Semoga Bermanfaat untuk kita dan keluarga kita....

  ----- Original Message ----- 
  From: Arsil Azim 
  To: Slamet Budiman ; [EMAIL PROTECTED] ; P'Yudha ; Pak Im ; las war ; Laksmi 
Sari ; Boy SPU Pekanbaru ; Ade Bkpn Pdg 
  Cc: Hessa ; Kemis Wiyono ; M. Ichsan A ; Edy tarigan ; Fajar Wahyudi ; [EMAIL 
PROTECTED] ; Capem Kr. Jati Balikpapan 
  Sent: Friday, October 31, 2008 8:25 AM
  Subject: Re: [LBU] Fw: [syiar-islam] Kurangnya Kepedulian Ummat Islam akan TV 
Komunitas


  Mas Budiman, ini ada Opini tentang bagaimana membentengi diri dari TV sekuler 
dari teman saya di London, negara yang mayoritas penduduknya Non Muslim,  
diantaranya said good bye to TV.
   sementara ini kitalah sendiri yang memilah Program Acara yang pantas dilihat 
dan tidak jikapun kita harus menonton TV.
  Semoga TV Islam Segera terwujud.
  
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


  From Nin Mulhadi.....

  Aku juga menyambut dengan suka cita Ta.....

  Tentang TV.... 
  Kami juga sudah said good bye to TV for 2 years...
  Alhamdulillah.... everything is better...
  Semoga TV Islam segera terwujud... Boleh lah nanti membeli TV lagi...

  --- On Fri, 10/31/08, Ita Ari Lutfiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    From: Ita Ari Lutfiana <[EMAIL PROTECTED]>
    Subject: [smanza balikpapan] Re: Perlunya TV Islam
    To: [EMAIL PROTECTED]
    Date: Friday, October 31, 2008, 1:35 AM


    Mas Arsil yang disayang Allah...

    Saya dapat kabar, RUU APP telah disyahkan hari ini. Mungkin diantara 
    para milister disini, hanya saya yang menyambut berita ini dengan 
    perasaan yang susah untuk diceritakan. .. yang pasti saya terharu 
    dengan usaha yang dimotori seorang ummahat bisa tembus sampai ke 
    parlemen, tidak untuk membela bapak2 dan ibu2, mas2 atau mbak2. tapi 
    mengusahakan semuanya demi mental dan akhlak generasi yang akan 
    datang. menyelamatkan anak-anak dari beragam kemaksiatan yang sudah 
    membumi. Maaf, sengaja saya tidak menyebutkan orang dewasa, karena 
    kemampuan berpikir dan memilah2 mana yang menjadi lingkungannya sudah 
    pasti berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. 

    mengenai TV Islam...
    sekali lagi saya berpendapat sebagai ibu rumah tangga biasa, masih 
    belum melihat sisi prioritas disini. mungkin bolehlah kalau kita 
    menginginkan hal ini sebagai keinginan bersama atau kalau boleh saya 
    bilang MIMPI. Boleh kan mimpi...? nggak dosa kok.

    Tapi untuk mewujudkan mimpi itu kita membutuhkan banyak kesabaran, 
    kecermatan, ketelitian, ketelatenan sekaligus keteladanan. Agar jika 
    nantinya mimpi itu kita raih dan semua sudah ditangan, menjadi tidak 
    potensial lagi karena kurangnya banyak hal yang mendukung. selain 
    tenaga yang kurang termasuk dalam hal ini, masalah dana. 

    Dan masalah dana kan nggak hanya dana yang tinggal jadi. masalah 
    overhead dan cost yang tinggi juga perlu diperhitungkan kan bro..?? 
    kalau biaya yg dibutuhkan TV dari iklan... saya juga dengar bahwa 
    hutang mereka pun sudah segunung di masing2 stasiun2 TV swasta di 
    negeri kita. jadi dari segi bisnis, Stasiun TV kurang menjanjikan. ..

    dari segi waktu, sudah banyak juga kok ummat islam yang sadar diri. 
    Tidak menghabiskan banyak waktunya di depan kotak kecil itu. Masih 
    banyak tugas penting yang harus dikerjakan, even sebagai ibu rumah 
    tangga sekalipun. 

    mungkin saya lihat sebagai skala prioritas, stasiun TV Islam masih 
    belum diperlukan. walaupun itu juga termasuk bagian dari mimpi saya.
    bisa jadi mimpi kita nanti bisa mendirikan stasiun TV semegah Al 
    jazeerah. kt teman saya dari palestine, kita bisa cerdas kalau nonton 
    Al Jazeera seharian. hehhehe... maka saya benar2 percaya kalau ada yg 
    mengatakan bahwa gaungnya Al jazeera bisa menggetarkan hati dan 
    meluruhkan ketakutan amerika dan musuh2, seperti QS Al Anfaal : 60 
    yang disebut di email sebelumnya. InsyaAllah, kalau kita sudah siap, 
    segala potensi bergabung, jangankan bergerak... baru mendengar 
    bersatunya ummat saja, saya yakin, musuh2 bisa lari ketakutan.

    saya sih sering mengataan ini... JANGAN NONTON TV, karena kotak kecil 
    itu lebih banyak mendatangkan mudharat yang sangat tidak bermanfaat.

    maaf kalau ada yg tidak berkenan...

    hanya tulisan ibu rumah tangga biasa...

    wassalam,
    Ita


    ----- Original Message ----- 
    From: Slamet Budiman 
    To: [EMAIL PROTECTED] ; P'Yudha ; Pak Im ; las war ; Laksmi Sari ; Boy SPU 
Pekanbaru ; Ade Bkpn Pdg 
    Sent: Wednesday, October 29, 2008 5:29 PM
    Subject: [LBU] Fw: [syiar-islam] Kurangnya Kepedulian Ummat Islam akan TV 
Komunitas



    ----- Original Message ----- 
    From: A Nizami 
    To: syiar-islam ; sabili ; padhang-mbulan ; Saksi ; Forsimpta 
    Sent: Wednesday, October 29, 2008 10:31 AM
    Subject: [syiar-islam] Kurangnya Kepedulian Ummat Islam akan TV Komunitas


    Assalamu’alaikum wr wb,

    Kurangnya Kepedulian Ummat Islam akan TV Komunitas

    Mengapa RUU Anti Pornografi selalu tertunda-tunda dan
    pornografi makin merajalela?
    Mengapa kekerasan bahkan pembunuhan dengan mutilasi
    memotong-motong tubuh korban kian marak?
    Mengapa aliran sesat semakin banyak di Indonesia?

    Itu karena ummat Islam nyaris tidak memiliki senjata
    dakwah massal, yaitu TV.

    Sebaliknya kaum Non Muslim dan Sekuler punya banyak TV
    Nasional yang menyiarkan tampilan yang mengumbar aurat
    / pornografi di Indonesia. Konglomerat Yahudi Ruppert
    Murdoch saja punya 2 TV Swasta di Indonesia! 

    Dengan senjata TV, mereka siarkan kekerasan dan
    pornografi di Indonesia.

    Sebaliknya ummat Islam Indonesia nyaris tidak memiliki
    TV. Jika pun ada yang membuat TV, yang lain hanya
    ongkang-ongkang kaki. Sedikit sekali yang mau turut
    menyumbang.

    Padahal Allah SWT menyuruh ummat Islam menyiapkan
    senjata, termasuk senjata dakwah seperti TV:

    “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa
    saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang
    ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu)
    kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang
    orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya;
    sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu
    nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi
    dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya
    (dirugikan).” [Al Anfaal:60

    Teman saya, pak Budiman yang dulu mendirikan Ar Rahman
    Channel yang bisa dinikmati lewat antena parabola,
    saat ini sudah menutup Tvnya karena kekurangan dana.

    Global TV yang rencananya jadi TV Ummat Islam, meski
    sudah terkumpul puluhan milyar, tetap kekurangan dana
    hingga dijual ke pihak lain.

    MQTV yang sudah mengudara di Bandung dengan modal
    sekitar Rp 15 Milyar di wilayah Jabar, terpaksa memPHK
    60 karyawannya dan beroperasi kembali dengan tenaga
    kerja lepas.

    Ini semua terjadi karena kurangnya ghirah ummat Islam
    untuk menginfakkan hartanya di bidang TV.

    Kenapa Habib Rizieq Syihab dan Munarman dipenjara?
    Itu karena opini dari TV kelompok Kafir dan Sekuler.

    Padahal jika ada yang berinfaq Rp 150 juta saja, insya
    Allah bisa dibuat TV Komunitas dengan jangkauan 5 km
    yang dapat menjangkau 900 ribu lebih pemirsa. Jika ada
    10 TV semacam itu, maka seluruh Jakarta bisa
    terjangkau.

    Dengan biaya itu, niscaya tokoh2 Islam macam Habib
    Rizieq tidak akan masuk penjara karena opini TV. TV
    Komunitas bisa dipakai untuk melawannya. Jika banyak
    ummat Islam bisa beli Kijang Innova yang harganya Rp
    200 juta, mengapa tidak ada yang mau menginfakkan uang
    sebesar itu untuk membangun TV Komunitas?

    Mengapa saya ajukan TV Komunitas?

    “Besar Pasak daripada Tiang”, begitu nenek moyang
    kita menasehati anaknya. Artinya pengeluaran tidak
    boleh lebih dari pemasukan. TV Nasional dan TV Lokal
    itu perlu biaya tinggi untuk menggaji karyawannya.
    Sebagai contoh, meski satu TV Lokal sudah mendapat
    iklan Rp 80 juta/bulan, namun gaji 60 karyawannya
    paling tidak Rp 180 juta/bulan. Belum lagi yang
    lainnya.

    Oleh karena itu TV Komunitas yang dioperasikan dengan
    semangat jihad dan dakwah adalah solusinya. Seandainya
    ada yang harus digaji, paling cuma 1 operator dengan
    gaji Rp 2 juta/bulan. Ada pun isinya bisa dibuat
    bersama2 oleh Komunitas.

    Sebagai contoh, mailing list
    [email protected] yang saya buat itu boleh
    dikata 95% isinya yang menulis adalah komunitas. Bukan
    saya. Semua tidak ada yang menggaji. Toh semua tetap
    semangat membuat tulisan2 dakwah.

    Insya Allah dengan ada TV Komunitas ini banyak ummat
    Islam yang mau menyumbangkan film yang dibuatnya.
    Apalagi Video Kamera harganya semakin turun hingga
    hanya Rp 2 juta/kurang.

    Untuk info TV Komunitas bisa dilihat di:
    http://islamicbroadcasting.wordpress.com

    Wa’alaikum salam wr wb

    ===
    Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
    Informasi selengkapnya ada di:
    http://www.media-islam.or.id

    Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

    Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

    Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari 
Telkomsel 
    Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com

    __________________________________________________________
    Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
    Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan 
@rocketmail. 
    Cepat sebelum diambil orang lain!
    http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/



     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke