Dear Moderator and All, Saya menemukan artikel seperti dibawah ini, dana saya merasa tidak bisa menjawabnya karena keterbatasan ilmu saya, mungkin dari saudara - saudara muslim yang lain bisa memberikan jawaban yang memuaskan, menurut AQ dan hadist.
Terima Kasih Hendra Wassalam Dari Moderator: Fitnah dan kebohongan saya hapus saja agar tidak menyebar. Sebaiknya baca pengantar pada Al Qur'an dan Terjemahan dari Depag yang diterbitkan bekerjasama dengan Kerajaan Arab Saudi. Para Hafiz (Penghafal Al Qur'an) itu banyak. Meski ada yang berguguran, namun masih banyak yang menghafalnya termasuk sahabat dan sekretaris Nabi Zaid bin Tsabit. Oleh Abu Bakar, Zaid disuruh mengumpulkan Al Qur'an dan menulisnya. Zaid melakukan itu sambil mengkonfirmasi dengan para Hafiz lainnya sehingga Al Qur'an tertulis dalam lembaran2 kulit (namun belum dijilid jadi buku). Pada zaman Usman, dijadikan buku dan dibuat beberapa salinannya dan disebar ke beberapa tempat. Kalau pun ditambah tanda baca, itu karena orang non Arab, termasuk orang Indonesia tidak bisa membaca tulisan Arab Gundul. Para Hafiz ada dari zaman Nabi hingga sekarang. Hanya Al Qur'an kitab suci yang bisa dihafal oleh jutaan orang. Sementara Kitab suci lain tidak ada yang bisa menghafalnya. Kalau Kitab Suci agama lain sudah tidak asli lagi, itu benar karena tidak ada yang hafal. Tapi Al Qur'an itu asli karena dijaga oleh Allah SWT.

