Normal   0               false   false   false      IN   X-NONE   AR-SA    
                                                 MicrosoftInternetExplorer4     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                   /* Style 
Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  
mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  
mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  
mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt; 
 mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  
font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  
mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    Resolusi 1860 Bukti Nyata Pengecutnya 
Para Penguasa Negeri Islam
  بسم الله الرحمن الرحيم
  RESOLUSI 1860 BUKTI NYATA PENGECUTNYA PARA PENGUASA NEGERI ISLAM;
  Mereka Tidak Hanya Menghinakan Gaza dengan Tentara Mereka, Justru Gaza Mereka 
Serahkan kepada Yahudi melalui Resolusi PBB
  Pagi hari ini, Resolusi DK PBB No. 1860 tentang serangan biadab terhadap 
Jalur Gaza telah dikeluarkan. Dalam redaksinya telah digunakan substil politik 
yang busuk, yang sebelumnya telah digunakan dalam Resolusi PBB No. 242, setelah 
serangan tahun 1967 M. Pada saat itu dinyatakan, “Harus menarik diri dari 
tanah…” padahal seharusnya, “Menarik diri dari seluruh tanah.” Tujuannya agar 
tetap menyisakan ruang untuk negara Yahudi menduduki wilayah yang 
dikehendakinya!
  Begitulah Resolusi ini, yang tidak secara tegas menyatakan, “Harus menarik 
diri dari Gaza…” sebaliknya hanya menyatakan, “Harus menghentikan pertempuran 
(gencatan senjata)” yang berujung pada penarikan diri. Tetapi kapan dan 
bagaimana itu bisa terjadi? Lalu, bagaimana dengan Resolusi yang sengaja masih 
diliputi kekaburan untuk menghentikan serangan Yahudi, di mana Yahudi tetap 
tidak akan menghentikan serangan, meski sudah ada sejumlah resolusi yang jauh 
lebih keras dan tegas?!
  Sekalipun sejumlah Resolusi DK PBB tidak pernah bisa menyelesaikan masalah, 
bahkan sudah sangat banyak resolusi-resolusi seperti ini yang tidak 
dilaksanakan oleh negara Yahudi… Namun, AS dan sekutunya tetap saja menolak 
dikeluarkannya resolusi apapun dari DK PBB. Semuanya itu agar bisa memberikan 
kemudahan yang cukup bagi negara Yahudi untuk menumpahkan darah dalam serangan 
biadabnya terhadap Gaza, hingga negara Yahudi itu bisa mewujudkan tujuannya.
  Karena mengikuti dan membebek kepada AS, para penguasa negeri Muslim itu pun 
benar-benar patuh pada kemauan AS, dengan senang atau terpaksa, sehingga mereka 
pun tidak kompak, berselisih satu sama lain, dan tidak ada kata sepakat..
  Namun, setelah negara Yahudi menyaksikan perlawanan dahsyat yang harus 
dihadapi, dan tampak bahwa dengan operasi militernya itu negara Yahudi tidak 
mampu mewujudkan apa yang ditargetkan, sehingga boleh jadi masalahnya 
berlarut-larut, sementara pemilihan umum mereka sudah di depan mata, dan mereka 
pun membutuhkan kondisi “kemenangan”, baik melalui peperangan maupun 
perdamaian, agar pemilihan umum tersebut bisa berlangsung di sela-sela itu, 
saat itulah AS aktif sekali mewujudkannya untuk mereka melalui DK PBB, sehingga 
Condolezza Rice menjadi magnet yang luar biasa dalam bebagai pertemuan dan 
meeting. Dia pun menggerakkan para penguasa yang menjadi kepanjangan tangannya, 
sehingga mereka bergegas pergi untuk menemui DK PBB; siang malam mereka bekerja 
keras dengan penuh semangat.. Mereka itulah yang sebelumnya memandang perlunya 
membantu Gaza dengan tentara-tentara mereka dengan pandangan bak orang pingsan 
dari kematian. Padahal andai saja saat itu ada satu atau setengah
 front pertempuran di sana yang dibuka oleh para penguasa itu, pasti entitas 
Yahudi itu akan rontok, atau bahkan lenyap tak berbekas..
  Melalui resolusi ini, sebenarnya para penguasa (goodfather) itulah yang 
mewujudkan kepentingan Yahudi yang justru tidak bisa diwujudkan melalui 
serangan biadab mereka. Resolusi itu akan tetap melanggengkan tentara Israel di 
Gaza, dan memastikan blokade terhadap Jalur Gaza tetap berlangsung dari 
sejumlah faktor yang bisa menguatkan dan mempersenjatai mereka. Jangan tertipu 
dengan penjelasan yang dibungkus dengan indah, tentang dibukanya blokade 
makanan dari mereka.
  Untuk mensosialisasikan resolusi ini, AS sengaja abstain, agar tampak bahwa 
AS seolah-olah tidak berada di belakang resolusi tersebut, sehingga para 
penguasa itu pun bisa menunjukkan kemenangan gemilang yang jauh dari pengaruh 
AS. Mereka sesungguhnya bohong. Setiap orang yang berakal dan mempunyai 
kesadaran politik pasti tahu, bahwa andai saja AS tidak berada di belakangnya, 
pasti AS sudah memveto resolusi tersebut.
  Wahai seluruh kaum Muslim:
  Sungguh tepat sekali apa yang disabdakan oleh manusia jujur dan terpercaya, 
Nabi saw.:
  «إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ»
  “Jika Anda sudah tidak mempunyai rasa malu, maka lakukanlah apa saja.” (H.r. 
Bukhari, Ibn Majah dan Ahmad)
  Para penguasa itu melihat Gaza memang harus diluluhlantakkan, di mana 
darah-darah orang tak bersalah berhak ditumpahkan. Mereka pun tidak 
menggerakkan tentaranya untuk membantu Gaza. Tidak juga melepaskan satu roket 
pun dari peluncurnya, bahkan lebih dari itu, justru mereka menghalang-halangi 
relawan untuk membantu Gaza… Ironisnya, mereka justru bergegas dan 
berlomba-lomba untuk mengeluarkan sebuah resolusi yang menghalangi Gaza dari 
akses senjata dan faktor-faktor yang bisa menopang kekuatannya.. Semoga mereka 
dilaknat oleh Allah; bagaimana mereka sampai bisa berpaling seperti itu?
  Siapa pun yang melihat entitas Yahudi, perampas Palestina, dan dia tinggal 
berdekatan dengan para penguasa itu, pasti tahu persis keberlangsungan 
eksistensi Yahudi ini benar-benar digadaikan pada keberlangsungan para penguasa 
itu. Merekalah yang melindunginya, jauh lebih baik daripada melindungi diri 
mereka sendiri. Bahkan AS dan negara-negara Barat yang lain, yang mendukung 
entitas ini, tidak akan mempunyai pengaruh apapun, kalau seandainya ada satu 
saja dari para penguasa itu orang yang waras..
  Wahai kaum Muslimin:
  Kami telah mengingatkan berkali-kali. Kami ulangi lagi dan kami tambahkan, 
bahwa siapa saja yang ingin menghancurkan entitas Yahudi dan mengembalikan 
Palestina secara utuh ke pangkuan negeri Islam, maka dia harus berjuang untuk 
mewujudkan seorang penguasa yang ikhlas, negara yang benar, yaitu Khilafah 
Rasyidah. Sebab, seorang imam (pemimpin) itu bagaikan perisai, di mana orang 
berperang di belakangnya, dan kepadanya mereka berlindung, sebagaimana yang 
telah disabdakan oleh Nabi saw. Pada saat itulah, negara Yahudi itu tidak akan 
pernah lagi ada, bahkan negara-negara Kafir penjajah yang jauh lebih kuat dan 
digdaya ketimbang entitas Yahudi pun akan dihinadinakan.
  Allah berfirman:
  إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ 
وَهُوَ شَهِيدٌ 
  “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi 
orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang 
dia menyaksikannya.” (Q.s. Qaf [50]: 37)
  13 Muharram 1430 H 
  9 Januari 2009 M
  Hizbut Tahrir
   
  
       
---------------------------------
  Dapatkan alamat Email baru Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke