Assalamualaikum.Wr.Wb.
Allah SWT berfirman : Demikianlah kami menjelaskan kepada kamu ayat-ayat Allah,
semoga kamu bisa mempergunakan akal ( AlBaqarah 242)
Nabi Muhammad SAW bersabda : Tegaknya kepemimpinan seseorang dilihat dari akal
sehatnya.“
Al Atbi berkata : Akal itu ada dua : Akal yang hanya Allah saja yang
membuatnya, dan inilah yang murni dan yang asal. Kedua akal yang manusia dapat
mengambil faedah daripadanya, dan mengamalkannya, ini merupakan cabang.
Apabila keduanya berkumpul, (akal asli dan cabang), dan saling menguatkan
pemilik akal tersebut, maka cahaya bisa lebih kuat menerangi kegelapan.
== Orang yang berakal mencari hikmahnya, sementara orang yang bodoh hanya
sekedar ingin mendapatkannya
== Tidaklah dikatakan orang berakal, kecuali bila ia berakal untuk dirinya.
== Tanpa Hikmah tiada guna kekayaan
== Hikmah adalah simpanan disetiap waktu
== Cerdas dalam selalu berada di petunjuk illahi adalah setinggi-tinggi macam
akal.
== ( Unknown)
Dari Al Mawardi : Akal itu terbagi dua, Akal yang sudah merupakan instink dan
akal yang diusahakan.
Apabila terkumpul instink dan akal yang disahakan, maka akal tersebut dapat
membedakan hakikat kebenaran berbagai persoalan , dan dengannya pula seseorang
bisa membedakan antara baik dan buruk.
Dikatakan : Bukti akal seseorang adalah amalannya, dan bukti amalannya adalah
perkataannya.
== Pemaaf lebih dekat kepada akal
== Lidah orang berakal itu terletak dibelakang hatinya(bersih hati), sementara
hati orang yang bodoh terletak dibelakang lidahnya.(Asbun).
Amir bi Qais mengatakan : Fikirlah apa akhirnya, sebelum engkau memulainya.
Penyair Korea mengatakan : Janganlah kamu tertipu oleh kecantikan dan kemanisan
wajah/bicara luar seseorang, betapa banyaknya bunga-bungaan di kebun beracun,
dan betapa banyaknya didalam sebatang pohon/kayu/obat isinya kosong, melompong,
memandulkan dan memabukkan .
Wassalam. Rahima.S.S.Abd.Rahim.
[Non-text portions of this message have been removed]