Wahai Kaum Muslim
Belumkah Saatnya Anda Menyadari, bahwa Khilafahlah Satu-satunya Yang
Memuliakan dan Menyelamatkan Anda..
Dan Anda Menyadari, bahwa Para Penguasa Anda adalah Pelindung Musuh
Anda, bukan Pelindung Anda?

[Al-Islam439] Pada tanggal 27 Desember 2008 yang lalu, negara Yahudi
telah memulai serangan biadabnya ke Gaza, kemudian meluluhlantakkan,
melakukan pembantaian, dan seterusnya…  Bahkan telah membumihanguskan
manusia, tetumbuhan, bebatuan dan sebagainya…  Setelah itu, negara
Yahudi itu pun mengumumkan gencatan senjata pada tanggal 17 Januari
2009 secara sepihak untuk memberikan gambaran opini umum, bahwa mereka
mempunyai  kekuatan dan keperkasaan, dimana negara Yahudi itu bisa
memulai serangan biadabnya kapan saja, dan menghentikannya kapan saja
sesukanya.

Negara Yahudi itu memang telah melakukan semuanya itu, sementara para
penguasa kaum Muslim hanya bisa menghitung korban yang tewas dan
terluka, atau bahkan mungkin mereka tidak pernah menghitungnya dan
tidak pula menghiraukannya!  Karena mereka telah berhasil melakukan
kebohongan publik, penyesatan, pengkhianatan dan konspirasi untuk
mereduksi masalah Palestina dari permasalahan Islam menjadi masalah
bangsa Arab, kemudian menjadi masalah bangsa Palestina hingga kemudian
hanya sekadar masalah penduduk Gaza!

Tindakan mereka itu telah dibantu oleh sejumlah organisasi Palestina,
yang telah menjadikan keputusan-keputusan KTT Arab dan Islam, agar
meninggalkan Palestina dan menjadikannya hanya menjadi masalah bagi
bangsa Palestina. Keputusan-keputusan itu telah menjadikannya hanya
sebagai seremoni Palestina!  Dengan seremoni ini, para penguasa itu
telah membangun pengkhianatan mereka kepada Palestina.  Karena itu,
tidak ada satu pun front yang dibuka untuk membela Gaza, baik oleh
negara-negara di sekitar Palestina, yang ada dataran tinggi Golan,
Selatan Lebanon, Kaero, Riyadh, Amman, dan sebagainya…  ataupun oleh
negara-negara yang memiliki peluncur rudal yang bisa menjangkau negara
Yahudi, seperti Iran, Pakistan atau yang lainnya… Semuanya itu hanya
untuk menjaga seremoni tersebut dilakukan oleh warganya, bahkan ketika
seremoni tersebut telah berubah menjadi pembantaian seperti yang
dilakukan oleh negara Yahudi sekalipun.

Wahai kaum Muslim, bukankah merupakan kehinaan dan aib ketika para
penguasa Anda justru bersikap keras kepala untuk berunding dengan
entitas Yahudi dalam perjanjian damai dengannya, ataupun menyerah
kalah.  Keduanya adalah sama. Padahal, seharusnya mereka menunaikan
kewajiban dari Rabb mereka dengan melenyapkan entitas Yahudi yang
merampas Palestina?

Bukankah merupakan kehinaan dan aib, ketika Gaza dibantai, sementara
para penguasa itu tetap tidak mau mengerahkan tentara untuk menolong
Gaza, bahkan sebaliknya mereka malah memperdagangkan darah-darah
penduduk Gaza dengan berbagai konferensi yang merealisasikan
kemaslahatan bagi negara Yahudi, yang justru tidak bisa direalisasikan
di medan perang?

Bukankah merupakan kehinaan dan aib, ketika semua pengorbanan mereka
harus diakhiri dengan perundingan dan konferensi yang justru menjaga
keamanan Yahudi, mewujudkan keberlangsungan mereka, serta mengokohkan
entitasnya?  Kami tidak mengatakan, pengorbanan di medan perang yang
tampak seolah-olah entitas Yahudi itu menang, sebaliknya kami katakan
pengorbanan di medan perang yang tidak pernah dimenangkan oleh entitas
Yahudi:

Akhir Perang 1973 di Mesir, dimana tentara Mesir telah berhasil
menembus terusan Suez dan menerobos garis demarkasi, sehingga dalam
peperangan tersebut tentara Yahudi mengalami kekalahan dan nasib
buruk, namun justru berakhir dengan Perjanjian Camp David yang telah
mengeluarkan Mesir dari peperangan dengan negara Yahudi, sehingga
untuk menambah jumlah polisi Mesir satu orang saja terpaksa
membutuhkan persetujuan dari negara Yahudi itu!

Begitulah, pada akhirnya keamanan negara Yahudi itu pun secara penuh
dan memadai harus dijaga oleh pihak Mesir!  Kemudian diikuti dengan
Perjanjian Wadi Arobah yang melanjutkan jejak Perjanjian Camp David,
dan keamanan Yahudi pun harus dijaga oleh Yordania.

Akhir dari Perang 1973 di Suriah, dimana tentara Suriah pada awalnya
berhasil menguasai lereng Thabariyah dan sekitarnya, yang semuanya itu
diperoleh melalui peperangan hebat dalam posisinya di dataran tinggi
Golan.  Ternyata akhir dari semuanya itu adalah Kesepakatan Golan,
yang menjaga keamanan negara Yahudi di dataran Golan, meskipun negara
Yahudi itu tetap saja mencaploknya. Suriah pun akhirnya harus menjaga
keamanan Yahudi secara penuh dan memuaskan!

Kemudian akhir dari Perang Lebanon 2006, ketika roket-roket pasukan
perlawanan (Hizbullah) menghujani sejumlah lokasi di Israel, dan
memenuhi hati orang-orang Yahudi itu dengan kepanikan dan ketakutan,
namun akhir dari peperangan tersebut justru keluarnya Resolusi 1701
yang menjaga keamanan Yahudi di Selatan Lebanon. Sampai pada satu
titik, dimana front di Selatan Lebanon tetap dingin, meskipun
pembantaian biadab terhadap penduduk Gaza tengah berlangsung…  Padahal
front itu dahulu pernah membara meski lebih kecil daripada pembataian
Gaza kali ini!

Itulah akhir dari sikap kepahlawanan penduduk Gaza, yang akhirnya
harus diakhiri dengan sejumlah langkah hina demi merealisasikan
Resolusi 1860, melalui perjanjian keamanan antara Amerika dengan
entitas Yahudi, yang bertujuan untuk menjaga keamanan entitas ini,
baik di atas maupun di dasar laut!  Kemudian diikuti, dan jejaknya
ditutup dengan Konferensi Sharm asy-Syaikh Arab-Eropa-Turki untuk
menyusun hasil-hasil perjanjian keamanan yang mendukung dan
mengokohkan entitas Yahudi, serta memaksakan blokade senjata terhadap
Gaza yang lebih kuat dan berbahaya daripada blokade sebelumnya…

Semuanya itu berlangsung di depan mata para penguasa itu, dan mereka
dengar sendiri, bahkan di antara mereka malah ada yang justru
menyempurnakan dan memastikan blokade ini melalui sejumlah konferensi
yang berlangsung secara paralel, atau hanya ikut-ikutan, yang ujungnya
diakhiri dengan keburukan dan kemudaratan.

Wahai kaum Muslim… Meskipun Amerikalah yang memimpin serangkaian
propaganda keamanan untuk mendukung entitas Yahudi, bahkan Konferensi
Sharm asy-Syaikh yang diselenggarakan pada tanggal 18 Januari 2009,
yang diikuti lima negara Eropa, namun konferensi tersebut sejatinya
hanya mengikuti Kesepakatan Amerika-Yahudi tanggal 16 Januari 2009. 
Meskipun demikian, kalau bukan karena dukungan dari para penguasa di
negeri Muslim kepada Amerika, pasti Amerika tidak akan bisa membawa
apapun di negeri-negeri kaum Muslim, baik itu perdamaian maupun
peperangan.

Para penguasa itu pun sebenarnya mendengar jeritan histeris anak-anak,
rintihan orang-orang yang terluka dan orang-orang tua, serta seruan
orang-orang yang meminta pertolongan, bahkan ribuan kali jeritan:
Wahai Mu'tashim!.. Meski begitu, para penguasa itu tetap saja tuli,
bisu, buta, dan tidak mau berpikir!
Wahai kaum Muslim, apakah setelah semuanya ini, masihkan Anda tidak
menyadari, bahwa sejatinya para penguasa itu adalah pelindung
musuh-musuh Anda, dan bukan pelindung Anda?  Apakah Anda masih tidak
sadar juga, bahwa semua orang yang ikut andil mengokohkan gagasan,
bahwa masalah Palestina adalah masalah bangsa Palestina, bahkan hanya
masalah penduduk Gaza saja; semua orang yang ikut andil dalam hal ini,
meski hanya dengan satu kata saja, maka dia sejatinya telah ikut andil
dalam menelantarkan Palestina?

Mungkinkah entitas Yahudi itu dilenyapkan dan Palestina dikembalikan
secara utuh ke pangkuan negeri Islam, sekali lagi mungkinkah itu semua
dilakukan tanpa adanya sebuah negara yang mengerahkan tentara untuk
memerangi entitas Yahudi, lalu mengalahkan dan melenyapkan eksistensinya?

Wahai kaum Muslim, belum cukupkah semua musibah yang menimpa Anda ini,
juga kehinaan dan kenistaan yang dibelenggukan ke leher Anda oleh para
penguasa Anda?  Belum cukupkah semuanya ini untuk membulatkan azam dan
tekad Anda untuk berjuang dengan sungguh-sungguh dan serius demi
mendirikan Khilafah yang akan mengembalikan kemuliaan Anda? Dengannya,
berarti Anda menolong Allah, dan Allah pun akan menolong Anda.

Kemudian Anda, wahai para tentara kaum Muslim, tidakkah Anda
seharusnya menebus kesalahan Anda dengan mentaati para penguasa Anda
yang zalim dan mengabdi kepada kaum Kafir, serta diamnya Anda untuk
membela penduduk Gaza, sekali lagi tidakkah Anda seharusnya menebus
semuanya itu dengan meninggalkan dan mengganti para penguasa itu, dan
menolong para perjuang yang berjuang untuk menegakkan Khilafah,
sehingga Allah memuliakan Anda dengan terealisasinya kabar gembira
dari Rasulullah saw melalui tangan-tangan Anda:

    «… ثُمَّ 
تَكُوْنُ 
خِلاَفَةً 
عَلَى 
مِنْهَاجِ 
النُّبُوَّةِ»
    … Kemudian akan tegak Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian?

Wahai kaum Muslim, sungguh benar-benar telah penuh sesak, dan adzab
dunia pun dipenuhi dengan kehinaan dan kesedihan mengalir deras di
depan mata Anda. Bahkan orang yang diliputi kehinaan dan martabat yang
rendah pun kini telah memiliki kekuatan dan kekuasaan terhadap diri Anda:

    ]أَوَلاَ 
يَرَوْنَ 
أَنَّهُمْ 
يُفْتَنُوْنَ
 فِي كُلِّ 
عَامٍ 
مَرَّةً أَوْ 
مَرَّتَيْنِ 
ثُمَّ لاَ 
يَتُوْبُوْنَ
 وَلاَ هُمْ
يَذَّكَّرُوْنَ[
    Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau
dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak juga bertaubat dan tidak
pula mengambil pelajaran? (QS. at-Taubah [9]: 126)

Wahai kaum Muslim… Ini merupakan masalah yang serius, bukan main-main.
Anda kini hanya mempunyai dua pilihan:  Pertama, diam dan tidak ikut
berjuang mengganti para penguasa itu, hingga kehinaan dan nestapa pun
 akan terus membelenggu leher Anda akibat ulah para penguasa Anda,
yang justru mengubah kemenangan Anda menjadi kekalahan, melalui
berbagai perundingan dan perjanjian…  Setelah itu, akan diikuti dengan
kehinaan di dunia, serta kesedihan dan azab, disamping adzab di
akhirat yang jauh lebih pedih dan dahsyat:

    
]وَلَعَذَابُ 
الْآخِرَةِ 
أَكْبَرُ 
لَوْ كَانُوا 
يَعْلَمُونَ[
    Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka
mengetahui. (QS. Az-Zumar [39]: 26; al-Qalam [68]: 33)

Atau pilihan kedua, bergerak secara aktif untuk mengganti para
penguasa itu, dan mengangkat seorang Khalifah ar-Rasyid yang akan
menjadi pelindung dan perisai, dimana rakyat akan berperang di
belakangnya. Dengan begitu, Anda akan bisa melenyapkan entitas Yahudi
dan mengembalikan bumi Palestina secara utuh ke pangkuan negeri Islam.
 Dengan itu, Anda pun bisa meraih kemuliaan di dunia dan di akhirat.

Wahai kaum Muslim, sesungguhnya Hizbut Tahrir menyerukan kepada Anda
dengan suara lantang, bahwa pada diri Anda terdapat kekuatan. Jika
kekuatan itu ditempatkan pada tempatnya, pasti akan berbuah.
Sesungguhnya para tentara itu adalah putera-puteri Anda.  Mereka pun
akan bergerak melalui pergerakan Anda. Lalu, apakah Anda tetap tidak
akan bergerak?

Wahai para Tentara, sesungguhnya Hizbut Tahrir menyerukan kepada Anda
dengan suara lantang, bahwa Anda adalah bagian dari umat yang memiliki
vitalitas; umat terbaik yang pernah dilahirkan untuk seluruh umat
manusia sejak Rasulullah saw memimpinnya, lalu diteruskan oleh para
Khulafa' ar-Rasyidin, kemudian oleh para khalifah setelahnya. 
Ingatlah nenek moyang Anda yang menjadi pahlawan dan pasukan mujahidin
yang telah memimpin pasukan, menyebarluaskan Islam, membebaskan
berbagai wilayah, mengalahkan musuh dan menceraiberaikannya di
belakang mereka.
Wahai kaum Muslim… Wahai para Tentara…

Tebuslah dosa Anda karena diam tidak menolong Gaza, dengan jalan
berjuang sungguh-sungguh untuk menegakan Khilafah hingga Anda meraih
kemuliaan di dunia dan akhirat.  Apakah Anda mau melalukannya?  Apakah
Anda bersedia memenuhi seruan ini?

    ]يَا 
أَيُّهَا 
الَّذِينَ 
آمَنُوْا 
اسْتَجِيْبُوْا
 لِلَّهِ 
وَلِلرَّسُوْلِ
 إِذَا 
دَعَاكُمْ 
لِمَا 
يُحْيِيْكُمْ
وَاعْلَمُوْا
 أَنَّ 
اللَّهَ 
يَحُوْلُ 
بَيْنَ 
الْمَرْءِ 
وَقَلْبِهِ 
وَأَنَّهُ 
إِلَيْهِ 
تُحْشَرُوْنَ[
    Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan
Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan
kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara
manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan
dikumpulkan. (QS. al-Anfâl [8]: 24)

Kirim email ke