Assalamu'alaikum warahmatulallahi wabarakaatuh


Kalau saja benar apa yang disampaikan Prita, tentu bukan pencemaran
nama baik. Bukan baik namanya, kalau melayani pasien begitu.  Saya
sendiri sangat-sangat kapok dengan pelayanan dokter atau RS di
Indonesia ini.



Saya pernah sakit satu kali di Bukittinggi, malam hari pukul 7 maghrib.
Akibat keracunan makanan(saya makan urap/anyang, istilah Minangnya,
yang saya beli dikedai siang hari, tetapi baru sempat makannya malam
hari, jelas basilah, cuman, saya dasar bandel, meski dah terasa agak
lain rasanya, dimakan aja meski sedikit, ngak sampai berapa menit
setelah makan itu), langsung muntah-muntah. Kepala oyong, pandangan
berkunang-kunang, terasa sekeliling saya berputar-putar, benar-benar
seumur hidup saya, baru kali itu merasakan pusing luar biasa.



Seluruh isi perut makanan saya serasa  keluar(saya tidak sampai mencret, hanya 
muntah-muntah saja).



Saya hanya berdua dengan anak saya dirumah, yang baru belum cukup
umurnya 5 tahun. Melihat saya muntah2 begitu, anak saya pucat, dia
bilang :"Mama,..jangan mati yah mama..mama kenapa?" "mama makan yang
basi tadi Nak, makanya muntah-muntah". Anak saya sejak itu, sangat
takut dengan namanya basi, sedikit aja makanan diciumnya kurang enak,
dia bilang basi, tidak mau dimakannya, dia selalu bilang kesaya :"Mama
jangan makan yang basi lagi yah..."



Sampai pukul 9 malam masih muntah terus, akhirnya saya telfon tetangga
sebelah(kontraktor rumah saya), dan mereka datang, membawa saya ke
rumah dokter didepan rumah. Dikasih obat, tapi pusingnya tidak juga
hilang, muntah terus, berdiri sudah tidak mampu lagi. Dokter itu
bilang,.:Bagaimana Bu, ngak ada perubahan?" "Tidak dokter", saya
bilang. "Kalau begitu bawa saja ke RS".



Akhirnya malam itu juga saya dibawa kerumah sakit(dengan pakaian tidur,
karena jangankan untuk mengambil pakaian dalam lemari, turun dari
tingkat atas ke bawah saja, saya sudah tidak kuat, anak saya kala itu
benar-benar ketakutan).



Dibawalah saya ke RS dengan mobil tetangga itu, dan ditemani seorang
tetangga cewek, juga beberapa orang cowok lainnya. Diperjalanan saya
disuruh tutup mata, kontraktor itu suurh saya minum yang mana ia
membeli air minum dikedai malam itu sepanjang perjalanan dari rumah ke
dokter, perhatiannya memang sangat tinggi kesaya dan anak-anak saya
sejak tahun 2006, sejak saya mengenalnya dan jadi kontraktor rumah
saya, dia memang sudah seperti saudara kandung sendiri, beliau bilang,
karena bila mata saya terbuka, dunia ini berputar terus, oyong luar
biasa, mau muntah terus.



Sampai di RS, di periksa di UGD. Dokternya tanya:"Kenapa Bu?"

Saya bilang, mana saya tau Pak Dokter, yang pasti saya muntah-muntah, kepala 
pusing dan oyong, pandangan kunang-kunang".



Dokter RS itu hanya periksa perut saya, pegang perut kiri kanan,
ditanya saya :"Sakit yang ini?,.kagak..saya bilang,.."Yang ini?"
"Kagak" saya bilang juga (perut sebelah kanan dan kiri)".



Setelah itu, si dokter bilang, Ibu cuman kecapean, dan gejala Magg, masuk angin.

Saya dikasih obat Maag. Setiap minum obat itu, bukannya muntah saya
hilang, malah muntah terus, sampai air saja yang keluar, ngak ada lagi
isinya, bukannya obat penahan muntah yang diberikan.



Syukurnya, saya tidak bodoh amat dalam hal ilmu kesehatan ini. Saya bacalah 
obat apa sih yang diberikan kepada saya?



Saya baca kandungan isi obat tersebut. Meski banyak yang berbahasa
Inggris, namun saya juga tidak begitu bodoh amat memahaminya. Saya
dikasih obat penambah nafsu makan(curcuma), kemudian obat maag(ini yang
setiap saya makan, saya muntah), kemudian obat anti biotik, serta obat
panas(padahal badan saya tidak panas, saya cuman muntah-muntah, kenapa
dikasih obat panas).



Hanya beberapa butir dan beberapa sendok saja dari semua obat itu saya
minum(Dan saat saya minum itu, saya belum sadar betul, jadi belum saya
baca), yang kasih minum obat itu cewek tetangga saya, yang dianya tidak
baca kandungan isi obat, hanya dia tau dokter bilang minum ini berapa
kali sehari saja, dan setelah merasa koq setiap minum obat malah saya
semakin muntah. Ini yang bikin saya membaca obat apa yang diberikan
kesaya. Saya benar-benar kaget. Saya dikasih obat Maag, panas, dan
penambah selera makan, serta anti biotik.



Langsung saja saya bilang sama tetangga yang jaga itu. Jangan lagi
kasih saya minum obat itu, ambilkan obat di tempat obat saya, disana
saya minum obat yang saya bawa dari Mesir. Ada obat Hibatul baraka,
juga obat anemia(karena saya ada sakit anemia, jadi setiap bulan saya
ada minum obat itu, terutama saat haid, karena selain penambah darah,
obat itu juga penambah kekuatan tubuh yang lemah).



Alhamdulillah, setelah minum kedua obat itu(Obat hibatul Assauda, atau
hibatul baraka ini,obat beberapa macam penyakit, sangat banyak
khasiatnya memang), saya tidak muntah-muntah lagi, dan kepala mulai
hilang pusingnya.



Namun, badan saya masih lemah sekali, saya minta tolong dibelikan apel
dan makan kentang, minta di gorengkan sama tetangga itu. Hanya dua itu
saya makan, selain banyak minum. Alhamdulillah 5 hari saya sembuh
total, dan kesembuhan itu, sama sekali bukan dari obat yang dari RS
tersebut, karena obat dari RS itu justru bikin saya tambah muntah dan
pusing, jadi, tak saya minum lagi, mungkin hanya dua butir saja.



Sejak saat itu, saya trauma dengan dokter dan RS di Indonesia ini. Dan
kalau saya sakit batuk, demam, pilek/flu, saya minum saja obat alami.
Jeruk nipis. Anak saya pilek, batuk juga hanya saya kasih minum jeruk
nipis. Kalau dia demam terlalu panas, sampai mencapai 41 derajat
sekalipun, saya minumkan dia obat panas dari Kairo(yang saya bawa
memang dari sana), serta saya kompres dengan air es/dingin. Jeruk nipis
tak pernah saya lupa memberikannya. Kalau batuknya sampai berdahak, dan
sesak nafas, saya masak kulit jeruk manis itu, dan airnya diminumkan ke
anak saya. Atau saya masak jahe, ditambah gula merah dan asam jawa,
saya minumkan ke anak-anak saya. Alhamdulillah sembuh koq, sakit sesak
nafasnya, demam dan batuk mereka. Inilah sakit yang biasa dialami
anak-anak saya. Kalau di Cairopun, apabila parah sekali, baru dibawa
kedokter. Sepanjang masih bisa saya atasi dengan minum obatan alami,
itu dulu yang saya berikan.



Di Kairo, saya masih percaya dengan para dokter anaknya(tapi tentu
tidak semua dokter seperti itu juga), saya ke dokter langganan anak
saya. meski saya bilang anak saya sakit batuk. Bukan sekedar
tenggorokannya saja yang diperiksa, seluruh tubuhnya diperiksa oleh
dokter itu. Jadi kita puas, kita tahu apa kekurangan anak kita. Di
Indonesia ini, mungkin tidak semua kali, kebetulan pas setiap dokter
yang saya datangi, hampir sama semua typenya, anak saya seperti gimana
yah diperiksa itu. Dokter malah tanya kesaya, ada apa dengan anak ibu,
kenapa dia, setelah itu diperiksa dadanya dengan alat itu lho, kemudian
dilihat tenggorokannya, kadang ditimbang, kadang tidak, setelah itu
dikasih obat, disuruh pulang,.sudah deh..beres...



Hehehe...curhat Ni Ye...ada RS yang mau ngadukan saya
kepengadilankah..? (hehehe...saya tidak ada sebut nama RS dan
dokternya), Ntar saya terkenal lagi seperti
Prita,..dipenjara...wah..kacau dah Indonesia ini. Orang Curhat koq
malah dibilang pencemaran nama baik,..kalau benar yang dicurhatkan itu
bagaimana..? pencemaran jugakah namanya?...namun,..gimana
lagilah...kebanyakan bangsa kitakan melihat siapa yang kaya,..siapa
yang pejabat tinggi...siapa yang...siapa yang...(asal bukan
kuis,..siapa lebih berani..).



 Kasus Prita, sebenarnya, saya yakin,..banyak yang mengalami hal serupa
dari kita masyarakat Indonesia. Inilah Indonesiaku....Bangsaku...gimana
bencana alam ngak henti-hentinya menimpa bangsa ini yah...rakyat kecil,
masyarakat biasa tak berdaya, bahkan sering jadi obok-obokkan yang
diatas.....



Untuk itu, sebagai insan yang diberikan oleh Allah akal sehat, dalam
hal kesehatan ini, kita jangan percaya 100% apa kata dokter/RS,
hendaknya, kita memiliki ilmu pengetahuan tentang kesehatan itu juga
dengan banyak membaca, bertanya. Atau banyak bergaul dengan masyarakat
yang juga memiliki ilmu kesehatan. Semua ini demi agar kita tidak
tertipu, atau dipermainkan, ataupun diobok-obokkan seenak perut mereka.
Apalagi zaman sekarang, kebanyakan dinilai dengan materi, dinilai
dengan uang

Wasssalamu'alaikum.



Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.



"Laa tahtaqir Syaian mahmaa kaana shaghiiran"

(Jangan anggap enteng segala sesuatu meskipun ia kecil)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke