Untuk gabung silahkan di http://www.tahajjudcall.org / 
[email protected]

Dalam Wasiat-wasiat, Al-Syaikh Al-Akbar Ibnu Arabi menasihati kita.
Bunyinya, ketika turun ke langit dunia pada sepertiga terakhir malam,
Allah swt berkata, ''Sungguh berdusta orang yang mengatakan
mencintai-Ku, sementara ia tidur dan lalai kepada-Ku. Bukankah setiap
kekasih ingin berkhalwah dengan kekasihnya? Akulah yang mendatangi
kekasih-Ku. Mereka membayangkan-Ku di kelopak mata mereka. Mereka
berbicara kepada-Ku dalam musyahadah, dan bercakap-cakap dengan-Ku
dengan khusuk. Di hari kemudian, Aku tatapkan mata mereka pada
surga-surga-Ku.''

Nasihat Sufi Andalusia, yang dijuluki
Muhyiddin, ini mengisyaratkan agar kita bangun malam, dan memanfaatkan
sebagian malam itu untuk beribadah kepada Allah. Nabi Muhammad saw
bersabda, ''Hendaklah kalian menunaikan bangun malam, karena bangun
malam adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, yang bisa
mendekatkan kalian kepada Tuhan, pelebur kesalahan, penghalang dari
dosa, dan pengikis penyakit dari tubuh.'' (Imam Ahmad dan Tirmidzi).
Dalam Islam, istilah bangun malam disebut qiyaam al-layl.

Rasulullah
juga berkata, ''Allah menyayangi seorang lelaki yang bangun malam untuk
salat, lalu membangunkan istrinya, dan istrinya pun ikut mendirikan
salat. Bila istrinya enggan, ia memerciki air ke mukanya. Dan, Allah
menyayangi seorang perempuan yang bangun malam untuk salat, lalu
membangunkan suaminya, dan suaminya pun melaksanakan salat. Jika
suaminya menolak, ia menciprati air ke wajahnya.'' (Imam Daud dan Ibnu
Majah). Suami-istri itu, kata Nabi dalam hadis yang dirawikan oleh Abu
Daud dan An-Nasa'i, ditulis sebagai lelaki dan perempuan yang berdzikir
kepada Allah.

Lebih jelas, Allah menegaskan pentingnya bangun
malam (QS 73: 1-9). HM Thaba'thaba'i, dalam tafsir Al-Miizaan,
menjelaskan bahwa yang dimaksud ayat itu (qiyaam al-layl) adalah salat
pada malam hari. Nabi berkata, ''Salat yang terbaik setelah salat fardu
adalah (salat) bangun malam.'' (Muslim).

Menurut Muhammad
Abdullah Al-Khatib, dalam Qiyaam al-Layl: Penyegar Jiwa, kita bisa
memetik pelajaran dari ayat-ayat itu. Yaitu, agar kita selalu bangun
malam (salat), seperti Allah perintahkan kepada Nabi-Nya. Sebagian
malam yang kita gunakan beribadah kepada Allah akan mendatangkan pahala
besar. Kita juga dituntut untuk membaca Alquran dengan tartil. Yaitu,
membaca Alquran secara pelan dan merenungkan makna dan kandungannya
secara mendalam.

Bangun malam, kata Al-Khatib, merupakan salah
satu standar untuk mengukur cita-cita yang benar dan lurus, dan sebagai
tanda dari jiwa yang besar. Biasanya, bangun malam sangat berat
dilakukan ketimbang bangun pada saat lain. Bila kita sering bangun
malam, maka kita akan terbiasa taat beribadah kepada Allah, dan kita
mampu membiasakan diri menanamkan keimanan dalam hati dan di relung
jiwa. Bangun malam untuk mengingat Allah dapat menciptakan pribadi
muslim yang tepercaya dan mewujudkan masyarakat yang disirami hidayah.
- ahi

http://www.republika.co.id/berita/51290/Bangun_Malam



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke