*    [EMAIL PROTECTED]

"Give your smile to everyone, but give your love to someone"

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 



 

PENGKABURAN SETAN 

Lanjutan... 

D. Menunda-nunda dan tergesa-gesa 

Imam ibnul jauzi dalam buku "Talbis iblis" berkata, "betapa banyak orang
yang bertekad teguh, dibuat menanti-nanti", yaitu dibuat berkata "nanti
saja" oleh setan. Ibnul Jauzi melanjutkan, "betapa banyak pula yang berusaha
untuk berbuat baik dipengaruhi setan untuk menunda-nundanya." 

E. Kesempurnaan semu 

Setan mendatangi manusia untuk menjadikannya merasa sempurna, dengan berkata
"kamu lebih baik dari orang lain. Kamu melakukan shalat, sementara orang
lain banyak yang tidak shalat." Kamu diarahkan setan agar memperhatikan
orang-orang yang ada di bawahmu dalam beramal shaleh, untuk mencegahmu dari
beramal lebih baik. Karena kamu sudah melihat dirimu sebagai manusia paling
utama! 

Padahal yang dituntut dari kita adalah sebaliknya, yaitu kamu perhatikan
orang yang puasa sunat Senin dan Kamis ketika kamu tidak melakukannya, atau
perhatikan Fulan yang melakukan amalan-amalan sunat ketika kamu belum
melakukannya. Inilah yang dituntut darimu, yaitu melihat orang yang lebih
darimu dalam amal shaleh. 

F. Tidak menilai diri dan kemampuannya secara tepat 

Setan membuat seseorang tergelincir dalam menilai dirinya dengan dua jalan: 

1. Pandangan ujub dan menipu diri 

Setan berkata "Kamu sudah mengerjakan ini dan itu, lihatlah kamu, beramal
dan beramal.". Maka berubahlah orang itu menjadi takabur dan tertipu oleh
dirinya, akibatnya dia merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Dia
akan menolak pula untuk rujuk dari kesalahnya. Dia akan menolak pula untuk
duduk di majelis ilmu untuk belajar dari orang lain. 

2. Tawadhu dan memandang diri hina dan rendah: Di sini setan berkata, "Kamu
harus tawadhu. Siapa yang tawadhu karena Allah, niscaya akan di
tinggikan-Nya. Kamu tidak sepadan untuk perkara ini! Urusan ini hanya untuk
orang berilmu tinggi saja! ", padahal setan bermaksud untuk menjauhkan
dirimu dari tugas dakwahmu. Ini dari bab tawadhu, kamu akhirnya merendahkan
dirmu samppai derajad dimana kamu merasa tak berguna pada kemampuanmu yang
seharusnya kamu tampilkan, karena kita akan ditanya atas segala kemampuan
dan kekuatan kita. Kamu harus mengungkapkan kemampuanmu tiu karena kalau
tidak kamu gunakan kemampuanmu itu, niscaya kamu akan dihisab atasnya. Ini
pada hakekatnya bukan tawadhu, tapi lari dari tanggung jawab, lari adri
menunaikan kewajiban. Akan tetap seta berkata kepadanya, "Tinggalkanlah
bidang tiu untuk orang lain yanglebih baik darimu! Dakwah adalah amal yang
mulia, amal bagi oarng yang jenius yang amat langkadan yang mendalam
ilmunya." 

Kadang-kadang setanpun mendorong manusia merendahkan dirinya,dengan
mengacaukan akalnya untuk terus-menerus berpikir, "Apa artinya diri saya
disbanding syaikh ini? Apalah artinya diriku dibandingkan dengan orang alim
ini?" Dimandulkan akalnya sehingga tidak berfikir kecuali dengan fikiran
Syaikhnya, dan hanya menerapkan perkataan Syekhnya semata. Jadilah Syaikhnya
yang paling benar, dan yang lain salah. Mulailah dia mengagungkan manusia
dan mengkultuskannya. 

Padahal yang pokok bagi kita mengembalikan semua perkara kepada syari'at
Allah,dan orang yang didepanmu itu masih keliru.Karenanya semua perkataan
manusia harus ditimbang dengan Kalamullah dan sabda RasulNya 

7. Tasyik(Menimbulkan keragu-raguan). 

Diantara pintu masuk setan adalah membuat ragu dalam masalah niat, dia
berkata kepada manusia, "Kamu riya', kamu munafiq, kamu beramal karena
manusia", supaya orang ini meninggalkan amal. 

Contohnya, seseorang ingin bersedekah kemudian dilihat orang lain, dia
berkata dalam hatinya, "Kalau aku bershadaqah terlihat olehnya, dia akan
menyangka kau riaya'. Lebih baik aku tidak memberikan shadaqah ini." 

Sesungguhnya memperbaiki niat itu diperintahkan, namun jangan sampai kita
meninggalkan amal. Perbaikan niat justru harus menjadikanmu beramal dan
meningkatkannya. 

Al-Haristsbin Qays . " Jika setan mendatangimu dalam shalat dan membisikan
kepada kamu bahwa kamu riya', perpanjanglah shalatmu." 

G. Takhwif (Menakut-nakuti) 

Setan mempunyai dua metode dalam menakut-nakuti manusia: 

1. Menakut-nakuti dari wali-wali setan 

Disini setan menakut-nakuti manusia dari tentara dan wali-walinya, yaitu
para pelaku maksiat dan kejahatan. Setan berkata, waspadalah terhadap
mereka, mereka punya kekuatan luar biasa." Dengan ditakut-takuti, orang ini
jadi meninggalkan amal. 

Padahal Allah telah berfirman ; "Sesungguhnya itu tidak lain hanyalah setan
yang menakut-nakuti dengan kawan-kawannya,karena itu janganlah kamu takut
kepada mereka tetap takulah kepada KU, jika kamu benar-benar orang-orang
beriman." (QS. Ali 'imran:175). 

2. Menakut-nakuti dari kefaqiran 

Allah Ta'ala berfirman yang artinya: " Setan menjanjikan (menakut-nakuti)
kamu dengan kefaqiran dan menyuruh kamu berbuat kejahatan.."(QS.
Al-Baqarah:268) 

Setan berkata kepada manusia: " kalau kamu tinggalkan pekerjaan ini, dimana
kamu kan mendapatkan pekerjaan yang lainnya? Kamu akan menjadi sangat
faqir." Maka dia menjadikan takut akan kefaqiran. Akhirnya orang itu
mengerjakan perbuatan yang haram. Contohnya seorang muslim yang berdagang
khamar ditertawakan oleh setan karena sudah berhasil menipunya melalui pintu
ini. Padahal Allah telah berfirman ; " dan barang siapa yang bertaqwa kepada
Allah , niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberikannya
rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. Ath-Thalaq:2-3) 

Kita dapati para pemakan riba' takut akan kefaqiran, berkata: "Bagaimana aku
hidup? Orang-orang sudah pada kaya, aku masih faqir"!! 

Kadang-kadang setan pun menghiasi kebatilan pada juru dakwah, sehingga
menghalalkan yang haram, dengan alasan untuk kemaslahatan dakwah kamu perlu
berdusta! 

Setan menghiasi kebatilan sebagai kebenaran dengan argumen bahwa perkara ini
diperlukan untuk kemaslahatan dakwah. 

HAL-HAL YANG MELANCARKAN TUGAS SETAN 

1. Kebodohan 

Seorang yang berilmu lebih sulit di goda oleh setan daripada seribu ahli
Ibadah 

2. Hawa nafsu, lemah keihlasan, dan lemah keyakinan 

Allah Ta'ala berfirman yang artinya: " Iblis berkata, Demi keagunganMu aku
akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di
antara mereka" (QS. Shaad:82-83). 

OBATNYA 

Iman kepada Allah 

Kita harus benar-benar beriman kepada Allah dan bertawakal kepadanya,
sebagaimana firmanNya: "sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas
orang-orang beriman dan orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka
saja." (QS. An-Nahl:99) 

Mencari ilmu syar'I dari sumber-sumbernya yang shahih 

Dengan ilmu tentang Al-Qur'an dan As-Sunnah seorang hamba akan dapat
mengenal batasan-batasan Allah sehingga dia tidak akan tertipu oleh bisikan
setan. 

Ikhas di jalan Dien ini 

Allah ta'ala berfirman yang artinya:" Iblis berkata, Demi keagunganMu aku
akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di
antara mereka" (QS. Shaad:82-83). 

Dzikir (ingat) kepada Allah Ta'ala dan berlindung dari godaan setan terkutuk


Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Jika kamu ditimpa sesuatu godaan
setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar
Lagi Maha Mengetahui." (Al-A'raaf:200) 

Demikian pula pembacaan Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) dijelaskan
dalam hadist keutaman keduanya untuk melindungi kita dan mencegah dari
gangguan setan. Begitu pula pembacaan ayat kursyi, karena ayat ini dapat
menjaga dari setan. Wallahu a'lam 

DR. Abdullah Al-Khatir dari bukunya "Madaakhilu As-Syaithan 'Alash
-Shalihin" 

Risalah Al-Hujjah No: 46 / Thn IV / Shafar / 1423H 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke