari sama
nilainya dia berpuasa sebu-lan penuh dan seterusnya.
Diriwayatkan oleh
Al Khathiib dari jalan Abi Dzarr Marfu`. Di sanadnya ada perawi : Al Furaat bin
As Saaib, dia ini perawi yang ditinggalkan.
Berkata Al
Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya Al Amaaliy : sepakat diriwayatkan hadist ini
dari jalan Al Furaat bin As Saaib- dia ini lemah- Rusydiin bin Sa`ad, dan Al
Hakim bin Marwaan, kedua perawi ini lemah
juga.
Sesungguhnya Al Baihaqiy juga meriwayatkan hadits ini di
kitabnya :
Syu`abul Iman dari hadits Anas, yang artinya :
Siapapun yang
berpuasa satu hari di bulan Rajab sama nilainya dia berpuasa satu tahun. Di
menyebutkan hadits yang sangat panjang, akan tetapi di sanad hadits ini juga
ada
perawi ; `Abdul Ghafuur Abu As Shobaah Al Anshoriy, dia ini perawi yang
ditinggalkan. Berkata Ibnu Hibbaan : Dia ini termasuk orang orang yang
memalsukan hadits.
5. Barang siapa yang menghidupkan
satu malam bulan Rajab dan berpuasa di siang hari-nya, Allah Ta`ala akan
memberinya makanan dari buah buahan sorga- dan seterusnya.
Diriwayatkan
dalam kitab Allaalaiy dari jalan Al Husain bin `Ali Marfu`: Berkata pengarang
kitab : Hadits ini Maudhu` (palsu).
6. Perbanyaklah
Istighfar di bulan Rajab. Sesungguhnya Allah Ta`ala membebaskan hamba hambanya
setiap sa`at di bulan itu, dan Sesungguhnya Allah Ta`ala mempunyai kota kota di
Jannah-Nya yang tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang berpuasa di bulan
itu.
Dikatakan dalam Adz dzail : Dalam sanadnya ada rawi namanya Al
Ashbagh : Tidak bisa dipercaya.
7. Di bulan Rajab ada
satu hari dan satu malam, siapapun yang berpuasa di hari itu, dan mendirikan
malamnya. Maka sama nilainya dengan orang yang berpuasa seratus tahun
dst.
Dikatakan dalam Adz dzail : Di dalam sanadnya ada nama rawi
Hayyaj, dia adalah rawi yang ditinggalkan.
Dan demikian
disebutkan tentang : Berpuasa satu hari atau dua hari di bulan
itu.
Disebutkan juga dalam Adz dzail : Sanad hadits ini penuh dengan
kegelapan sebahagian atas sebahagian lainnya, di dalam sanadnya ada perawi
perawi yang pendusta : Dan demikian diri-wayatkan : Bahwa Nabi Shollallahu
`alaihi wa Sallam berkhutbah pada hari jum`at sepekan sebelum bulan Rajab.
Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam berkata : Hai sekalian manu-sia!
Sesungguhnya akan datang kepada kalian satu bulan yang mulia. Rajab bulan
adalah
bu-lan Allah yang Mulian, dilipat gandakan kebaikan di dalamnya, do`a-do`a
dikabulkan, kesusa-han kesusahan akan di hilangkan. Ini adalah Hadist
yang Munkar.
Dan dalam hadits yang lain : Barang siapa berpuasa
satu hari di bulan Rajab, dan mendirikan satu malam dari malam malamnya, maka
Allah Tabaraka wa Ta`ala akan membangkitkannya dalam keadaan aman nanti di hari
Kiamat- dan seterusnya.
Di dalam sanad hadits ini : Kadzaabun (para perawi pendusta).
Demikian juga hadits : Barang siapa
yang menghidupkan satu malam di bulan Rajab, dan berpuasa disiang harinya:
Allah
akan memberikan makanan buatnya buah buahan dari Sorga- dan
seterusnya.
Di dalam sanadnya : Para perawi pembohong/pemalsu hadits.
Demikian juga hadits : Rajab
bulan Allah yang Mulia, dimana Allah mengkhususkan bulan itu buat diri-Nya.
Maka
barang siapa yang berpuasa satu hari di bulan itu dengan penuh keimanan dan
mengharapkan Ridho Allah, dia akan dimasukan ke dalam Jannah Allah Ta`ala- dan
seterusnya.
Di dalam sanadnya : Para perawi yang ditinggalkan.
Demikian juga hadits : Rajab bulan Allah,
Sya`ban bulan Saya (Rasulullahu Shollallahu `alaihi wa Sallam, Ramadhan bulan
ummat Saya. Demikian juga hadits : Keutamaan bulan Rajab di atas bulan bulan
lainnya ialah : seperti keutamaan Al Quran atas seluruh perkataan perkataan
lainnya- dan seterusnya.
Berkata Al Imam Ibnu Hajar : Hadits ini
Palsu.
Berkata `Ali bin Ibraahim Al `Atthor dalam satu
risalahnya :
Sesungguhnya apa apa yang diriwayatkan tentang keutamaan
tentang puasa di bulan Rajab, seluruhnya Palsu dan Lemah yang
tidak ada ashol sama sekali. Berkata dia : `Abdullah Al Anshoriy tidak pernah
puasa di bulan Rajab, dan dia melarangnya, kemudian berkata : Tidak ada yang
shohih dari Nabi Muhammad Shollallahu `alaihi wa Sallam satupun hadist mengenai
keutamaan bulan Rajab. Kemudian dia berkata : Dan demikian juga : Tentang
amalan amalan yang dikerjakan pada bulan ini : Seperti mengeluarkan Zakat di
dalam bulan Rajab tidak di bulan lainnya. Ini tidak ada ashol sama
sekali.
Dan demikian juga, dimana penduduk Makkah memperbanyak `Umrah di
bulan ini tidak seperti bulan lainnya. Ini tidak ada asal sama sekali
sepanjang
pengetahuan saya. Dia berkata : Diantara yang diada-adakan oleh orang yang
`awwam ialah : Berpuasa di awal kamis di bulan Rajab, yang keseluruhannya ini
adalah : Bid`ah.
Dan diantara yang mereka ada adakan
juga di bulan Rajab dan Sya`ban ialah : Mereka memperbanyak ketho`atan kepada
Allah melebihi dari bulan bulan lainnya.
Adapun yang diriwayatkan
tentang : Bahwa Allah Ta`ala memerintahkanNabi Nuh `Alaihi wa Sallam untuk
membuat kapalnya di bulan Rajab ini, serta diperintahkan kamu Mu`minin yang
bersama dia untuk berpuasa di bulan ini. Ini Hadits Maudhu`
(Palsu).
Bid`ah-bid`ah yang menyebar di
bulan Rajab antara lain :
Sholat
Ar-Raghaaib.
Sholat Ar Raghaaib ini diamalkan disetiap awal jum`at di
bulan Rajab.
Ketahuilah semoga Allah Tabaraka wa Ta`ala merahmatimu-
bahwa mengagungkan hari ini, malam ini sesungguhnya diadakan ke dalam Din Islam
ini setelah abad ke empat Hijriyah. Lihat literatur berikut ini tentang
bid`ahnya sholat Raghaib :
1. Iqtida` As Shiratul Mustaqim : hal.283.
Dan Tulisan Ilmiyah diantara dua orang Imam ; Al `Izz bin `Abdus Salam dan
Ibnu
As Sholah sekitar Sholat Raghaaib.
2. Al Ba`itsu `Ala Inkari Al Bida` wa Al
Hawaadist : hal. 39 dan seterusnya.
3. Al Madkhal oleh Ibnu Al Haaj :
1/293.
4. As Sunan wal Mubtadi`aat : hal. 140.
5. Tabyiinul `Ujab bima
warada fi Fadhli Rajab : hal. 47.
6. Fataawa An Nawawiy : hal. 26.
7.
Majmu` Al Fataawa oleh Ibnu Taimiyah : 2/2.
8. Al Maudhuu`aat :
2/124.
9. Allaalaaiy Al mashnu`ah : 2/57.
10. Tanzihus Syari`ah :
2/92.
11. Al Mughni `anil Hifdzi wal Kitab : hall. 297- serta bantahannya :
Jannatul Murtaab.
12. Safarus Sa`adah : hal. 150.
Sepakat `Ulama
tentang hadits-hadits yang diriwayatkan mengenai keutamaan bulan Rajab adalah
palsu, sesungguhnya telah diterangkan oleh sekelompok Al
Muhaditsin tentang palsunya hadits sholat Ar Raghaaib diantara mereka ialah :
Al
Haafidz Ibnu hajar, Adz Dzahabiy, Al `Iraaqiy, Ibnu Al Jauziy, Ibnu Taimiyah,
An
Nawawiy dan As Sayuthiy dan selain dari mereka.
Kandungan dari
hadits-hadits yang palsu itu ialah mengenai keutamaan berpuasa pada hari itu,
mendirikan malamnya, dinamakan sholat Ar Raghaaib, para ahli Tahqiiq
dikalangan ahli ilmu telah melarang mengkhususkan hari tersebut untuk berpuasa,
atau mendirikan malamnya melaksanakan sholat dengan cara yang bid`ah ini,
demikian juga pengagungan hari tersebut dengan cara membuat makanan makanan
yang
enak-enak, mengishtiharkan bentuk bentuk yang indah indah dan selain yang
demikian, dengan tujuan bahwa hari ini lebih utama dari hari hari yang
lainnya.
Sholat Ummu Daawud dipertengahan bulan
Rajab.
Demikian juga hari terakhir dipertengahan bulan Rajab,
dilaksanakan sholat yang dinamakan sholat Ummu Daawud ini juga tidak ada
asholnya sama sekali. Iqtidaus Shiraatul Mustaqim : hal. 293.
Berkata
Al Imam Al hafidz Abu Al Khatthaab : Adapun sholat Ar Raghaaib, yang dituduh
sebagai pemalsu hadits ini ialah : `Ali bin `Abdullah bin
jahdham, dia memalsukan hadits ini dengan menampilkan rawi-rawi yang tidak
dikenal, tidak terdapat diseluruh kitab.
Pembahasan Abu Al Khatthaab ini
terdapat dalam : Al Baa`its `Ala Inkaril Bida` wal Ahadist : hal.
40.
Abul Hasan : `Ali bin `Abdullah bin Al Hasan bin Jahdham, As Shufiy,
pengarang kitab : Bahjatul Asraar fit Tashauf.
Berkata Abul Fadhal bin
Khairuun : Dia pendusta.
Berkata selainnya : Dia dituduh sebagai pemalsu hadits sholat Ar Raghaaib.
Lihat terjemahannya
dalam : Al `Ibir fi Khabar min Ghubar. : (3/116), Al Mizan : (3/142), Al
Lisaan : (4/238), Maraatul Jinaan (3/28), Al Muntadzim : (8/14), Al
`Aqduts Tsamiin : (6/179).
Asal daripada sholat ini sebagaimana
diceritakan oleh : At Thurthuusyiy dalam kitabnya : Telah mengkhabarkan
kepada saya Abu Muhammad Al Maqdisiy, berkata Abu Syaamah dalam Al Baa`its :
hal. 33 : Saya berkata : Abu Muhammad ini perkiraan saya adalah
`Abdul
`Azizbin Ahmad bin `Abdu `Umar bin Ibraahim Al Maqdisiy, telah
meriwayatkan darinya Makkiy bin `Abdus Salam Ar Rumailiy As Syahiid, disifatkan
dia sebagai As Syaikh yang dipercaya, Allahu A`lam. Berkata dia:tidak pernah
sama sekali dikalangan kami di Baitul Maqdis ini diamalkan sholat Ar Raghaaib,
yaitu sholat yang dilaksanakan di bulan Rajab dan Sya`ban.
Inilah bid`ah
yang pertama kali muncul di sisi kami pada tahun 448 H, dimana ketika itu
datang
ke tempat kami di Baitil Maqdis seorang laki laki dari Naabilis dikenal dengan
nama Ibnu Abil Hamraa`, suaranya sangat bagus sekali dalam membaca Al Quran,
pada malam pertengahan (malam keenam belas) di bulan Sya`ban dia mendirikan
sholat di Al Masjidil Aqsha dan sholat di belakangnya satu orang, lalu
bergabung
dengan orang ketiga dan keempat, tidaklah dia menamatkan bacaan Al Quran
kecuali
telah sholat bersamanya jama`ah yang banyak sekali, kemudian pada tahun
selanjutnya, banyak sekali manusia sholat bersamanya, setelah itu menyebarlah
di
sekitar Al Masjidil Aqsha sholat tersebut, terus menyebar dan masuk ke rumah
rumah manusia lainnya, kemudian tetaplah pada zaman itu dimalkan sholat
tersebut
yang seolah olah sudah menjadi satu sunnah di kalangan masyarakat sampai pada
hari kita ini.
Dikatakan kepada laki laki yang pertama kali mengada
adakan sholat itu setelah dia meninggalkannya, sesungguhnya kami melihat kamu
mendirikan sholat ini dengan jama`ah. Dia menjawab dengan mudah : Saya akan
minta ampun kepada Allah Ta`ala.
Kemudian berkata Abu Syaamah : Adapun
sholat Rajab, tidak muncul di sisi kami di Baitul Maqdis kecuali setelah tahun
480 H, kami tidak pernah melihat dan mendengarnya sebelum ini. (Al Baa`itsu :
hal. 32-33).
Fatwa Ibnu As Sholaah tentang sholat Ar Raghaaib, Malam
Nishfu Sya`ban Dan Sholat Al -Alfiah.
Sesungguhnya As Syaikh
Taqiyuddin Ibnu As Sholaah rahimahullah Ta`ala pernah dimintai fatwa tentang
hal
ini, lalu beliau menjawab : Adapun tentang sholat yang dikenal dengan sholat
Ar
Raghaaib adalah bid`ah, hadits yang diriwayatkan tentangnya adalah palsu, dan
tidaklah sholat ini dikenal kecuali setelah tahun 400 H, tidak ada keutamaan
malamnya dari malam-malam yang lainnya,
Lihat Hadist-hadist ini dalam
kitab yang disebutkan di atas hal. 100-101, dan hal.
439-440.
Link-link sejenis :
-
estawar.wordpress.com/2007/07/31/hadits-tentang-bulan-rajab/
-
www.eramuslim.com/ustadz/dll/7728185512-hadits-tentang-bulan-rajab.htm
-
blog.unisa81.net/2006/07/25/hadits-hadits-palsu-tentang-keutamaan-shalat-dan-puasa-di-bulan-rajab
-
salam-online.web.id/2007/07/29/hadits-palsu-seputar-amalan-bulan-rajab.html
Author : tausyiah275.blogsome.com
Wassalam,
'na
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/