Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Perdebatan seputar "wafatnya" nabi Isa 'alaihissalam.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman dalam Q.S Al Imran 55, yang artinya: "Ketika
Allah berfirman kepada nabi Isa 'alaihissalam, :"Sesungguhnya aku mewafatkan
engkau, dan mengangkatkan engkau kepadaku, dan aku mensucikan engkau dari pada
orang-orang kafir".
Huruf "Idz" pada`ayat pertama, adalah shilah(sambungan), dari firman Allah
Ta'ala "Wamakarallaahu", pada ayat sebelumnya, "wamakaruu, wamakarallahu,
wallahu, khairul maakiriin".
Ahli Takwil berbeda pendapat dalam hal kalimat "Al wafat".
Ada yang mengatakan wafat disini bermakna "Annaum=tidur". Dalilnya adalah :
Dari rabi' ia berkata, maksud dari firman Allah Ta'ala "Inniy mutawaffiika"(Aku
mewafatkan kamu), adalah wafaatu fil manaam(wafat dalam tidur).
Dari Hasan, Rasulullah berkata pada kaum Yahudi :"Sesungguhnya Isa, tidak
mati(lam yamut), tetapi beliau akan datang kepada kamu kelak sebelum tiba hari
kiamat)
Ulama lain berpendapat(dalam tafsir Attabbarijuz 3 hal 1806), maknanya disini
adalah menggenggamnya dari bumi.
Pendapat Ibnu Abbas sendiri dalam tafsirnya mengatakan, mutawafiika adalah
mengangkatnya.(tafsir Ibnu Abbas hal 63). Kalimatnya Didahulukan yang terakhir,
diterakhirkan yang awal.
Dan masih banyak lagi dalil-dalinya.
Ada juga pendapat yang lain mengatakan :"Inni mutawaffiika", adalah
mematikannya. Namun, riwayatnya sangat sedikit sekali, boleh dikatakan hanya
satu perawi saja.Dari Imam Ali,Ibnu Abbas.(Inni mutawaffika, ya'ni inniy
mumiituka)(Aku mewafatkan engkau, yakni mematikan Engkau).
Riwayat ini terdapat dalam tafsir Attabbary hal 1808, namun, dalam foot notenya
disebutkan dari tafsir Ibnu Abi Hatim 2:661).(Saya belum meneliti derajat
hadits ini bagaimana)
Sementara setelah saya teliti betul tafsir miliknya Ibnu Abbas, malah beliau
menyebutkan Mutawaffika, adalah mengangkatkannya.
Kemudian Abu Ja'far Imam Attabbariy memberikan pendapat yang rajah(kuat) adalah
pendapat yang pertama, sebab makna ayat al wafat didukung oleh ayat yang lain,
mengatakan, bahwa kata wafat bukan hanya mati, namun wafatpun bisa dipakai
untuk orang yang sedang tidur. Dalilnya adalah dalam firman Allah Ta'ala
:"Huwalladzii yatawaffakum billaili"(Dialah yang mewafatkan(menjadikan kamu
tidur), pada malam hari)(Q.S Al Anaam 65
Dan dalil wafat artinya menggenggam juga, pada Q.S Azzumar 42:"Allahlah yang
menggenggam jiwa ketika matinya, dan juga yang tidak mati dalam keadaan
tidurnya".
Juga, andaikan Allah mematikan beliau saat itu, kemudian dihidupkan kembali
saat dekat hari kiamat, sebab sesuai dengan hadits Rasulullah, nabi Isa kelak
akan datang, menghancurkan salib dan sebagainya, sebelum terjadinya hari
kiamat. Berarti Nabi Isa mati dan hidup tiga kali, tidak sebagaimana manusia
lainnya, mati dan hidup dua kali, sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam surah
Al Ghaafir 60:11, Mereka berkata : Ya Tuhan kami, kamu mematikan kami dua kali,
dan menghidupkan kamu juga dua kali"(Lihat juga surah Arrum, 40). Dan dalil
yang paling kuat adalah firman Allah Ta'ala :"Wamaa qataluuhu, wamaa
shalabuuhu, walaakin syubbiha lahum"(mereka tidak membunuh nabi Isa, tidak pula
disalib, tetapi yang dibunuh dan disalib itu adalah yang diserupakan
dengannya).
Lantas, dalam firman Allah diawal tadi, dilanjutkan dengan kalimat, waraafi'uka
ilayya"(aku menggenggam engkau padaku), maksudnya jelas, digenggam, karena yang
dipakai huruf jar disana adalah 'Ila", buka ''ala". Rafa'a ila, dengan rafa'a
'ala, tentu arti keduanya berbeda. Serupa tapi tak sama.sama dengan rafa'a bi,
dan rafa'a min(membangun).Lihat Q.S AlBaqarah 127, Ingatlah ketika nabi Ibrahim
dan ismail membangun. Disana dipakai kata Rafa'a juga(namun huruf jarnya adalah
min), maka artinya bukan mengangkat, atau mengenggam sebagaimana rafa'a ilayya.
Wallahu'alam bisshawaab.
Demikian, semoga menjadi bahan renungan bersama.
Wassalamu'alaikum. Rahima. Cairo 12 Agustus 2008
[Non-text portions of this message have been removed]