Waktu itu saya berkunjung ke Amerika. Pada saat saya pulang dari Masjid Raya
setelah melaksanakan sholat Subuh, sekitar jam enam pagi saya menjumpai di
jalan-jalan utama dan jalan-jalan tol sangat ramai. Jalanan dipenuhi
mobil-mobil. Kesan pertama saya: heran! Namun akhirnya saya terbiasa
menyaksikan pemandangan ini. Mereka bangun pagi untuk pergi ke tempat kerja.
Sebagian besar mereka bekerja di tempat yang jauh dari rumah, sehingga terpaksa
bangun jam lima pagi—waktu Sholat Subuh—supaya bisa berangkat ke tempat kerja
tepat waktu.
Saya banyak menjumpai orang-orang Amerika di jalan-jalan ketika saya pergi ke
masjid untuk sholat Subuh. Saya ulangi sekali lagi “Saya pergi,” bukan “Saya
pulang.” Maknanya, mereka mau bangun pagi-pagi sebelum Subuh tentunya untuk
keperluan yang sangat penting.
Saya pun berpikir, kira-kira apa ya tujuan penting mereka ini, sehingga mereka
mau bangun pagi-pagi sebelum jam lima pagi dan memakai baju dinas? Untuk apa
mereka keluar dalam keadaan cuaca yang sangat dingin menuju jalan-jalan raya?
Tahukan Anda?
Ternyata mereka melakukan itu hanya untuk berjalan-jalan bersama anjing guna
menghirup udara segar!
Orang Amerika, laki-laki dan perempuan bangun jam setengah lima pagi, karena
hatinya terpaut dengan anjingnya yang terkurung di dalam rumah sepanjang hari.
Mereka bangun pagi-pagi sekali supaya anjing-anjing bisa menghirup udara segar
di jalanan.
Saya berharap dari Anda, wahai saudaraku yang mulia. Mari bersama-sama
memecahkan masalah penting ini. Orang Amerika-Kristen atau Yahudi atau kafir
lainnya, bangun pagi-pagi demi anjingnya. Sedangkan sebagian orang Islam, atau
kalau Anda ingin mengatakan: “Sebagian besar” orang Islam, enggan bangun pagi
demi Allah !
Lalu, apa solusi Anda dalam masalah ini?
Bayangkan, karena cinta anjing mendorong pemiliknya untuk bangun, sedangkan
cinta Allah tidak mendorong seorang hamba untuk bangun ..?!
Izinkan saya untuk membandingkan dua hal ini.
Kemampuan fisik manusia mempunyai potensi untuk bangun pagi, namun potensi
kekuatan hati tidak mampu mendorongnya untu bnagun pagi dengan alasana yang
begitu memprihatinkan. Semoga Allah menyelamatkan kita!
Penulis: DR.RAGHIB AS-SIRJANI
Dikutip dari: Misteri Shalat Subuh
=====
Artikel 20 Maret 2009
[Non-text portions of this message have been removed]