---------- Forwarded message ----------
From: tsaqafah media <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 14 Okt 2008 04:17
Subject: Re: [syiar-islam] Fw: hubungan persusuan
To: Slamet Budiman <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Syiar Islam <[EMAIL PROTECTED]>,
[email protected]

Ketika seseorang telah memasuki masa baligh, ia diwajibkan shalat kapan dan
di mana saja ia berada. Kecuali ia dalam keadaan tiga perkara, tertidur,
gila, dan lupa. Sebab, shalat adalah satu-satunya ibadah yang selalu mesti
dilaksanakan dan tidak bisa diganti dengan fidyah seperti puasa Ramadhan.
Oleh sebab itu, sekalipun seseorang sakit, ia tetap dituntut untuk
melaksanakan shalat  fardhu yang lima. Hanya saja, Allah dan rasul-Nya
memberikan keringanan (rukhsah) bagi orang-orang yang sakit dan dalam
kondisi-kondisi tertentu yang mendesak atau darurat.

Apabila si sakit tidak mampu melakukannya sambil berdiri, ia bisa
melakukannya sambil duduk. Apabila tidak bisa juga, ia bisa melakukannya
sambil berbaring. Dan, apabila tidak juga ia bisa melakukannya sekalipun
hanya dengan isyarat kedipan mata. Demikianlah, shalat mesti selalu
dilaksanakan, namun juga disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kondisi
tertentu.

Selain shalat dalam keadaan sakit, ada juga shalat dalam kondisi perang,
dalam perjalanan, atau ada bencana. Dan, ketika kita sedang shalat lalu ada
kondisi-kondisi tertentu yang tidak diperkirakan sebelumnya, misalnya ada
orang yang mengetuk pintu, anak menangis, handphone berbunyi, atau kita
mesti mematikan kompor di dapur kita. Semua itu mesti adanya pembahasan ilmu
fikih yang membahasnya, agar kita bisa melakukan tindakan dan tata cara
ibadah dengan benar sesuai yang diajarkan Islam agar shalat kita diterima
dan tidak sia-sia.

Di dalam buku *"Panduan Pintar
Shalat"*<http://qultummedia.com/Ibadah-dan-Doa/Panduan-Pintar-Shalat.html>
yang disusun oleh *DR. KH. Muslih Abdul Karim, Lc.,
M.A*<http://qultummedia.com/KH.-Dr.-Muslih-Abdul-Karim-M.A.html>.
& *Muhammad Abu Ayyash*
<http://qultummedia.com/Muhammad-Abu-Ayyash.html>ini dijelaskan secara
detil tentang permasalahan shalat dan sekitarnya.
Sehingga Anda bisa menjadikan buku sebagai panduan dalam membimbing ibadah
shalat Anda agar sesuai yang diajarkan Rasulullah saw.

Di dalamnya di antaranya dibahas sekitar thaharah, etika buang air, wudhu,
mandi, tayamum, haid dan nifas, adzan dan iqamat, shalat, tuntunan shalat
sesuai ajaran Rasulullah, tip menggapai shalat khusyuk, zikir dan doa
ma`tsurat sesudah shalat, sujud sahwi, sujud tilawah, sujud syukur, shalat
berjamaah, shalat orang sakit, shalat orang bepergian, shalat Jum'at, shalat
jamak dan qashar, shalat jenazah, shalat gaib, shalat khauf, shalat nawafil
(tahajud, dhuha, witir, hajat, dll.), dan  gerakan-gerakan shalat dalam
kondisi-kondisi tertentu.

Buku ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin mempelajari dan meluruskan
ibadah shalatnya sehingga amal ibadahnya menjadi amalan yang bermanfaat di
akhirat kelak, yakni berupa pahala dan kebaikan yang akan menyelamatkan dari
api neraka dan menghantarkan ke pintu surga.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke