Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakaatuh.
Berbuat Baik Pada kedua orang tua kita
Allah Subhanahu wata'ala berfirman : "Dan Allah telah mewajibkan kepada kamu,
agar jangan menserikatkan sesuatupun kepadaNya, dan kepada kedua orang tua,
maka berbuat baiklah"(Q.S Annisa 36).
Dari Abdullah bin 'Amru radhiallahu'anhuma berkata : telah datang kepada
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam seorang lelaki yang berba'iat untuk
hijrah, dan dia meninggalkan kedua orang tuanya dalam keadaan menangis. Apa
sabda Rasulullah kepadanya? Kembalilah kepada keduanya, buatlah keduanya
tertawa, sebagaimana kamu telah membuat keduanya menangis".(H.R Abdurrazzaq,
Bukhari fil adab, hakim fil mustadrak, dan ia berkata, hadist ini isnadnya
shahih).
Para ulama telah sepakat dari uaraian ayat dan hadits, bahwa berbuat baik
kepada kedua orang tua adalah suatu kewajiban, sementara membantah/membangkang
keduanya adalah haram hukumnya.
'Uququl waalidaini"Para ulama menjelaskan akan ayat ini, bahwa :" Membangkang
pada keduanya, hanya sekedar menyatakan "Ah/Cis saja sudah haram hukumnya,
apatah lagi lebih dari itu, yang paling kecilnya saja haram, apatah lagi yang
lebih besar dari itu".
Banyak diantara kita yang kurang menyadari, akibat kurangnya pendalaman kita
terhadap ajaran agama kita, sehingga merasa, membangkang kedua orang tua hanya
perkataan Cis/ah saja. Atau hanya sekedar melawan pada orang tua atas
perintahnya. Padahal, Cis, atau Ah itu adalah yang teringan dari
pembangkakangan anak kepada ortunya.
Dari Ibnu Abi Syaibaj, dari Muadz bin Jabal, bahwasanya ada seseorang berkata
kepadanya :Apa hak kedua orang tua terhadap anaknya? Ia berkata: :"kalau engkau
keluarkan segala harta dan keluarga kamu, sungguh masih belum kamu bisa
menunaikan hak-hak mereka sepenuhnya".(H.R Bukhari fi al adab).
Berbuat baik kepada orang tua, dapat menghapuskan dosa-dosa besar
Dari Ibnu Umar radhiallahu'anhuma berkata: "Telah datang kepada Rasulullah
seorang lelaki, kemudian dia mengadu :"Aku telah melakukan suatu dosa yang
sangat besar, apakah ada taubat untukku?"Kemudian Rasulullah bertanya :" Adakah
kamu masih memiliki seorang Ibu?(dalam riwayat yang lain, adakah kamu masih
memiliki kedua orang tua?). Kemudian dia menjawab :"Tidak!". Kalau begitu, kamu
punya Bibi tidak? Ia menjawab :"Iyah", maka berbuat baiklah kepadanya.(H.R At
Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ahmad, Hakim, dan beliau berkata hadits ini shahih
menurut syarat Bukhari dan Muslim).
Dosa-dosa besar ini, sepanjang berkaitan dengan urusan hak Allah ta'ala. Adapun
bila dosa besar tersebut berkaitan dengan hak manusia, maka sang pembuat dosa
harus meminta maaf padanya dan mengembalikan hak yang disakiti terlebih dahulu.
Berbuat baik pada kedua orang tua, penyebab masuk surga
Apabila berbuat baik kepada orang tua, penyebab masuk surga, maka berbuat jahat
dan membangkang orang tua, bisa membuat seseorang masuk neraka.
Dari Siti 'Aisyah beliau berkata. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam
bersabda: "Aku masuk surga, kemudian aku mendengar bacaan. Kemudian aku
bertanya:"Siapakah orang ini? Dijawab kepadanya : Haritsah bin An Nu'man.
Kemudian Rasulullah bersabda :Demikianlah balasan akibat berbuat baik kepada
kedua orang tua, dan Haritsah ini, adalah sebaik-baik manusia yang berbuat baik
kepada ibunya".(H.R Ahmad, hakim dan hadits ini menurut para Ulama
shahihulisnad).
Dalam riwayat lain disebutkan :"Celakalah seseorang, yang mana apabila
disebutkan namaku, dia tidak bershalawat atasku, dan bila masuk bulan ramadhan,
sebelum mendapat pengampunan, seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya
dalam keadaan sudah tua, dan dia sudah dewasa, tidak meyebbakan ia masuk
surga(akibat tidak berbuat baik kepada kedua orang tuanya tatkala keduanya
masih hidup).(H.R Ahmad dan Muslim).
Dalam riwayat lain, dalam kitab shahih Ibnu Hibban. Dari hadits Abi
Hurairah:"Barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup, dan dia
sudah dewasa, kemudian dia tidak berbuat baik kepada keduanya, maka bila ia
mati, kelak masuk kedalam api neraka. Katakanlah wahai Muhammad aaamin. Maka
Rasulullah pun bercerita, akupun mengaminkan do'a itu.".
Luar biasa pahala dan ganjaran akibat berbuat baik kepada kedua orang tua kita.
Bagaimanakah ganjaran bagi mereka yang menyakiti. Jangankan menyakiti, tidak
berbuat baik pada kedua orang tua saja, bisa dimasukkan kedalam api neraka,
apatah lagi menyakiti hati keduanya. Menyatakan Cis/ah yang paling kecil saja
haram, apatah lagi lebih dari itu, mencela, mencaci, menjelekkan keduaorang
tua, atau salah satu diantara keduanya. Apakah ganjaran dari manusia semacam
ini.
Apabila kita menemukan seseorang melakukan hal ini pada orang tuanya, maka kita
disuruh untuk menasehatinya. Bila tak mempan nasehat, maka jauhilah orang
tersebut. Karena bisa jadi kita terkena asap/baranya. Ini kalau hanya sekedar
teman biasa, bagaimana pula kalau ini terjadi pada pasangan hidup kita? Luar
biasa. Pantas sekali Rasulullah menyatakan :'Pilihlah teman yang baik-baik".
Lihatlah seseorang dari hatinya, agamanya, bukan dari luar tubuhnya.(bending
tubuh cantik, ini sudah tubuh jelek, hatipun jelek pula, apalagikah yang dapat
dibanggakan dari orang semacam ini? Tak ada, kecuali kebinasaan,
naudzubillahimindzalik).
Masih kuat dalam ingatan kita, akan kisah seorang nabi(kalau saya tidak salah
nabi Ibrahim, alaihissalamCMIIW), terhadap istri anaknya, yang mana tatkala ia
mengetok pintu rumah anaknya, menyatakan adakah sesuatu yang bisa dimakan?
Jangankan membuka pintu untuk mertua, jawaban sang menantu adalah "Tidak
ada".(Luar biasa).
Kemudian sang ayah, lantas menyuruh anaknya untuk melepaskan istrinya tersebut
dan menggantikan istri yang lain. Dan tatkala istri yang lain, didatangi oleh
beliau, ditanyakan hal yang serupa, sang menantu melayani sang mertua dengan
baik. Apa saran sang ayah pada anaknya itu ;"Pertahankan istri kamu itu".
Begitu sekali, kepatuhan pada orang tua, sampai masalah yang sangat esensial
begitu. Kalau diperhatikan kesalahan sang manantu hanya masalah pelit saja,
bagaimanakah kalau kesalahan menantu apabila sudah terlalu jauh, mencoreng nama
baik diri suami/keluarga suami?Bagaimanakah hukumnya ini dalam Islam, apakah
layak sang istri dipertahankan setelah beberapa kali diberi peringatan?Silahkan
mengkaji sendiri lebih dalam aturannya dalam agama kita ini.
Mungkin, inilah sebabnya Rasulullah sedari awal pernikahan sangat menekankan
untuk pemilihan pasangan terhadap kepribadian/agama pasangan itu sendiri. Ini
luar biasa pentingnya.
Lantas, kepatuhan pada orang tua sampai sebatas manakah. Dan orang tua yang
manakah yang layak untuk dipatuhi?
Jawabannya sebatas orang tua kita tidak menyuruh kita kepada ma'siat kepada
Allah ta'ala karena sabda rasulullah :"Tiada kepatuhan atas makluq atas maksiat
kepada Allah ta'ala".
Kemudian type orang tua manakah yang layak dipatuhi? Semua orang tua yang
menyebabkan kita ada dimuka bumi ini, meski orang tua kita sejelek apapun,
bahkan musyrik sekalipun, wajib untuk berbuat baik kepadanya, dan kepatuhan
padanya sebatas mereka tidak menyuruh ma'siat pada Allah ta'ala.(Silahkan
diruju' Q.S Luqman 14-15). Kisah seorang sahabat sa'ad bin Abi waqaas ada dalam
cerita ini, beliau memiliki ibu yang musyrikah, namun tetap Rasulullah menyuruh
berbuat baik kepadanya.
Keridhaan AllahTa'ala berada pada keridhaan orang tua
[Non-text portions of this message have been removed]