A’uudzubillahi minasyaitoonirrojiim, bismillahirrohmaanirrohiim, Wal ‘ashr,
innal insaana lafii khushrin, illalladziina amanuu wa’amilusholihaati watawa
shoubil haqqi watawa shoubishobr. Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ali
Muhammad.
Menyambut maulid nabiyulloh Muhammad saw, saya ingin bertanya pada diri saya,
pada saudaraku semua, wabilkhusus pada saudaraku anggota milis ini yang
berda’wah melalui partai.
Setelah 1400-an tahun kita hidup sepeninggal suri tauladan, rasululloh saw.
kita sudah sangat terbiasa dalam kehidupan masing-masing tanpa imam yang jelas.
Benar kita telah memiliki pak RT, pak RW, pak Lurah, pak Camat,...........dan
seterusnya sampai pak Presiden. Sudahkah mereka yang ada sekarang seperti
dikehendaki Alloh seperti ajaran rasululloh saw? Mari sama-sama instropeksi
diri, kita renungkan kehendak Alloh swt: wamaa kholaqtuljinna wal insa illaa
liya’buduun (QS: Adzariat/51: 56).
Seluruh dimensi kehidupan kita harus kita dedikasikan untuk menghamba pada
(mengikuti perintah dan menjauhi larangan) Alloh swt. Selama dedikasi kita
belum ke arah Alloh, maka harus kita usahakan sekuat tenaga agar sesegera
mungkin kembali ilalloh. Kita baru saja bersuka cita menyambut perayaan maulid
nabi (bagi yang melakukannya), mari kita gegap gempitakan kehidupan ini sesuai
ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw.
Sebentar lagi kita akan “diwajibkan” (setidaknya seperti yang difatwakan MUI)
memilih para wakil di legeslatif/DPR Pusat, DPRD I, DPRD II, dan presiden.
Kalau kita tilik organisasi partai mereka, benarkah sudah mengikuti QS
Adzariat: 56? Apa landasan gerak partainya? Janganlah kita memilih organisasi
atau orang yang masih dalam kategori Islam TAPI. (Islam tapi, istilah Ustadz
Ihsan Tanjung untuk mereka yang Islam tapi enggan menjalankan ajaran-ajarannya).
Secara kasat mata, kita juga telah “disiapkan” beberapa partai yang landasan
organisasi dan geraknya adalah Alqur’an dan Assunnah.... (alhamdulillah).
Misalnya: PPP, PKS, dan PBB, kalau ada satu atau dua individu yang khilaf itu
adalah wajar. Namun, secara hierarkis/struktural mengapa beberapa partai
tersebut tidak bisa bergerak searah, seiya sekata ya? Bukankah landasan
geraknya sama-sama Alqur’an dan Assunnah? ....astaghfirulloohal’adziim. Kalau
dilihat dari sejarah hijrah, bukankah kedatangan rombongan muhajirin Mekah
menuju Madinah disambut seiya sekata oleh para penduduk Anshor dan menyatu
dengan muhajiriin?. Jangan sampai keberadaan partai (sudah berasas Islam) tapi
justru masih terkungkung pada niat hijrah yang belum lillaahi ta’ala. Jangan
sampai tujuan yang hendak dicapai hanya perebutan kursi. Bukankah semestinya
para tokoh organisasi yang sama-sama landasan geraknya, duduk bersama
merumuskan masalah umat? Semoga keluhan ini
benar-benar bukan karena hati ini iri melihat mereka seakan hanya berebut
gajian dan tunjangannya, karena kalau demikian maka diri ini bisa jadi masuk
kategori munafik dan fasik. Diri ini hanya ingin melihat betapa saudara-saudara
kita yang telah mengikrarkan diri berasas Islam, tentunya Gerak juang amar
ma’ruf nahi munkar akan terasa lebih baik dan lebih kuat. Hingga sangat mudah
rasanya menghindarkan masyarakat dari kemaksiatan semisal mabuk-mabukan/narkoba
dan perjudian juga sekaligus lebih mudah mensejahterakan masyarakat yang masih
faqir miskin manakala para pemimpin kita adalah berasal dari wadah/partai yang
baik dan sekaligus individu yang soleh/solehah.
Kita juga harus senantiasa saling mengingatkan untuk kembali pada tuntunan
Alloh sebagaimana yang dibawa Rasullloh saw. Akhirnya, mari kita saling
merenungkan Firman Alloh:
dan sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin
dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami
(ayat-ayat allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya
untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan allah), dan mereka mempunyai telinga (
tetapi ) tidak dipergunakannya untuk mendengar ( ayat - ayat allah). mereka itu
sepertii binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang -
orang yang lalai . (QS: Al a'raf/7: 179). Na’udzubillah, semoga kita bukan
termasuk golongan yang lalai itu. Semoga kita semua anggota milis selalu
memperoleh bimbingan dan naungan rahmat dari Alloh swt, amiin yaa robbal
‘alamiin.
Hormat saya,
Faisol muhammad