----- Original Message ----- 
From: Munawar 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, April 21, 2009 8:13 AM
Subject: < MJNY > Ada Apa dengan Nafsu Kita ?


      Ada Apa dengan Nafsu Kita ?  

      Written by Rahmat Arafah Al-Madany     
      Monday, 20 April 2009 
      www.nurulyaqin.org
     
      Salah satu kelebihan yang dianugerahkan oleh Allah kepada manusia adalah, 
adanya akal dan pikiran serta nafsu. Sehingga dengan demikian, manusialah yang 
mendapat dan sanggup mengemban amanah sebagai khalifah dimuka bumi ini ketika 
Adam diutus pertama kali.

      Nafsu juga merupakan barometer untuk dapat mengetahui sejauh mana 
kefasikan dan kejahatan yang terdapat dalam diri seseorang. Sehingga nafsu 
dapat dikatakan sebagai ilham kefasikan dan kejahatan yang dilakukan oleh 
segenap manusia dimuka bumi ini. Allah -subhanahuwata'ala- telah menjelaskan 
kepada kita bahwa terdapat dua sifat nafsu dalam surat As-Syams ayat 7-9, yang 
artinya:

      "Dan nafsu serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada nafsu 
itu kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan 
nafsu itu."

                  Dalam ayat tersebut, dijelaskan bahwa nafsu merupakan sumber 
dari segala sesuatu. Sehingga dengan demikian, apabila kita mampu mengolah 
besarnya godaan nafsu, maka kita akan selamat dari malapetaka. Akan tetapi 
seandianya kita kalah bertarung dalam mengelola nafsu, maka kita akan menjadi 
seseorang yang celaka; baik didunia maupun di akherat. 
      Dikarenakan nafsu memiliki dua dimensi yang sangat tajam, kita dituntut 
agar berhati-hati dalam mengendalikan diri dari segala macam bentuk nafsu, 
khususnya nafsu kejahatan. Maka kita harus benar-benar mampu memperhatikan. 
"lalu-lintas" nafsu. Jangan sampai kita hanya mengedepankan kepuasan semata 
tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari kepuasan sesaat tersebut. 
Nafsu itu bersifat sombong dan mementingkan diri sendiri; ia selalu ingin 
memuaskan kehendaknya dan kesombongannya. Ia hanya memperhatikan keperluannya 
sendiri, kepentingannya sendiri, dan hanya mencari kesenangan. Ia berusaha 
melakukan apa saja untuk memperdayakan manusia, Karena nafsu selalu tidak 
mungkin dapat memenuhi keinginannya melalui cara yang benar. Ucapan Nabi Yusuf 
menjelaskan keadaan ini dalam al-Qur'an surat Yusuf ayat 5, yang artinya:

       "Dan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, Karena sesungguhnya 
nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat 
oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." 

      Dalam ayat tersebut dijelaskan nafsu seseorang merupakan "kendaraan" yang 
menyebabkan perbuatan fasik dan jahat. Sehingga nafsu merupakan rahasia penting 
yang diungkapkan hanya kepada orang-orang beriman serta takut kepada Allah. 
Dengan menelaah rahasia ini, kita akan dapat mengetahui bahwa nafsu tidak akan 
pernah berhenti menjalankan misinya, walaupun hanya dalam sedetik. 

      Melalui godaan dan tipudaya muslihat, nafsu selalu berusaha menjerumuskan 
manusia dari jalan Allah. Berdasarkan rahasia inilah, nafsu tidak akan pernah 
diam dan berhenti; ia akan selalu membenarkan perbuatannya dalam keadaan apa 
saja, ia akan selalu mencintai dirinya sendiri melebihi yang lain, ia semakin 
sombong, menginginkan benda apa saja dan menginginkan kenikmatan. Singkat kata, 
ia berusaha dengan cara apa saja agar seseorang melakukan perbuatan yang 
bertentangan dengan hal-hal yang diridhai Allah.

      Sesungguhnya, perilaku dan perbuatan orang-orang kafir yang tidak sesuai 
dengan ajaran al-Qur'an sepenuhnya dibentuk oleh nafsu mereka. Karena tidak 
takut kepada Allah, orang-orang kafir tidak memiliki kehendak untuk mengikuti 
hati nurani mereka, tetapi lebih cenderung untuk mengikuti nafsu mereka. 
Percekcokan, konflik kepentingan, dan ketidakbahagiaan yang melanda masyarakat 
dan agama diabaikan, berakar dari individu-individu yang terjerat oleh nafsu 
mereka dan kepentingan diri mereka, sehingga akibatnya, mereka kehilangan 
sifat-sifat manusia seperti kasih sayang, saling menghormati, dan pengorbanan. 

      Namun, hal ini juga tidak sedikit kita temui menyerang kaum muslimin pada 
beberapa dekade belakangan ini. Kita selalu disibukkan memisahkan antara urusan 
agama dan urusan dunia. Sesungguhnya dalam kehidupun dan kebutuhan dunia serta 
akherat merupakan dua sisi yang  tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. 
Sesungguhnya pangkal dasar dari ini semua, kita sebagai rakyat Indonesia masih 
berada dalam pengaruh dan kungkungan "penjajah dan penjahat" yang selalu siap 
melancarkan  hegemoninya terhadap keberlangsungan kehidupan berwarga negara 
kita. 

       Itulah sebabnya mengapa rahasia yang diungkapkan oleh Allah ini sangat 
penting. Jika seseorang mencamkan rahasia ini dalam hatinya, ia dapat 
mewaspadai nafsu dan melakukan perbuatan yang benar. Nafsu dapat ditundukkan 
dengan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang diperintahkan. 
Misalnya, ketika nafsu memerintahkan untuk bermalas-malas, kita harus bekerja 
lebih keras. Ketika nafsu memerintahkan untuk mementingkan diri sendiri, kita 
harus lebih banyak berkorban. Ketika nafsu memerintahkan untuk berbuat kikir, 
kita harus menjadi lebih dermawan.

        Di samping sisi nafsu yang jahat, dari surah asy-Syams kita mengetahui 
bahwa Allah juga mengilhamkan kepada nafsu hati nurani yang menjadikan 
seseorang dapat mengendalikan nafsunya agar tidak memuaskan keinginannya yang 
rendah. Yaitu, di samping nafsu itu mendordong kepada kefasikan, ia juga 
mendorong kepada kebajikan. Setiap orang mengetahui akan bisikan ini dan dapat 
mengenali perbuatan fasik dan perbuatan baik. Namun, hanya orang-orang yang 
takut kepada Allah yang dapat mengikuti hati nurani mereka.

      Allah wa Rasuluh A'lam Bi Ash-Shawab
     

=================================================
Rasulullah SAW bersabda: 
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh aku bermaksud hendak 
menyuruh orang-orang mengumpulkan kayu bakar, kemudian menyuruh
seseorang menyerukan adzan, lalu menyuruh seseorang pula untuk menjadi imam 
bagi orang banyak. Maka saya akan mendatangi orang-orang yang tidak ikut 
berjama'ah, 
lantas aku bakar rumah-rumah mereka." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah 
RA).

=================================================
Salurkan Zakat, Infaq dan Sodaqoh (ZIS) anda ke Bank Syariah Mandiri, Capem 
Cikarang
Acc/No : 005-017-6791 
Acc/Name : DKM Masjid NURUL YAQIN
Hotline Bendahara MJNY : 0816-1894727 
Hotline Koord. Komitmen Bulanan : 021-70911172
Website : www.nurulyaqin.org Email : 
[email protected]=================================================


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke