Dear All,

Dampak penuh krisis ekonomi global diperkirakan akan melanda Indonesia paling 
lambat akhir tahun 2009. Pelan-pelan namun pasti, dampak krisis ini mulai 
terasa kini. Harga kelapa sawit anjlok menjadi Rp 300,- per kilogram. Setara 
harga 3 buah permen Relaxa. Penurunan komoditi usaha tidak diimbangi menurunnya 
harga kebutuhan pokok (inflasi).
 Anjloknya harga semua  komoditi ini akan menyebabkan perusahaan atau dunia 
usaha khususnya sektor riil rugi besar. Tidak ada pemasukan dana untuk menggaji 
karyawan. Sebentar lagi kemungkinan akan banyak PHK besar-besaran. PT. Pepsi 
Internasional telah memulai dengan merumahkan  sekitar 3 ribu karyawannya. 
Tentu, ini akan makin melemahkan daya beli masyarakat dunia.


Bank Central Afrika memprediksi jumlah penduduk miskin Afrika bertambah minimal 
10 juta orang. World Bank menyatakan penduduk dunia yang menderita gizi buruk 
bertambah menjadi 967 juta orang.

Khusus Indonesia, kebijakan pemerintah tidak memihak pada usaha riil 
masyarakat. Pemerintah malah cenderung memihak sektor finansial (non riil) dan 
moneter. Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 9,5 persen, yang nantinya 
berakibat pada lesunya dunia usaha sektor riil. Bunga tinggi menyebabkan 
pinjaman kredit juga tinggi. Orang malas meminjam kredit bank untuk membuka 
lapangan kerja atau usaha.

Padahal kebangkitan sektor riil akibat krisis 1998 belum pulih benar. Secara 
periodik minimal 7 tahun sekali telah  terjadi siklus krisis ekonomi global, 
dan ini akan terus berulang. Dalam setiap krisis akan selalu meminta korban 
puluhan juta, khususnya orang-orang yang lemah dan miskin. 

Sistem ekonomi yang diterapkan seluruh dunia, telah membuat kondisi ekonomi 
masyarakat seperti membuat istana pasir di tepi laut. Belum selesai bangkit 
perekonomian, telah disapu kembali tsunami krisis ekonomi. Lalu  mulai usaha 
nol kembali. Terus begitu dan berulang.

Btw, krisis ekonomi telah menyebabkan pabrik kertas terpukul. semoga ini tidak 
akan berpengaruh terhadap dunia informasi dan dunia pendidikan. Sebab, jika 
jumlah produksi kertas terbatas, harga kertas akan mahal, maka buku, majalah, 
media cetak akan mahal juga. Sedangkan daya beli masyarakat saat ini sedang 
melemah. Berulangkali saya ucapkan dan izinkan kembali saya ucapkan: SELAMAT 
DATANG KRISIS EKONOMI GLOBAL..DAN SIAPKAN MENTAL SPIRITUAL KITA UNTUK 
MENGHADAPINYA.

 Di setiap krisis selalu ada tantangan dan peluang baru, dan ingatlah selalu; 
Allah ma'anaa, maka kembalilah ke jalan-Nya kembali, segera!

salam prihatin,
aris

Pabrik Kertas Terpukul
Krisis Finansial Turunkan Permintaan

      
Jumat, 17 Oktober 2008 | 00:34 WIB

Pekanbaru, Kompas - Dampak krisis finansial
global mengakibatkan pabrik pulp dan kertas terbesar di Tanah Air, PT
Riau Andalan Pulp and Paper dan PT Indah Kiat Pulp and Paper, harus
mengurangi produksi karena kurangnya permintaan dari luar negeri.”Pengurangan
produksi kami mencapai 30 sampai 40 persen dan kami tidak tahu kondisi
ini akan berlangsung sampai kapan,” ujar Rudi Fajar, Direktur Utama PT
Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang dihubungi Kamis (16/10).Dengan
berkurangnya kapasitas sampai 40 persen, Rudi mengatakan, pihaknya
hanya mengoperasikan satu dari dua pabrik yang terpasang. Selain itu,
manajemen telah melakukan sejumlah penghematan di segala bidang.”Kami
hanya tidak melakukan penghematan untuk penyediaan bahan baku, bahan
bakar, dan gaji pegawai. Sementara dalam bidang-bidang yang lain,
seluruhnya sudah dilakukan penghematan, misalnya mengurangi perjalanan
dinas dan lain-lain,” tegas Rudi.EfisiensiSecara
terpisah, Humas PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), Nurul Huda,
mengatakan, pihaknya masih mengoperasikan dua pabrik. Meski demikian,
pihaknya juga telah melakukan efisiensi di segala bidang.Menurut Nurul, PT IKPP 
sedang mencari pasar baru selain Eropa dan China yang selama ini mendominasi 
pasar ekspor.”Kami akan berupaya membuka pasar Timur Tengah yang mungkin tidak 
terlalu terkena imbas krisis global,” katanya.Meski
sudah melakukan efisiensi, baik PT RAPP dan PT IKPP belum bermaksud
mengurangi karyawan dengan jalur pemutusan hubungan kerja. Namun, Rudi
mengatakan, pihaknya terpaksa memutus kerja sama dengan beberapa
kontraktor karena berkurangnya produksi.”PHK merupakan jalan
terakhir. Namun, kami tidak tahu dengan karyawan kontraktor apakah
sudah ada pemutusan hubungan kerja,” kata Rudi.Adapun, Nurul
mengatakan, kontraktor yang sudah memiliki surat perintah kerja tetap
bekerja sesuai kontrak. Namun, kontraktor yang belum memiliki SPK akan
dievaluasi kembali. Bila pekerjaan masih dikategorikan prioritas akan
dilanjutkan, tetapi kalau masih dapat ditunda akan diberhentikan
sementara.MembantahNurul membantah rumor
yang beredar di Pekanbaru bahwa PT IKPP akan merumahkan 800 karyawannya
bila krisis belum berakhir dalam dua bulan ke depan.”Belum, kami belum akan 
melakukan PHK. Mudah-mudahan, krisis segera berakhir,” kata Nurul.Menurut Rudi, 
beberapa pembeli luar negeri sebenarnya masih berkeinginan membeli pulp dari PT 
RAPP.Namun,
tidak ada kejelasan bagaimana skema pembayaran. Daripada nantinya
pembayaran macet, PT RAPP belum dapat melakukan pengiriman.Di
pasar internasional, kata Rudi, harga pulp saat ini telah anjlok lebih
dari 30 persen. Harga sebelumnya mencapai 850 dollar AS per ton, tetapi
saat ini tinggal 550 dollar AS.PT RAPP dan PT IKPP adalah dua
produsen pulp dan kertas yang terbesar di Indonesia. Produksi dua
perusahaan ini mencapai 65 persen dari total produksi nasional.
Produksi PT IKPP dan PT RAPP mencapai 4 juta ton per tahun. (SAH)


"Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa, 
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan 
silaturahmi." (Muhammad SAW). 
  kampusku 
  Blogku


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke