kiriman dari teman izinkan saya untuk share..
---------------------
#yiv1177119042 !--
_filtered {font-family:Calibri;panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;}
#yiv1177119042 _filtered {font-family:Tahoma;panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}
#yiv1177119042 p.MsoNormal, #yiv1177119042 li.MsoNormal, #yiv1177119042
div.MsoNormal
{margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;font-size:11.0pt;font-family:"Calibri",
"sans-serif";}
#yiv1177119042 a:link, #yiv1177119042 span.MsoHyperlink
{color:blue;text-decoration:underline;}
#yiv1177119042 a:visited, #yiv1177119042 span.MsoHyperlinkFollowed
{color:purple;text-decoration:underline;}
#yiv1177119042 p.MsoAcetate, #yiv1177119042 li.MsoAcetate, #yiv1177119042
div.MsoAcetate
{margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;font-size:8.0pt;font-family:"Tahoma",
"sans-serif";}
#yiv1177119042 span.EmailStyle17
{font-family:"Calibri", "sans-serif";color:windowtext;}
#yiv1177119042 span.BalloonTextChar
{font-family:"Tahoma", "sans-serif";}
#yiv1177119042 .MsoChpDefault
{}
#yiv1177119042 _filtered {margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;}
#yiv1177119042 div.Section1
{}
-->
Islam dan Demokrasi
Oleh: R Widjojo Hartono
(wartawan senior)
Belum reda pro dan kontra golput, Desember
lalu, muncul prahara baru. Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul
Sembiring, Kamis (15/01/2009), untuk kali kedua dipanggil oleh Polda Metro Jaya
sebagai tersangka. Politikus partai Islam itu terancam hukuman tiga hingga 12
bulan. Ia dituduh 'mencuri'start kampanye Pemilu 2009 saat mengorganisasi massa
PKS dalam demonstrasi menentang Israel, 2 Januari silam. Adakah ini sinyal
bahwa demokrasi memang 'memusuhi' Islam? Di mana pula titik pertentangan Islam
dan demokrasi?
Islam adalah ad-Dien (sistem hidup) yang sempurna. Tidak ada
satu urusan manusia yang menyangkut hubungan manusia dengan Allah dan manusia
dengan manusia, yang tak diatur Islam. Segala sesuatu yang akan membawa
kebaikan kepada manusia, telah disampaikan Allah lewat Rasul-Nya. Tidak ada
satu hal yang akan membawa keburukan, tidak diperingatkan dan dicegah oleh
Allah lewat Rasul-Nya.
Sebagai Sang Maha Pencipta, Allah adalah zat yang paling
tahu akan hakikat manusia dan alam semesta. Setelah Allah menciptakan alam
semesta dan menempatkan makhluk-Nya yang bernama manusia di dalamnya, mustahil
kalau Allah tidak membuat aturan untuk mengelola alam semesta dan manusia. Maka
itu, Allah menciptakan aturan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dan alam
semesta.
Aturan itu bernama Islam. Tentu Islam adalah aturan yang
paling cocok untuk mengatur alam semesta dan manusia. Karena, manusia, alam
semesta,
dan Islam adalah ciptaan Allah SWT. Alam semesta yang diciptakan oleh Allah ini
tentu akan menjadi damai, baik, dan teratur kalau diatur dengan aturan
pencipta-Nya.
Namun, sangat disayangkan banyak orang yang mengaku Muslim
tidak memahami akan hal ini. Sehingga, mereka memilih aturan selain aturan
Allah untuk mengatur kehidupannya. Salah satu sistem hidup yang paling
digandrungi dan dipuja oleh manusia pada hari ini adalah demokrasi. Dan,
sungguh memilukan ketika umat Islam yang telah diberikan oleh Allah: Dien yang
sempurna, berpaling dari Islam dan memilih demokrasi sebagai sistem hidupnya.
Tidak sedikit dari umat ini yang tertipu dengan demokrasi. Mereka beranggapan
bahwa demokrasi adalah ajaran Islam.
Bencana besar telah menimpa umat Islam ketika mereka
berpaling dari Islam dan memilih demokrasi. Umat Islam yang sebagian besar
kurang paham dalam ajaran agamanya, telah disesatkan oleh para pemimpin yang
dianggap sebagai ulama. Mereka yang dianggap ulama telah melakukan pendustaan
terhadap umat dan agama Islam dengan mengatakan demokrasi sesuai ajaran Islam.
Apakah para ulama tersebut tidak tahu atau pura-pura tidak tahu tentang
demokrasi?
Sekiranya mau mempergunakan akalnya dan mata hatinya tidak
buta, tentu mereka yang mengaku cendekiawan Muslim tidak akan mengatakan bahwa
demokrasi sesuai dengan ajaran Islam. Antara demokrasi dan Islam dari segi
makna, sumber ajaran, dan hakikatnya, jelas berbeda. Lalu, dari mana mereka itu
mengatakan bahwa demokrasi sama dengan Islam.
''Dan, barang siapa mencari agama selain Islam maka tidak
akan diterima. Dan, di akhirat, dia termasuk orang yang rugi.'' [QS Ali Imran
(3): 85] Mari kita analisis secara jernih dan jujur bahwa antara Islam dan
demokrasi saling bertentangan.1. Secara bahasa, demokrasi berasal dari bahasa
Yunani. Dari kata 'demos' dan 'kratos'. Demos artinya rakyat, sedangkan kratos
artinya kekuasaan atau pemerintahan.
Maknanya adalah pemerintahan/kekuasaan rakyat. Pada
praktiknya adalah suatu pemerintahan yang dijalankan dengan kehendak rakyat
(mayoritas rakyat). Maka, sistem kekuasaan yang berlaku, hukum, undang-undang,
dan program penguasa suatu negara ditentukan oleh suara mayoritas rakyat atau
wakilnya. Adapun makna Islam secara bahasa berarti masuk dalam kedamaian.
Sedangkan secara syara, Islam berarti pasrah kepada Allah. Bertauhid dan tunduk
kepada-Nya. Taat dan membebaskan diri dari syirik dan pengikutnya. Maka itu,
jelas dalam Islam: ketundukan, ketaatan, dan kepatuhan adalah hanya kepada
Allah. Termasuk dalam menjalankan pemerintahan, politik, hukum, dan
undang-undang.
Dalam Islam, hukum adalah hak Allah untuk membuat dan
menentukannya. Dalam demokrasi, hukum ada di tangan rakyat atau wakilnya, yaitu
anggota legislatif. Jadi, sangat jelas bahwa Islam bertolak belakang dengan
demokrasi. Ini bisa dilihat oleh setiap orang yang memiliki mata kecuali orang
buta. 2. Demokrasi bersumber dari akal manusia. Peletak dasar demokrasi adalah
Jean Jacques Russao, orang Rusia, yang kemudian disempurnakan oleh Montesque
dengan ajaran Trias Politika. Dalam Trias Politika disebutkan bahwa kekuasaan
terbagi menjadi tiga yaitu:
Legislatif sebagai pembuat undang-undang, Eksekutif sebagai
pelaksana undang-undang, dan Yudikatif sebagai pengawas undang-undang.Adapun
Islam bersumber dari wahyu Allah yang disampaikan kepada Rasulullah SAW dengan
perantara malaikat Jibril As. Dalam Islam, yang membuat undang-undang adalah
hak Allah SWT. Undang-undang itu dilaksanakan oleh manusia untuk kebaikan
manusia. Demokrasi berasal dari pikiran manusia yang penuh dengan kelemahan dan
kekurangan. Sedangkan Islam, berasal dari Allah Yang Maha Sempurna. Bagaimana
mungkin keduanya sama?
3. Dalam ajaran demokrasi, orang bebas untuk memilih agama
dan berpindah agama. Sehingga, tidak mengapa bila seorang Muslim murtad,
berpindah agama Yahudi atau Nasrani atau agama lainnya. Dalam Islam, seorang
Muslim yang berpindah agama (murtad), hukumannya adalah dibunuh. Seperti sabda
Rasulullah SAW: ''Barang siapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah!''Islam
tidak memaksakan orang untuk menjadi Muslim. Namun, ketika seseorang sudah
masuk Islam, dia harus taat dan tunduk pada perintah serta ajaran Islam. Dan,
dia tidak boleh keluar dari Islam.
Dalam ajaran demokrasi, setiap orang yang beragama apa saja
tidak disebut kafir. Dalam Islam, orang yang beragama selain Islam disebut
kafir.4. Manusia memiliki kedudukan yang sama derajatnya dalam demokrasi, baik
kafir maupun Muslim. Dalam Islam, orang Muslim (beriman) lebih mulia derajatnya
daripada orang kafir. ''Dan, janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula)
bersedih hati. Sebab, kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang
beriman.'' [QS Ali Imran (3): 139]
Keempat hal di atas adalah sebagian kecil pertentangan
antara Islam dan demokrasi. Adapun yang perlu diperhatikan adalah hakikat dari
ajaran demokrasi. Hakikat dari ajaran demokrasi adalah pemberian kekuasaan
kepada
mayoritas rakyat atau wakilnya untuk membuat hukum atau undang-undang. Di mana
hukum atau undang-undang yang telah disepakati oleh para wakil rakyat akan
ditaati dan dijunjung tinggi oleh rakyat. Setiap orang yang melanggarnya akan
dikenakan sanksi sesuai dengan undang-undang tersebut.
Sedangkan dalam ajaran Islam, yang berhak untuk menetapkan
hukum adalah Allah. Dan, Allah juga yang menetapkan sanksi terhadap orang yang
melanggar hukum-Nya. Oleh karena itu, demokrasi adalah kemusyrikan karena
menyerahkan hak Allah (membuat hukum) kepada manusia. Bahkan, yang lebih
celaka, hukum yang dibuat oleh para anggota legislatif ada kalanya menghalalkan
yang diharamkan oleh Allah. Seperti, membolehkan pelacuran pada tempat-tempat
tertentu yang diatur oleh undang-undang. Membolehkan penjualan dan pembuatan
khamr (miras) pada tempat yang berizin.
Adalah suatu anggapan yang salah kalau dikatakan bahwa
demokrasi sesuai dengan Islam. Dalam demokrasi, segala sesuatu diputuskan
dengan musyawarah, musyawarah diajarkan dalam Islam.Benar kalau dikatakan Islam
mengajarkan musyawarah. Tetapi, bukan berarti Islam sesuai dengan demokrasi.
Dalam Islam, hukum telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Maka, tidak ada
hak bagi manusia untuk membuatnya. Yang dimusyawarahkan dalam Islam adalah
persoalan-persoalan teknis (cara) dalam melaksanakan perintah Allah, manakala
persoalan teknis itu belum ditetapkan caranya oleh Allah SWT. Tidak semua
urusan harus dimusyawarahkan dalam Islam.
Sebaliknya, demokrasi mengajarkan segala hal harus
diputuskan dengan musyawarah. Termasuk hal-hal yang hukumnya sudah ditentukan
oleh Allah SWT. Bahkan, menentukan persoalan halal, haram, baik, dan buruk yang
semuanya itu telah ditetapkan oleh Allah, masih dimusyawarahkan. Sekiranya kita
meyakini Islam adalah ajaran yang benar dan sempurna. Sehingga, seorang Muslim
sama sekali tidak membutuhkan demokrasi yang busuk itu. Jadi, ketahuilah bahwa
Islam anti terhadap ajaran demokrasi! Karena itu, mengusulkan agar Majelis
Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa haram bagi golput, sudah sepantasnya bila
kemudian dianggap angin lalu. Wallahu Allam
"Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa,
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan
silaturahmi." (Muhammad SAW).
kampusku
Blogku
[Non-text portions of this message have been removed]