Dari milis tetangga:

Islandia bangkrut karena devisanya nol atau engga punya dollar
buat bayar import. Kalo devisa BI yg sekitar 50 miliar dollar
habis maka kita tidak bisa bayar utang luar negri karena kita
engga bisa bayar pake rupiah.

Jadi bangkrut disini adalah bangkrut dari segi valuta asing.
Tapi Amerika punya utang luar negri yang begitu gede ENGGA AKAN
pernah bangkrut karena dollar adalah mata uang negara Amerika,
tinggal nyetak doang...

Jadi untuk bayar utang, suatu negara harus mengexport barang,
menarik invetasi atau bikin pinjaman valas yg baru.

Coba kita bayangin devisa BI yg 50 miliar dollar itu senilai
ama apa ?.
- Kita ambil harga tanah dipusat kota = 10j/m2 (Jakarta).
- 50 miliar dollar ini dapet berapa m2 ?
- 50 miliar x kurs 10.000/ 10 juta = 50 jt m2 =
 atau tanah yg luasnya = 7km x 7km,

Luas Jakarta +- 650 Km2


Jadi kalo devisa BI habis, kita dinyatain bangkrut padahal
tanah RI itu ada dari Sabang ampe Meroke, itu tanahnya doang
belum isinya. Tapi gara gara bayar import dan utang harus pake
USD, maka tiap negara diseluruh dunia harus berusaha mendapatkan
USD.

Dunia memang maenan orang Amerika, udah kebawa sengsara akibat
ulah orang Amerika yg bikin krisis, masih mau nurut lagi ngumpulin
dollar... hehehe...

SR
http://tentangsaham.gate.hk

--- In [email protected], kus darmawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> 
> HTI-Press. Krisis keuangan global yang terjadi kini 
> merupakan fenomena yang menjadi pusat perhatian dunia, tidak saja
bagi pemikir 
> ekonomi mikro dan makro, tetapi juga bagi para elite politik dan
para pengusaha. 
> 
> Â  
> Dalam sejarah ekonomi, 
> ternyata krisis sering terjadi di mana-mana melanda hampir semua
negara yang 
> menerapkan sistem kapitalisme. Krisis demi krisis ekonomi terus
berulang tiada 
> henti, sejak tahun 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, dan 1998 â€"
2001 bahkan 
> sampai saat ini krisis semakin mengkhawatirkan dengan munculnya
krisis finansial 
> di Amerika Serikat. 
> Â  
> Roy Davies dan Glyn 
> Davies, 1996 dalam buku The History of Money From Ancient time oi
Present 
> Day, menguraikan sejarah kronologi secara komprehensif. dimana
sepanjang 
> abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis besar yang melanda banyak
negara. 
> Fakta ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, setiap 5 tahun terjadi
krisis 
> keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat
manusia. 
> 
> Â  
> Krisis ini pun 
> berimbas pada dolar yang kemudian membuat gonjang-ganjing keuangan
banyak Negara 
> di dunia.  Uang, dalam perekonomian mempunyai arti sangat penting.  
> Ketidakadilan alat ukur itu, karena instabilitas nilai tukar, akan
mengakibatkan 
> perekonomian suatu bangsa bahkan dunia, tidak berjalan pada titik
keseimbangan. 
> Akibatnya, akan semakin sulit merealisasikan keadilan ekonomi dan
kesejahteraan 
> rakyat. Inilah yang menimpa sistem uang kertas yang kita anut saat ini. 
> 
> Â  
> Uang kertas yang pada 
> dasarnya hanya berupa kertas, ternyata tidak memiliki nilai
intrinsik yang 
> murni. Akibatnya, fluktuasi nilai tukarnya terus terjadi. Baik
karena gangguan 
> sektor riil seperti korupsi dan bencana alam, maupun gangguan sektor
moneter 
> yang berpeluang menciptakan sistem ribawi. 
> Â  
> Potret ketimpangan 
> ekonomi yang melanda negara-negara dunia ketiga akibat penerimaan
mereka 
> terhadap sistem mata uang kertas (fiat money) Â menjadi bukti nyata
akan hal itu. 
> Fiat money adalah penggunaan mata uang berbasis kertas yang diterbitkan 
> pemerintah suatu negara tanpa disokong logam mulia (emas dan perak).
   
> 
> Â  
> Penggunaan fiat money 
> baru dikenal pada abad 20 ini. Penandanya, saat sistem Bretton Woods
ambruk pada 
> 1944. Emas yang selama ribuan tahun menjadi standar mata uang
(classical gold 
> standard) diganti dengan sistem kurs mengambang (flexible excange
rate) yang 
> sama sekali tak lagi bersandar pada emas. Dunia kemudian hanya
mengenal satu 
> mata uang kertas yang mendominasi perdagangan dan menjadi pilihan
mengisi 
> cadangan devisa oleh berbagai negara, yaitu dolar AS. Â  
> Â  
> Perombakan sistem moneter standar emas dunia adalah hasil 
> rekayasa Kapitalisme dalam rumusan Imperialisme Moneter melalui IMF
dan Bank 
> Dunia dengan metode hutang luar negeri, sistem moneter bukan standar
emas, 
> inflasi dengan sistem bank sentral, selisih kurs dan bunga melalui
mekanisme 
> pasar bebas. Dengan fluktuasi yang sedikit saja, maka hancurlah
sitem keuangan 
> dunia. Lebih lebih votalitas kurs ini bisa dipermainkan oleh
beberapa orang/ 
> lembaga saja di dunia ini. 
> Â  
> Penggunaan uang kertas 
> sebagai alat transaksi moneter internasional itu telah membuka ruang
bagi 
> munculnya penjajahan baru dan salah satu biang ketidakadilan moneter
di dunia. 
> Melalui mata uang kertas, sebuah negara dapat menjajah, menguasai,
bahkan 
> melucuti kekayaan negara lain. Negara yang memiliki nilai mata uang
kertas lebih 
> kuat menekan negara lain yang mata uang kertasnya lebih lemah. Â  
> Â  
> Contoh nyata 
> penjajahan melalui mata uang itu terlihat dalam penggunaan uang
kertas dolar 
> Amerika Serikat (AS) yang diterima oleh 60 persen penduduk bumi.
Inilah ironi 
> terbesar dunia saat ini. Â Dolar yang terdistribusi secara luas
menempatkan AS 
> pada tempat istimewa. Melalui dolarâ€"mata uang yang tak berbasis
pada emas ituâ€"AS 
> mengeksploitasi, memajaki warga dunia dengan mengalihkan beban
inflasi yang 
> ditanggungnya pada seluruh pemakai dolar di seantero dunia.
Negara-negara ketiga 
> didera krisis ekonomi berkepanjangan lantaran harus membayar inflasi
yang 
> ditimbulkan oleh penggunaan uang kertas tersebut. Â  
> Â  
> Bukan itu saja. 
> Ketidakadilan juga tersimak saat negara-negara ketiga menyerahkan
pelbagai 
> komoditas mereka seperti minyak, kayu dan kekayaan alam lainnya
sementara AS 
> cukup menukar semua komoditas itu dengan uang kertas yang bisa
dicetaknya kapan 
> saja. Â Â Sepanjang dolar tetap dipakai dalam pelbagai transaksi
moneter 
> internasional, ketimpangan moneter dan krisis ekonomi akan terus
melanda 
> negara-negara ketiga. Â  
> Â  
> Dalam sejarah, mata 
> uang emas terbukti diterima sebagai alat moneter universal. Ribuan
tahun lamanya 
> masyarakat dunia dari pelbagai peradaban memilih mata uang ini
sebagai alat 
> tukar dalam aneka praktik keuangan. Selama ribuan tahun pula,
perdagangan dunia 
> menganut konsep bimetalisme, kebijakan moneter berbasis emas dan
perak. Imperium 
> Romawi menggunakan denarius, mata uang berupa koin emas bergambar
Hercules 
> bersama dua putranya, Herculyanoos dan Qustantine. Di Cina dikenal
qian, mata 
> uang yang juga berbasis logam. Â  
> Â  
> Jika kita mau terbebas 
> dari ketidakadilan moneter dan krisis ekonomi tersebut, maka kenapa
tidak 
> melirik mata uang emas dan perak. Â Sistem uang emas dan perak punya
beberapa 
> keunggulan. 
> Â  
> Pertama, uang 
> emas sudah dibuktikan sejak zaman Nabi Muhamad saw sebagai alat
tukar yang punya 
> nilai intrinsik murni. Nabi pernah mengutus sahabatnya membeli
seekor kambing 
> dengan harga satu dinar. Hari ini, 1500 tahun kemudian, sekeping
dinar tetap 
> bisa dapat seekor kambing. Jadi, nilainya tetap. Begitu juga dirham.
Satu dirham 
> dari dulu sampai sekarang kira-kira dapat seekor ayam kecil,
sedangkan ayam 
> besar dua dirham. Jadi, emas dan perak adalah penyimpan nilai yang
tetap dan 
> dijamin oleh dirinya sendiri.  
> Â  
> Kedua, jika 
> emas dan perak berlaku sebagai mata uang maka ia akan menjadi mata uang 
> universal yang menjadi milik semua negara. Karena emas dan perak
diterima oleh 
> semua negara. Ketiga, sebagai mata uang universal ia tidak memiliki 
> masalah kurs. Sehingga, harga 1 dinar di Amerika Serikat sama dengan
harga 1 
> dinar di Indonesia. Tidak seperti sekarang, $ 1 US tiba-tiba 9000
kali lipat 
> rupiah, dan ini tiap kali bisa dimainkan. 
> Â  
> Keempat, jika 
> kita menetapkan dinar dan dirham sebagai mata uang, berarti kita
telah bersikap 
> adil. Karena, begitu kita bertransaksi dengan dinar berarti kita
telah melakukan 
> tukar menukar harta dengan harta lain yang nilainya sepadan.
Misalnya, kita 
> menjual hasil hutan berupa kayu, kita akan mendapatkan emas dalam
bentuk dinar. 
> Kelebihan lainnya, jika kita mempunyai cadangan emas yang banyak,
kita tidak 
> mudah diguncang berbagai krisis.  Tidak seperti saat ini. Kita
mengekspor 
> minyak, kayu, elektronik, dan lainnya hanya untuk ditukar dengan
kertas yang 
> nggak ada apa-apanya. Hanya kertas dengan angka-angka yang
dipaksakan oleh hukum 
> dan politik negara untuk mempercayainya.
> 
> 
>      
___________________________________________________________________________
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke