Surat-surat Nabi Muhammad SAW yang dulu pernah dikirim dengan gagahnya untuk 
mengajak para raja
dunia masuk Islam, kini tak pernah terkirim lagi.   Kegagahan para sahabat di 
masa lalu saat
menembus gurun pasir membawa panji-panji Islam ke Afrika, Eropa dan Asia, kini 
tinggal kenangan. 
Kewibawaan Khalifah Umar bin Al-Khattab ra ketika menerima kunci Baitul Maqdis 
dari penguasa
tertinggi umat Kristiani, kini tidak ada lagi.   Kehebatan Sultan Shalahuddin 
Al-Ayyubi ketika
merebut Al-Aqsha dari tangan-tangan berdarah penguasa salib Eropa, kini hanya 
tinggal lagu
kenangan.   Keberanian Musa bin Nushair dan Thariq bin Ziyad ketika membakar 
perahu mereka
sendiri, agar prajuritnya tidak punya pilihan lain selain maju menembus tanah 
Spanyol, kini hanya
sebuah mimpi masa silam.   Kegagah-perkasaan Sultan Muhammad Al-Fatih (The 
Conqueror) ketika
menggempur Konstantinopel , kini hanya tinggal sejarah saja.

Tak ada lagi pemimpin yang mampu bertindak seperti Khalid bin Walid mengirimkan 
surat kepada kaum
kafir dengan mukadimah yang sedemikian gagahnya: ”...Demi Allah yang tidak ada 
Tuhan selain Dia,
sungguh aku akan mengirimkan suatu kaum (pasukan) yang Mencintai Kematian 
sebagaimana kalian
Mencintai Kehidupan...”. 

Kini, umat Islam terpuruk tak berdaya, pasrah dan nrimo, dijajah malah mlumah 
kanti ati bungah.
Baghdad dan jazirah Irak kini dijajah oleh kaum kuffar Amerika Serikat, 
Jerusalem dan tanah
Palestina kini dirampas kaum zalim Yahudi Israel Laknatullah, Kabul dan negeri 
Afghanistan kini
dikangkangi antek-antek sekutunya Amerika Serikat dan Israel, Somalia dan 
Aljazair serta
negeri-negeri Muslim lainnya kini dibelenggu oleh para oleh sekutu-sekutunya 
kaum Zionis. Israel
Laknatullah yang didukung oleh sekutu utamanya Amerika Serikat membantai Umat 
Islam kaum muslimin
di jalur Gaza, umat Islam lainnya hanya dapat menyaksikan pembantaian 
saudaranya yang seiman itu
dari layar televisi.    

Kondisi umat Islam hari ini persis seperti yang Kanjeng Nabi Muhammad SAW 
siratkan dalam haditsnya
:

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda :  “Hampir tiba masanya kalian 
diperebutkan
seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya ”. Maka seseorang 
bertanya : 
”Apakah karena sedikitnya jumlah kita ?”. Rasulullah shollallahu ’alaih wa 
sallam menjawab :
”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah 
mencabut rasa gentar
dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati 
kalian penyakit
Al-Wahn”. Seseorang bertanya :  ” Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu ? ”. 
Rasulullah
shollallahu ’alaih wa sallam menjawab : ”Cinta dunia dan takut akan kematian”. 
(HR Abu
Dawud)

Padahal Kanjeng Nabi Muhammmad shollallahu ’alaih wa sallam juga pernah 
bersabda bahwa : 
“Barangsiapa mati dan tidak pernah berperang (di jalan Allah) dan tidak pernah 
Bercita-Cita
untuknya,  maka ia mati dalam salah satu cabang Kemunafikan”. (HR Muslim)

Namun, bagaimana peringatan hadits-hadits Kanjeng Nabi SAW akan didengar 
umatnya jika hari ini
umat Islam telah menjauhi ajaran agamanya karena terpalingkan oleh ‘wahn’. 

Wallahu’alambishshawab. 

***


Kirim email ke