9 ). Bersikap netral dan adil.
Sudah jelas, sebaik-baik
perkara adalah pertengahannya.( Kullu umuurin Aushathaha ). Allah menjadikan
kita ummat islam, adalah ummat yang pertengahan.
Maksudnya
tidak terlalu ekstrim dan tidak terlalu longgar. Sebagaimana Firman Allah
" Dan kami jadikan kamu sebagai ummat yang pertengahan, agar kamu menjadi
saksi pada manusia kelak …dst ).Islam itu adalah agama yang moderat.
Allah SWT
berfirman bagi mereka yang berinfak hartanya
: " Dan janganlah kamu jadikan tangan kamu terbelenggu pada lehermu
( saking pelitnya ), dan jangan pula kamu terlalu mengulurkannya ( terlalu baik
)karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.
" Wahai
bani Adam,berhiaslah kamu ketika akan kemesjid, makan dan minumlah, tapi jangan
sampai berlebihan, Allah tidak suka pada orang-orang yang berlebihan ".
(dalam hal ini
kata ishraaf=berlebihan, menurut sebahagian ulama, berlebihan yang sampai jatuh
kepada hukumnya haram, apabila ishraaf itu melampaui batas-batas yang di
tentukan oleh syara', tidak dikatakan ishraaf, kalau tidak melampaui batas
syara').(lihat
Al mausuu'al AlQuraaniyaah almuyassarah, hal 147, disusun oleh 4 ulama
terkenal.
Buku sangat
bagus apabila dimiliki setiap kaum muslimin, terutama bagi mereka yang sibuk
dikantoran, tidak banyak waktu untukmelihat buku-buku tafsir, karena buku ini
mencakup keterangan ringkas dalam AlQuran tafsir secara ringkas, sebab turun
ayatnya ada, hukum tajwidnya ada, kamus pengertian kalimatnya ada, juga
mencakup sekilas tentang ilmu-ilmu AlQuran, bukunya tidak begitu tebal hanya
997 halaman, satu jilid, (dalam bahasa Arab), dan cetakan (kertasnya), sangat
bagus, ada warna merah setiap yang penting).
Kemaren saya
pulang bawa empat kitab mausuu'ah itu, hanya untuk dikasih hadiah saja,
sayangnya berat, sementara setiap pulang ke Indonesia juga saya banyak bawaan,
terutama buku-buku saya, ngak habis-habisnya, dah dikirim via countainerpun,
masih saja banyak buku-buku yang belum saya miliki.
Habis, Mesir
memang gudangnya buku dan ilmu pengetahuan, terutama buku-buku agama, bukunya
menarik dan ilmunya mendalam, sampai matipun saya ngak bakalan bisa membaca
semua buku-buku itu, tiap bulan ada saja buku
yang terbit, dan bagus-bagus. MaasyaAllah.
Kita lanjutkan
lagi, dalam makan, ngak baik kita terlalu kenyang, jangan pula sampai makan
sangat sedikit, makanlah secukupnya. Begitupun dalam hal berbelanja dan
berpakaian. Jangan berpakaian terlalu menyolok dan berlebihan, dan diusahakan
jangan pula terlalu kelihatan compang camping, amburadul, dan tidak rapi.
" Allah
itu maha cantik dan suka kecantikan ". Jadi setiap kita, tidak di larang untuk
mempercantik diri, berhias
dan berbaju cantik, karena itu sudah fitrahnya manusia, ingin kelihatan cantik.
Bukankah Allah
sudah berfirman : " Katakanlah
wahai Muhammad, siapakah yang mengharamkan perhiasan, keindahan, yang sudah di
rezekikan Allah pada manusia.".
Jadi jangan
salah kaprah, bagi kaum wanita dalam hal berpakaian, sepanjang pakaian itu
menutup aurat, tidak menyerupai pakaian lelaki, menutup kepala, leher ,dada (
buah dada ), dan tidak tipis membayang , tidak membentuk kayak gitar or biola
yang mengundang mata lelaki keranjang melirik apa yang tersimpan di dalamnya,
silahkan
saja.
Jangan terlalu
banyak syarat dalam hidup ini, segala sesuatu itu ambil yang simple saja, enak
di pakai, rapi dan tidak mengundang gairah kaum Adam, akibat lekuk-lekuk tubuh
dan kata-kata manis rayuan kita, senyuman genit nan menggoda.
Betapa
banyaknya kaum wanita yang merasakan karena
saking untuk menjaga dirinya, sampai ia berpakaian panjang melunjur
kebawah, sehingga menyapu lantai ( dipel saja sekalian jalanan dan lantai itu
).
Berpakaian
terlalu longgar ( kebesaran sekali ) , melebihi kapasitas tubuh itu sendiri
dan lebar,sehingga kelihatan kasak kusuk, kagak
rapi, membuat mata malas melihatnya, bahkan tak jarang menjadikan seseorang
berguncing sambil menyelutuk : " Idiih..koq si Anu pakaiannya kagak rapi
begitu yah,..sudah kagak rapi warnanya hitam pekat pula ".
Begitupun
sebaliknya , betapa banyaknya wanita yang berpakaian minim, rok diatas lutut,
bahkan
hanya berapa centi saja dari mahkotanya yang termahal itu ( you can see
everywhere,and anytime ), celana panjang ketat, pusar terbuka, membuat badan
gampang masuk angin, dada putih mulus ( bendingan,. kalau korengan, pasti di
tutupinya toh !! ), terkadang tak jarang kelihatan apitan dan selipan gunung
merapi
dan singgalang.
Allah
menghalalkan bagi wanita sutera ( tidak untuk kaum lelaki emas dan sutera haram
di pakai oleh kaum Adam ) , pakaian dari sutera, silahkan saja bersutera,
berhias
dengan model batik, bordir, toh itu adalah suatu seni keindahan karunia dari
Allah SWT.
Asal jangan
berlebih-lebihan, dan jangan dengan niat pamer dan mengundang hawa nafsu
lelaki. Bagi wanita yang sudah menikah, pakailah emas, pakaian indah dan cantik
itu niatkan benar-benar untuk sang suami.
Jangan pas
ketika keluar rumah saja kita berhias, sementara di dalam rumah pakaian compang
camping, bau asap masakan, dan bau terasi
lagi. Waleh..waleh..Suami mana sih yang tidak lari mencium hawa, melihat
pemandangan yang kurang enak itu.
Wasssalamu'alaikum.
Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.
"Laa tahtaqir Syaian mahmaa kaana shaghiiran"
(Jangan anggap enteng segala sesuatu meskipun ia kecil)
[Non-text portions of this message have been removed]