Dari Moderator: Paham Liberal adalah paham sekuler yang diciptakan Yahudi AS untuk menguasai dunia ini. Ada paham politik Liberal yang tentu anti negara Islam. Ada paham Islam Liberal untuk merusak ajaran Islam dari dalam. Ada paham ekonomi Neoliberal yang menguras kekayaan alam seluruh dunia untuk kepentingan AS dan segelintir sekutunya.
Ummat Islam harus mewaspadai itu dan melawannya. Bukan mendukungnya Wassalam Saya pribadi sebagai umat Islam sangat mengkhawatirkan bahaya paham Liberalisme Agama. Mereka begitu luasnya masuk ke negara ini. Bahkan perguruan tinggi di beberapa IAIN (sekarang sudah berganti nama) di beberapa kota sudah termasuki, Departemen Agama juga. Alhamdulillah MUI tidak terkontaminasi, tercermin dengan FATWA MUI tentang kesesatan Liberalisme, Sekulerisme dan Pluralisme Agama. Sekarang mereka akan masuk ke ranah "kekuasaan" ! Kita tahu bahwa kaum Yahudi yang melahirkan paham Islam Liberalisme, mereka mempelajari Al Quran dan Hadist sedalam-dalamnya. Kemudian mereka "memilihnya" sesuai kepentingan mereka dan "memilih" yang "masuk akal". Sehingga sebagian cendekia muslim khususnya Indonesia dapat "menerima" berdasarkan/bersandarkan akal mereka walaupun dinyatakan sesat dengan fatwa MUI. Salah satu kesesatannya sekarang mereka bisa menerima imam sholat wanita untuk jamaah yang ada kaum prianya juga seperti aktivis liberal Siti Musdah Mulia mengatakan, lesbian dan homosekstual diakui dalam Islam. Beliau juga menyalahkan para ulama yang melarang perilaku menyimpang ini Sungguh demokrasi kebablasan yang diterapkan di negara kita adalah termasuk anjuran kaum Liberalisme (ujungnya kaum yahudi). Dimana suara setiap rakya adalah sama. Mereka "memecah belah" kekuatan negara kedalam kekuatan setiap rakyat. Kita tahu bahwa "suara" penjahat berbeda dengan "suara" cendekia. Dalam Islam kita mengenal sistem perwakilan, menyerahkan kepada sekelompok orang yang berkompetensi, seperti yang saya uraikan di http://mutiarazuhud.wordpress.com/2009/05/25/kedaulatan/ Nah , "sekutu" SBY saat ini diantaranya adalah orang2 berpaham liberalisme agama (sebenarnya saya ndak setuju disebut Islam Liberalisme), yang menurut saya mereka "lebih dekat" dengan SBY dibanding petinggi partai berbasis massa Islam. pa SBY kita pahami beliau lebih lemah keislamannya dibandingkan pa' JK sehingga sangat mengkhawatirkan beliau menghadapi "gempuran" kaum liberalisme. Di sisi pa JK, memang ada orang yang berpaham liberalisme agama, namun Insya Allah tidak mempengaruhi karena mereka secara individu, dan posisi yang tidak penting. Sedangkan pa SBY , ada dukungan dari Freedom Institute, JIL, dll. Termasuk dukungan penuh pa Rizal Malarangeng dalam team sukses SBY. Saya takut pandangan umat Islam kebanyakan bahwa petinggi-petingi partai berbasis masa Islam , setuju ber"sekutu" dengan kaum liberalisme. Jadi keadaan ini menjadi dilematis. Sebagai umat Islam marilah kita berjuang mencegah kaum liberalisme agama menjadi bagian kekuasaan di negara kita ini. Cukuplah Allah sebagai pelindung kita. Wassalam

