Membacanya saja, meskipun masih tergagap, sudah bernilai pahala. Itulah Kitab Suci Al Qur’an. Muhammad Ali Al Hasan (1983) dalam kitabnya Al Manar fi Ulum Al Qur`an, menerangkan: Al Qur`an huwa kalamullah al-mu’jiz al-munazzal ‘ala al-nabiyyi al-manqul tawaturan wa al-muta’abbadu bihi tilawah. Al Qur`an adalah kalamullah yang bersifat mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang dinukil secara tawatur dan membacanya tergolong ibadah. Karena itulah, Rasulullah menjadikan Qur’an bersama Sunnah sebagai warisan terpenting bagi ummat Islam. Dengan berpegang teguh kepada keduanya, insya Allah, kaum muslimin akan selamat dunia-akhirat. Nabi Muhammad SAW adalah uswatun hasanah, yang diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia. Bagaimana akhlak Rasul? “Akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an,” jawab Aisyah ra (HR Muslim dan Abu Dawud). Untuk dapat hidup Qurani, tentu saja mesti mengakrabi Al Qur’an. Hal ini dimulai dengan tidak membiarkan koleksi Kitab Al Qur’an menjadi sekadar penghias rumah, mobil, atau kantor. Al Qur’an mesti dibaca, sambil terus dipahami maknanya. Menandai ikhtiar pemasyarakatan Al Qur’an, pada Selasa (10/2) PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an) Daarul Qur’an (Daqu) me-launch Mobile Qur'an. ‘’Mobile Qur'an ini adalah sarana layanan jemput bola bagi yang ingin belajar membaca atau menghafal Kitab Suci Al Qur’an,’’ kata General Manager PPPA Daqu, Tarmizi, di Kantor PPPA Daqu, Kawasan CBD Ciledug, Tangerang, Banten. Layanan Mobile Qur'an dikemas dalam Program ‘’One Day One Ayat’’ (nDOA). Dijelaskan Tarmizi, nDOA adalah program hafalan Qur’an bagi masyarakat di bawah bimbingan Santri Zulfikar. Peserta nDOA, setiap hari sesuai waktu yang disepakati, akan disambangi seorang Santri Zulfikar. Santri akan meminta peserta melafalkan hafalan satu ayat, dan menuntunnya agar tidak lupa atau salah bacaannya (tartil). Hafalan bisa dimulai dari juz pertama, atau juz terakhir (juz amma). ‘’Bila misalnya satu kantor ada 10 peserta nDOA, maka kelak di kantor itu akan terlahir 10 hafidz atau hafidzah (penghafal Qur’an) yang insya Allah membawa keberkahan bagi kantornya,’’ harap Ustadz Yusuf Mansur, Pembina PPPA Daqu. Santri Zulfikar pembimbing nDOA, bukan sembarang santri. ‘’Mereka adalah best of the best, yang diseleksi dari Santri Taruna Daqu lewat jalur program beasiswa,’’ tutur Tarmizi. Program nDOA sebenarnya sudah berjalan beberapa bulan. Untuk lebih mengembangkannya, PPPA Daqu menggandeng para mahasiswa peserta Program Kaderisasi 1..000 Ulama-Intelektual BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sebagai Duta nDOA.. Sinergi tersebut dituangkan dalam MoU yang ditandatangani Ketua Umum BAZNAS, Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, MSc dan pembina PPPA Daarul Qur’an Ust. Yusuf Mansur, bersamaan dengan launching Mobile Qur’an. PPPA berkomitmen memberikan bantuan sebesar Rp 300 juta untuk mendukung kaderisasi ulama-intelektual. Mobilisasi Santri Zulfikar dalam melayani ummat, menggunakan mobil yang didesain interior maupun eksteriornya secara khusus. Sementara ini baru melayani area Jabodetabek. Untuk memperluas layanan, PPPA Daqu mengundang partisipasi masyarakat dalam pengadaan sarana Mobile Qur'an di Solo, Semarang, dan Surabaya. ‘’Mobile Qur’an ini akan digunakan para Santri Daqu di Solo, Semarang, dan Surabaya untuk melayani jamaah setempat,’’ terang Tarmizi. Qur’an Call Kalau Anda tidak punya banyak waktu, atau mungkin agak malu, untuk belajar membaca Qur’an dengan benar (tartil), jangan khawatir. Program Qur’an Call sengaja dikemas PPPA Daarul Qur’an untuk mendampingi Anda dalam belajar membaca Qur’an secara tertib, benar, dan tanpa malu. ‘’Program Qur’an Call ini adalah bimbingan membaca Al Qur’an by phone, dengan layanan 24 jam perhari untuk segala umur.. Dengan program ini, kita bisa ngaji kapan saja,’’ kata Tarmizi saat memperkenalkan secara resmi program ini bersamaan dengan launching Mobile Qur’an. Ia menjelaskan, dengan menjadi peserta program ini, siapapun dapat belajar membaca Kitab Suci dalam semua tingkatan. Baik yang pemula agar dapat lancar membaca, maupun yang sudah lancar agar fasih bacaannya. Demikian juga bagi yang sudah fasih, yang ingin mulai menghafal Qur’an. Tempat dan waktu tidak lagi menjadi kendala dalam program ini. Sebanyak 40 hafidz dan hafidzah PPPA Daqu siap melayani penelepon darimana dan jam berapapun. Mereka bekerja terbagi dalam 3 shift per hari. Para operator Qur’an Call adalah mahasiswa STMIK Antar Bangsa yang memperoleh beasiswa tahfidz dan Santri-santri Daarul Qur’an. Keluarga muslim Indonesia yang bergabung dalam program ini, berarti turut serta dalam ikhtiar memberdayakan potensi Santri Daarul Qur’an. INGIN BERPARTISIPASI MENGIKUTI QUR'AN CALL HUBUNGI 021-73453000 KEMUDIAN TEKAN 3 Tel. 021-73453000 / 73444858 http://www.pppanews.org WWW.PPPA.OR.ID ========================= Dapatkan Buku, CD, Kaset, VCD, Ust. Yusuf mansur Hanya di www.gerai.web.id [Non-text portions of this message have been removed]

