Cinta adalah Fitrah Insani

Muhammad Ibnu Daud Azh Zhahir mengatakan;“ Cinta merupakan cermin bagi
seseorang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan
kelemahlembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Karena sebenarnya ia
tidak jatuh cinta kecuali terhadap dirinya sendiri.Kecenderungan
manusia pada keindahan adalah fitrah tetapi juga merupakan ujian bagi
manusia.

“Dijadikan indah pada (pandangan ) manusia kecintaan kepada apa-apa
yang di ingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan dan sawah ladang. Itulah kesenangan
hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik
(surga)”. Qs. Ali Imran [3]:14)

Dan Firman Allah lainnya:
“Disitulah diuji orang-orang yang beriman dan digoncangkan (hatinya)
dengan goncangan yang sangat (dahsyat). (al-Ahzab:11)
Ibnul Qayyim Al-Jauzi mengungkapkan; dalam rasa cinta melibatkan sampai
50 tingkat perasaan. Dari kondisi yang membahagiakan, sampai pada yang
menyedihkan. Dari adanya kerinduan sampai keinginan untuk selalu
mencurahkan kasih sayang. Dan dari cinta buta yang memperdayakan sampai
cinta tertinggi yang melahirkan penghambaan.

Abdullah Nashih Ulwan dalam ‘Al-Islam wal Hub’ menulis tentang cinta.
Ia katakan, Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong
seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan
kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, tak dapat di
pisahkan dengan kehidupan. Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin
menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa
tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginan yang
suci dan mulia pula.

Menurut Abdullah Nasih Ulwan, cinta memilki tiga tingkatan.
• Cinta tingkat tertinggi, yaitu cinta kepada Allah dan rasul-Nya dan
berjihad dijalan-Nya.
• Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara,
istri/suami dan kerabat.
• Cinta tingkat terendah; ialah cinta yang lebih mengutamakan cinta
kepada keluarga, harta dan masalah dunia dari pada mencintai Allah dan
Rasul-Nya.
Tiga tingkatan cinta itu berdasarkan firman Allah pada surah at-aubah
[9]:24
“Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri,
kaum kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu
khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu
sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan dari
berjihad di jalan-Nya. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusan-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang fasik”.(
Qs. At-Taubah [9]:24)

*****
Cinta adalah fitrah manusia yang murni, tak dapat di pisahkan dengan
kehidupan.Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya
dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa tentu ia
akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginan yang suci dan
mulia pula.
*****

Berikutnya insya Allah: Ketika Cinta Datang

--
Posting oleh akhrudianto ke Komunitas Nurani Islam 107koma7fm Kota
Tangerang pada 6/30/2009 09:47:00 AM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke