Dari tetanggan nech !!

 



*    [EMAIL PROTECTED]

"Give your smile to everyone, but give your love to someone"

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 



 

PENGKABURAN SETAN

STRATEGI SETAN 

Setan menggunakan strategi gradual (bertingkat) baik isi maupun metode
dakwahnya. Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah menyebutkan ada enam tahapan yang dilalui
perjalanan dakwah setan. 

Tahap pertama 

Pengkafiran atau pemusyirikan manusia. Jika yang didakwahi itu dari kalangan
muslimin, maka setan akan melangkah ketahapan dakwah berikutnya. 

Tahap kedua 

Pembid'ahan. Yaitu menjadikan menusia sebagai Ahlul bid'ah. Seandainya yang
diajak dari kalangan Ahli Sunnah, maka dimulailah tahap ketiga. 

Tahap ketiga 

Pemerangkapan manusia dengan dosa-dosa besar. Jika manusia dilindungi oleh
Allah dari melakukan dosa-dosa besar, setan tidak putus asa, untuk terus
menggoda. 

Tahap keempat 

Pemerangkapan manusia dengan dosa-dosa kecil.Jika manusia selamat dari
dosa-dosa kecil setan melangkah ketahap yang lain. 

Tahap kelima 

Penyibukan manusia dalam masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga orang
itu menghabiskan waktunya untuk hal yang mubah, tidak sibuk dalam hal yang
berpahala, yang kita semua diperintahkan untuk mengamalkannya. 

Tahap keenam 

Penyibukan manusia dalam urusan-urusan sepele sehingga ia tinggalkan
persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik. Misalnya, sibuk
dengan amalan sunnah, meninggalkan amalan wajib . 

Jerat-jerat setan itu tidak terhitung jumlahnya. Diantaranya: 

A. mengadu domba sesama muslim dan buruk sangka 

dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori Rasulullah bersabda : "
Sesungguhnya iblis telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang
sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka." 

Yakni setan menyebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara mereka. 

Buruk sangka itu biasanya datangnya dari setan, sebagaimana hadist Shafiyyah
binti Huyay [istri Rasulullah] bekata : "Ketika Rasulullah sedang beri'tikaf
di masjid, saya mendatanginya di suatu malam dan bercerita. Kemudia saya
pulang diantar beliau. Ada dua orang anshor berjalan dan ketika keduanya
melihat Rasulullah mereka mempercepat jalannya, rasululah berkata:
"Pelan-pelanlah. Dia itu Safiyah binti Huyay". Mereka berkata: Maha suci
Allah , Rasulullah!" Rasulullah bersabda . "Sesungguhnya setan berjalan di
tubuh anak adam pada peredaran darah, aku khawatir setan itu melontarkan
kejahatan di hati kamu berdua , sehingga timbul prasangka yang buruk."
(Bukhori 4:240,Muslim 2174-2175) 

Setan itu suka mengadu domba antar sesama kita sebagaimana dijelaskan oleh
hadist yang diriwayatkan Sulaiman bin Sird, Ia berkata: "Saya pernah duduk
bersama Rasulullah di sana ada dua orang yang sedang saling mencaci. Salah
satu dari keduanya wajahnya merah dan ototnya mengeras karena
marah."Rasulullah besabda : " Akan aku ajarkan satu kalimat yang dapat
menghilangkan marah ketika diucapkan. Seandainya dia mengucapkan: "Aku
berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk", maka hilanglah marahnya."
(Bukhori 10:431) 

B. Menghiasi Bid'ah bagi manusia 

Setan mendatangi manusia dengan mengatakan bahwa bid'ah itu sesuatu yang
indah seraya mengatakan: "Sesungguhnya manusia di zaman ini sudah
meninggalkan ibadah dan sulit dikembalikan. Mengapa kita tidak mengerjakan
sebagian peribadahan lalu kita bagus-baguskan dengan tambahan dari kita agar
manusia mau kembali beribadah?". Kadang-kadang setan mendatangi dengan cara
penambahan terhadap ibadah yang ada dalam sunnah rasulullah. Lau berkata ,
"tambahan kebaikan tentu merupakan kebaikan juga. Maka tambahlah dalam
sunnah tersebut suatu bentuk ibadah yang mirip dengan sunnah , atau
sandarkan ibadah baru pada sunnah tersebut." 

Sebagian manusia lain didatangi dengan bujukan, "Sesungguhnya manusia sudah
jauh dari Dien ini, mengapa tidak kita buat hadist-hadist yang dapat
menakut-nakuti mereka ?".Maka orang-orang mengarang hadist palsu yang
disandarkan pada Rasulullah sambil berdalih, "kami memang berdusta , namun
kami bukan berdusta menentang Rasulullah saw melainkan berdusta dalam rangka
membela beliau?!" 

Mereka berdusta membela Rasulullah ???!! Dikaranglah oleh mereka hadist
untuk menakut-nakuti manusia dari neraka, memberikan manusia gambaran dengan
cara-cara aneh. Demikian pula mereka menggambarkan surga dengan cara aneh
pula! 

Kita menegetahui bahwa ibadah itu adalah taufiqiyah, yaitu mengambilnya dari
Rasulullah sebagaimana petunjuk Allah yang datang kepada beliau, tidak boleh
kita tambahi atau kita kurangi. Kelakuan yang mereka lakukan itu adalah
bid'ah dari karangan setan. 

C. Membesar-besarkan satu aspek atas aspek lainnya 

Kadang seseorang terjatuh pada banyak dossa-dosa dan maksiat, namun dia
tetap sholat sebagai alasan penutup kekurangannya itu. Dia berdalih bahwa
shalat itu adalah 'imaadud-dien (tiang agama), yang pertama kali di Hisab di
Hari Perhitungan (Akhrat), maka tidak mengapa dirinya jatuh dalam sebagian
maksiat. 

Dia menjadikan sesuatu yang paling agung, untuk menghalalkan kekurangannya
dalam ibadah-ibadah lain. Dibesar-besarkanya urusan shalat atas lainnya.! 

Benar bahwa shalat adalah 'imadud-dien, namun bukan keseluruhan kandungan
Dien ini! Setanlah yang mendatangi orang ini untuk menghalalkan kekuragan
dirinya! 

Kadang setanpun mendatangi seorang manusia lain untuk mengatakan, "Dien ini
adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik).. Yang paling penting kamu baik
terhadap manusia jangan mendustai atau menipu mereka walaupun kamu tidak
shalat, bukankah Rasulullah bersabda : "Bahwa Dien ini adalah muamlaah '?" 

Kadang didatanginya seorang lain dengan bujukan , "yang paling penting
adalah berniat baik!Asal aku lalui waktu malamku tanpa menyimpan dengki dan
kebencian pada manusia, cukuplah sudah .'Akhirnya orang tersebut
meninggalkan banyak amalan-amalan shaleh, mencukupkan diri dengan niat baik
saja! 

Demikian pula dalam tataran kelompok ketika kamu lihat segolongan orang
berkata: 

"Hal terpenting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin dan
keadaan musuh-musuh mereka. Dengan demikian hal paling penting adalah
masalah-masalah politis. Kita hidup di zaman orang-orang berdasi dan
berdiplomasi bukan di zamannya arab padang pasir" 

Demikianlah pendukung kelompok ini mengetahui segala hal tentang Komunisme,
Free masonry, bahaiah, Qadiyaniah,dll. Kemudian kamu Tanya tentang islam
mereka tidak aham sedikitpun! 

Sebaliknya dari kelompok tadi, ada kelompok yang membesar-besarkan masalah
peribadatan. Mereka berpendapat, "Hal terpenting adalah hubunganmu kepada
Allah, yaitu shalat. Kamupun harus zuhud dan bertaqwa, lemparkan
urusan-urusan lain, selain aspek-aspek keruhanianmu!" 

Datang pula kelompok lain , yang benar-benar ada dalam medan dakwah islam
sekarang , dengan pendapat, "Hal paling penting adalah menyatukan barisan
kaum muslimin. Allah Azza wajalla berfirman yang artinya; "Dan berpeganglah
kepada tali (agama) Allah, secara bersama-sama, dan janganlah kalian
bercerai-berai."(Q.S. Ali 'Imran:103). 
Mereka menjadikan persatuan hal paling penting walaupun dibandingkan masalah
aqidah! Mereka berbicara kepada manusia yang beraqidah meyelisihi aqidah
kita, mengklaim bahwa kita harus bersatu, karena kita sekarang berada di
zaman berkuasanya musuh-musuh atas kita! Memang benar kita harus bersatu,
namun persatuan di atas asas-asas, bersatu di atas Dien. Bukan bersatu dalam
kekacauan an perbedaan aqidah. 

Bersambung........... 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke