----- Forwarded by PPC-DEPT/KMI on 02/17/2009 01:04 PM -----

Purwanto/KMI 
02/17/2009 01:07 PM

To
PPC-DEPT/KMI
cc

Subject
Fw: Why do we read Qur-an






----- Forwarded by Purwanto/KMI on 02/17/2009 01:03 PM -----

Agus Riyadi/KMI 
12/03/2008 11:01 AM

To
Ito Septiadi/KMI, ITsupport/KMI, Risal Apriadi/KMI, Recruitment/KMI, Dina 
Rosyta/KMI, Irwan kairadireja/KMI, devi/KMI, irma/KMI, Ali Akbar/KMI, 
Sadewo Aji/KMI, Ricky Adrinaldi/KMI, Widya Estritarini/KMI, Dewi 
Septianti/KMI, Yani/KMI, Purwanto/KMI
cc

Subject
Fw: Why do we read Qur-an






----- Forwarded by Agus Riyadi/KMI on 12/03/2008 10:58 AM -----

"Joko Susanto" <[email protected]> 
12/03/2008 09:51 AM

To
"Joko Susanto" <[email protected]>
cc

Subject
Why do we read Qur-an






> Subject: Why do we read Quraan
> 
> Ass wr wb ~
> Why do we read Quraan, even if we can't understand a single Arabic word 
?
> 
> Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti satupun 
artinya ?
> This is a beautiful story :
> 
> Ini suatu cerita yang indah :
> 
> An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern 
Kentucky
> with his young grandson. Each morning Grandpa wakeup early sitting at 
the
> kitchen table reading his Quran .
> 
> Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu
> pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg
> masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di 
meja
> makan di dapurnya.
> 
> 
> His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in 
every
> way he could. One day the grandson asked, "Grandpa! I try to read the 
Qur'an
> just like you but I don't understand it, and what I do understand I 
forget
> as soon as I close the book. What good does reading the Qur'an do?"
> 
> Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk
> menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya 
bertanya, "
> Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur'An seperti yang kamu lakukan tetapi 
aku
> tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku 
menutup
> buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur'An?
> 
> The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and 
replied,
> "Take this coal basket down to the river and bring me back a basket of
> water."
> 
> Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di tungku pemanas 
sambil
> berkata , " Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi
> penuhi dengan air."
> 
> The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got 
back
> to the house.
> 
> Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua 
air
> habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
> 
> The grandfather laughed and said, "You'll have to move a little faster 
next
> time," and sent him back to the river with the basket to try again. This
> time the boy ran faster, but again the bas ket was empty before he 
returned
> home.
> 
> Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih 
cepat
> lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb 
untuk
> dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 
keranjangnya
> kosong sebelum ia tiba di depan rumah.
> 
> Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry 
water
> in a basket, and he went to get a bucket instead. The old man said, "I 
don't
> want a bucket of water; I want a basket of water.
> 
> Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil 
membawa
> air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong , maka sang cucu
> mengambil ember sebagai gantinya.
> Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember air ; aku hanya mau satu
> keranjang air.
> 
> You're just not trying hard enough," and he went out the door to watch 
the
> boy try again.. At this point, the boy knew it was impossible, but he 
wanted
> to show his grandfather that even if he ran as fast as he could, the 
water
> would Leak out before he got back to the house.
> 
> Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu 
untuk
> mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal 
itu
> mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar 
sekalipun
> ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia 
sampai
> ke rumah.
> 
> The boy again dipped the basket into river and ran hard, but when he 
reached
> his grandfather the basket was again empty. Out of breathe, he said, 
"See
> Grandpa, it's useless!" "So you think it is useless?"
> 
> Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat
> tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek 
keranjang
> sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, 
percuma!"
> " Jadi kamu pikir percuma?"
> 
> The old man said, "Look at the basket." The boy looked at the basket and 
for
> the first time realized that the basket was different. It had been
> transformed from a dirty old coal basket and was now clean, inside and 
out.
> 
> Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat ke
> dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang 
itu
> sekarang berbeda.. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara 
yang
> tua kotor dan kini bersih, luar dalam. "
> 
> "Son, that's what happens when you read the Qur'an. You mi ght not
> understand or remember everything, but when you read it, you will be
> changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives.
> 
> "Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'An. Kamu tidak 
bisa
> memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu
> akan berubah, didalam dan diluar dirimu .
> 
> " If you feel this email is worth reading, please forward to your
> contacts/friends. Prophet Muhammad ( p.b.u.h) says: "The one who guides 
to
> good will be rewarded equally"
> 
> Jika kamu merasa email ini patut dibaca, maka lanjutkanlah ke 
teman-temanmu.
> Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :
> " Bagi siapa saja yang membawa kebaikan maka akan mendapat ganjaran yang
> sama "
> 
> sumber : milis mualaf indonesia

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke