http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7460:vaksinasi-mencelakakan-manusia&catid=1:nasional&Itemid=54

Vaksinasi Mencelakakan Manusia?                 
                                                
                                
                
                                
                                
                
                                
                                
                                        








        
                
        




        
                Thursday, 28 August 2008 14:14  





    Sistem
imun manusia hilang karena adanya sistem sekuler yang melanda dunia.
Sistem syari'ah sama dengan sistem imun manusia. Satu dirusak yang lain
ikut rusak     

    Hidayatullah. com—"Vaksinasi,
masihkah diperlukan?, " demikian tema diskusi Forum Kajian Tokoh
Muslimah-Hizbut Tahrir Indonesia, di Gedung Wisma Dharmala Sakti,
Jakarta, Rabu, (27/8), siang.
  Untuk
menjawab pertanyaan di atas, para panelis memaparkan data-data ilmiah
seputar sistem imunitas manusia, latar belakang dan dampak vaksinasi,
serta solusi yang ditawarkan Islam bagi kesehatan.  Diskusi
menghadirkan dua pembicara, Dr. Rini Syafri, M.Si dari DPP HTI dan dr.
Flora Ekasari, Sp.P, praktisi kesehatan dari RS Pusat Angkatan Udara.  Dalam
kesimpulannya, Dr. Rini Syafri mengatakan, sistem imun (daya tahan
tubuh) manusia hilang karena adanya sistem sekuler yang melanda dunia.  Rini
melanjutkan, vaksin terinspirasi dari pembentukan imunitas spesifik
secara alami berdasarkan manfaat sesaat. "Akhirnya penganut ideologi
sekuler menjatuhkan pilihan pada vaksin untuk meningkatkan imunitas,"
ujar Rini.
  Alih-alih
membuahkan imunitas, lanjut Rini, vaksinasi malah mencelakakan manusia.
Hal inilah yang mendorong Amerika Serikat mendirikan The Vaccine Adverse Events 
Reporting System (VAERS),
yang mencatat berbagai reaksi buruk yang disebabkan oleh berbagai
program vaksinasi. Di antaranya vaksinasi DPT (Difetri, Pertusis,
Tetanus), Hib (Haemophilus Influenzae tipe B), MMR (Measles, Mumps,
Rubella), dan OPV (Oral Polio Vaccine). Menurut laporan VAERS, dari
tahun 1999-2002 tercatat 244.424 kasus, dengan 2.866 kasus kematian.
  Begitu
seriusnya, sehingga Kongres AS memberlakukan Undang-Undang Kompensasi
Cedera Vaksin Anak-anak Nasional pada tahun 1986 dan mewajibkan
pencatatan kejadian buruk. Bahkan kesadaran masyarakat di AS dan
beberapa negara eropa seperti Prancis, Kanada, Inggris, dan Belanda
telah membatalkan beberapa program vaksinasi.
  Berbagai efek negatif ini, kata Rini, ditimbulkan sejumlah bahan berbahaya 
yang terdapat dalam vaksin seperti mikroorganisme (bakteri atau virus) yang 
dilemahkan atau dimatikan, logam berat (thimerosal), dan alumunium hidroksida.
  Rini
melanjutkan, potensi bahaya vaksin juga terjadi dikarenakan proses
pemberiannya. Sebab, berbagai bahan asing itu dipaksakan masuk ke dalam
tubuh atau tidak alami. Bersamaan dengan cara masuk yang tak lazim itu,
masuk pula berbagai benda yang sesungguhnya berbahaya bagi tubuh.  Namun,
kata Rini, berbagai catatan kelam seputar program vaksinasi seolah
lenyap. "Terhimpit oleh jurnal-jurnal ilmiah dan laporan WHO (badan
kesehatan dunia) yang datang membawa segudang data malaikat.  "Orang
menjadi tidak mendapat kesempatan untuk bertanya: benarkan semua data
tersebut? Benarkah tidak ada kepentingan perusahaan vaksin di
dalamnya?" katanya
  Solusi  Sebagai jalan keluar, pemateri menawarkan beberapa poin solusi: 
pertama,
ketakwaan. Sistem sekuler meniadakan aspek spiritualitas (ruhani).
Sedang Islam menjadikan ruhani atau sifat takwa sebagai pilar kehidupan.  
Ketakwaan
sebagai sumber energi untuk mengelola emosi positif. Ketakwaan ini
dimanifestasikan dengan mentaati syari'at Allah SWT. Di antaranya
dengan makan makanan yang halal dan baik.
  Kedua,
perilaku seks sehat. Perilaku seks bebas terbukti telah menjadi faktor
lahirnya berbagai penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, HPV,
Gonohore, dsb. Sedang, demi maslahat manusia, Islam telah melarang
aktivitas seks bebas (zina), dan perilaku seks menyipang seperti
homoseksual.  Ketiga,
hidup bersih dan lingkungn sehat;  Beraktivitas sesuai kapasitas dan
jam biologi tubuh; Pengelolaan sumber daya alam bebas polutan dan
menjaga kelestarian alam; serta Jaminan pemenuhan kebutuhan pokok oleh
negara. [sur/www.hidayatullah. com]

"Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa, 
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan 
silaturahmi." (Muhammad SAW). 
  kampusku 
  Blogku



      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke