Ali ´Imran 159 : ... Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Fa 'idza azamta Maka apabila anda telah "azam" (berbulat tekad dan tekun 'konsentrasi dan serius' mencapai kesuksesan (cita-cita, harapan, keinginan, kebutuhan, penghargaan, kenyamanan, keamanan, kesejahteraan, dsb) di dunia dan akhirat
Fa tawakkal alallah Maka hasil akhirnya terserah Allah. Kegagalan dan kesuksesan bagi Allah adalah sama saja nilainya. Dia melihat dan menghargai sampai sejauh mana 'azam' anda dan bagaimana anda bersikap akan keputusan-Nya. Apakah anda akan terus bersabar dijalan-Nya tanpa terpengaruh dengan jalan yang dimurkai lagi sesat sehingga anda menjadi pemalas dan 'nyaman' dengan nasib kemalasan ataukah menyalahi nasib dan berputus asa bahkan membenarkan jalan kesalahan dengan alasan 'ketidakberdayaan' atas kemalasan anda. Ataukah bersyukur atas hasil yang anda terima adalah keputusan Allah dan anda daya gunakan kembali hasil tersebut kepada jalan keridhaan Allah ataukah anda terlena dengan tipu daya syetan sehingga lupa diri atas nikmat yang Dia berikan sehingga anda gunakan kepada jalan kemaksiatan terhadap-Nya ataukah anda menjadi kufur sehingga anda mengira akal dan upaya anda yang menjadikan seseorang mulia atau tidak sehingga anda lupa diri dan merendahkan dan bersemena-mena terhadap orang lain sedangkan Dia diatas sana tak pernah mebedakan suara siapa kecuali yang bertaqwa. Yaasiin 11 Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Seorang mukmin ketika sukses menggapai tujuannya, maka ia akan menjadi mulia di mata Allah, ketika gagal mencapai tujuannya maka ia syahid dimata Allah. wassalam anut [Non-text portions of this message have been removed]

