7 ).Seorang pemimpin haruslah bersikap
Pemurah.
Pemimpin yang
baik, haruslah bersikap pemurah, penyantun terhadap sesama manusia, terutama
terhadap faqir miskin.
Sangat banyak
sekali contoh dari kepemurahan Rasulullah dan para sahabat dalam masalah ini.
Kita lihat
pada masa kekhalifahan Abu bakar. Tatkala itu manusia benar-benar berada dalam
kepakceklikan yang amat sangat.
Masyarakat
berduyun-duyun datang kepada beliau. Kaum muslimin itupun mengadu mengatakan :
" Wahai Khalifah, langit sudah tidak mendatangkan hujan , bumipun kering,
manusia
hampir berada di ambang kehancuran, apa yang harus kita lakukan saat ini ?
".
Maka Abu bakar
pun berkata : " Pergilah kalian dulu,tunggulah dengan bersabar hati,aku
berdo'a pada Allah,semoga IA dapat melepaskan kita dari penderitaan ini.".
Maka tatkala
siang haripun datang, beliau mendengar berita tentang kedatangan kafilah Ustman
Bin Affan ( Khalifah yang ketiga nantiknya dan terkenal kaya, juga menantu
Rasulullah SAW, digelar dengan Dzun Nurul'aini, mempunyai dua mata hati, karena
beliau dapat mengawini dua puteri rasulullah SAW, setelah yang satu meninggal ,
dan beliau seorang yang kaya raya, serta terkenal kedermawanannya, terutama
untuk kaum muslimin dan jihad fi sabilillah ).
Kafilah Ustman
ini datang dari negeri Syam. Tatkala ia datang bersamanya 1000 ekor kambing,
zaitun
dan zabib ( makanan semacam Zaitun juga ).
Maka
berduyun-duyunlah manusia datang kerumahnya, termasuk para pedagang. Apa kata
beliau ? : " Apa yang kamu inginkan ". Mereka menjawab, "
sesungguhnya engkau mengetahui apa yang kami inginkan ". Juallah kepada
kami , maka sesungguhnya manusia berada dalam kesulitan.
Utsman pun
berkata : " Dengan segala kecintaan dan kemuliaan, berapa kamu
menginginkan laba dari semua ini ? ".
Mereka
menjawab : " 1 dirham dua dirham ".
Ustman pun
menjawab,: " Aku akan memberikan kelebihan dari semua itu "
Mereka
menjawab : " Wahai Aba amru, ngak ada di medinah ini pedagangpun selain
kami , maka siapakah yang akan memberikan kepada engkau ? "
Beliau
menjawab : " Allah akan memberikan kepadaku setiap satu dirham 10
dirham,apakah kamu bisa memberikan padaku lebih dari itu ? "
Mereka
menjawab : " Tidak ada ".
Beliau berkata
lagi : " Sesungguhnya aku bersaksi pada Allah SWT, bahwa IA akan
menjadikan aku dari apa-apa yang aku bawa ini dari kambing, unta,sebagai
sedeqah kepada kaum Muslimin dan fakir miskin ".
Subhanallah, Wa
masyaAllah, adakah diantara pemimpin yang semacam ini, memberikan dengan
cuma-cuma,(tapi
dari harta dan kantongnya sendiri, bukan dari kas Negara), tidak di jual,
apalagi
mengambil kesempatan dalam kesempitan, menjual mahal barang saat paceklik.
Beliau
memberikan semua harta beliau untuk kemaslahatan kaum Muslimin dan fakir
miskin..
Inilah cirri
khas pemimpin yang mantap, tahu akan dunia dan kefanaannya , tahu akan makna
akhirat serta kekekalannya, maka beliau memilih mana yang lebih kekal, atas
yang fana.
Adapun watak
orang yang bakhil, maka Ibnu Abbas mengumpamakannya seperti orang tua yang
kulitnya keriput, giginya ompong,,jelek
bentuknya.
8 ) Suka memberikan nasihat akan
kebenaran .
Seorang
pemimpin yang baik, adalah pemimpin yang selalu memberikan nasihat pada
kebenaran. Bukan membawa manusia pada jalan kesesatan. Seorang pemimpin itu
haruslah benar-benar berilmu, tahu mana yang hak, mana yang bathil, sehingga
dengan gampang ia menasihati yang di pimpinnya.
Kalau ia tidak
tahu mana yang benar, mana yang salah, lebih baik diam, dan lebih baik ia
menanyakannya pada penasehatnya, atau orang yang lebih mengetahui suatu masalah
itu. Jangan asal main tembak saja. Tembakan yang salah arah, maka akan berbalik
, melantun dan melayang ke dirinya sendiri.
9 ). Bersikap netral
dan adil
Wasssalamu'alaikum.
Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.
"Laa tahtaqir Syaian mahmaa kaana shaghiiran"
(Jangan anggap enteng segala sesuatu meskipun ia kecil)
[Non-text portions of this message have been removed]