HAKEKATNYA, HIGMAHNYA MENDIRIKAN SHOLAT
Sholat sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w.
Berdasarkan persfektif Al Qur’an dan Hadits
No.10 Bersambung
TATACARA RUKU’:
Dari Mush’ab bin Sa’ad r.a., katanya: “Aku sholat disamping bapakku, dan
kuletakkan kedua tanganku antara kedua lututku. Lalu kata bapaku, “Letakkan
kedua tanganmu di atas kedua lutut.”. Tetapi pada kali yang lain kulakukan pula
seperti semula. Maka dipukulnya tanganku sambil berkata, “Kami dilarang
Rasulullah s.a.w. seperti ini, dan disuruhnya meletakkan telapak tangan di atas
lutut.” HSM.489
Dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash r.a., katanya: “Aku sholat di samping
bapakku. Ketika ruku’, kupersilangkan jari-jari tanganku dan kuletakkan di
antara kedua lutut, maka dipukulnya tanganku. Setelah selesai sholat bapak
berkata, “Mulanya kami berbuat memang begitu. Tetapi kemudian disuruh Nabi
s.a.w. meletakkannya di atas lutut.” HSM.490
Bagi mereka yang biasa ruku’, dan tangannya diletakkan di betis atau dip aha,
maka lebih baik diletakkan di atas lutut, mengikuti cara Rasulullah s.a.w.
sholat.
12-I’TIDAL (BANGKIT DARI RUKU’)
Ketika bangkit dari ruku’, sujud dan lain sebagainya, Rasulullah s.a.w.
melarang makmum mendahului imam. HSB. 389, 390, HSM.428
Bangkit dari ruku’ (I’tidal) dimulai dengan mengangkat kedua tangan sejajar
dengan bahu. HSB. 403, 410; HSM.342, 343
BACAAN I’TIDAL YANG DIBACA OLEH RASULULLAH S.A.W. KETIKA SHOLAT :
Diceritakan oleh Abu Hurairah r.a., katanya: “Apabila Nabi s.a.w. membaca “Sami
Allahu liman hamida” maka beliau membaca: “Allahumma Rabbana walakal hamd.” Dan
beliau membaca takbir apabila ruku’ atau bangkit dari ruku’, begitu pula
apabila beliau berdiri dari dua sujud, beliau membaca takbir (Allahu Akbar).”
HSB.No. 437
Diceritakan oleh Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila
imam membaca: “Sami Allahu liman hamidah”, maka bacalah ‘Allahumma rabbana
lakal hamdu.” Barangsiapa bacaannya bersamaan dengan bacaan Malaikat, diampuni
Allah dosanya yang telah lalu.” HSB.No. 438
Dari Ibnu Abu Awfa r.a., katanya: “Bila Rasulullah s.a.w. bangkit dari ruku’,
beliau membaca: “Sami’allahu liman hamidah. Allahumma rabbana lakal hamdu
mil-us-sama-wati, wa mil-ul ardhi, wa mil-uma syi’ta min sya-in ba’du.’ (Maha
Mendengar Allah pujian orang yang memuji-Nya. Wahai Allah! Tuhan kami! Untuk-Mu
lah pujian sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki
sesudah itu).” HSM.430
APABILA SHOLAT BERJAMA’AH:
Dari Anas bin Malik r.a., katanya: “Pada suatu ketika Nabi s.a.w.. . . . . . .
. . .Setelah selesai sholat beliau bersabda, “Sesungguhnya imam itu dijadikan
untuk diikuti. Karena itu, apabila imam takbir, takbir pulalah kamu. Apabila
imam sujud, sujud pulalah kamu. Apabila imam bangkit, bangkit pulalah kamu. Dan
apabila imam membaca “Sami’allahu liman hamidah”, maka ucapkanlah ‘Rabbana
walakal hamdu’. Apabila imam itu sholat sambil duduk, maka sholat pulalah kamu
sekalian sambil duduk.” HSM.364
Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah s.a.w., bersabda: “Sesungguhnya imam
itu untuk diikut. Karena itu janganlah kamu menyalahinya. Apabila dia takbir,
takbirlah kamu. Apabila dia ruku’, ruku’lah kamu. Apabila dia membaca
‘Sami’allahu liman hamidah’, bacalah ‘Rabbana lakal hamdu’. Apabila dia sujud,
sujudlah kamu. Dan apabila dia sholat sambil duduk, maka sholat pulalah kamu
sambil duduk.” HSM.367
Bacaan-bacaan I’tidal lainnya, silahkan baca HSM.431,432; HBM.365; NA.954
DOA NABI S.A.W. KETIKA BANGKIT DARI RUKU’ (I’TIDAL) PADA SHOLAT MALAM.
“Allahumma rabbana lakal hamdu mil-us-samawati, wa mil-ul ardhi, wa mil uma
bainahuma, wa mil-uma syi’ta min syai-in ba’du.” “Wahai Allah, Tuhan kami!
Untuk-Mulah segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh ruang antara
keduanya, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu. HSM No. 743
Kalau imamnya sakit, sholatnya sambil duduk, maka makmumnya harus sambil duduk
pula. HSM.364, 365, 366, 367
13-S U J U D
Allah SWT memerintahkan kepada hambanya untuk bersujud.
[76.26] Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah
kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.
Al Qur’an, surat Al Hajj, surat ke 22 ayat No.77 sebagai berikut:
[22.77] Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah
Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.
BACAAN / DOA RASULULLAH S.A.W. KETIKA SUJUD PADA SHOLAT 5 WAKTU
Dari Ukhbah bin Amer r.a., berkata: Tatkala turun ayat: “Fasabbih bismirabbikal
‘adzim”. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jadikanlah dalam ruku’mu, maka tatkala
turun ayat, “Sabbihis marabbikal a’la”. Jadikanlah dalam sujudmu.” (HR.Ahmad,
Abu Dawud dan Ibnu Majjah).
(a)-Bacaan Ruku’ dan Sujud: “Subhana robbiyal ‘adzim’ dan “Subhana rabbiyal
a’la.”
Dari Hudzaifah bin Al Yaman r.a., telah berkata: “Saya sholat bersama Nabi
s.a.w., maka ia mengucapkan dalam ruku’nya “Subhana robbiyal ‘adzim’ dan dalam
sujudnya “Subhana rabbiyal a’la.” (HR.Imam Lima).
(b)-Diberitakan oleh ‘Aisyah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. di dalam ruku’ dan
sujud beliau membaca: “Allahummagh firli dzanbi kullahu, diq-qohu wa jillahu,
wa aw-walahu, wa akhirahu, wa ‘alaniyathu, wa sirrahu.” Artinya: “Wahai Allah!
Tuhan kami dan dengan memuji Engkau, Wahai Allah! Ampunilah hamba.”. Hadits
Shahih Muslim (HSM) No.436
(c-Dari Mutharrif bin ‘Abdullah bin Syikhkhir r.a., bahwa ‘Aisyah mengabarkan
kepadanya, katanya Rasulullah s.a.w. membaca dalam ruku’ dan sujud: “Subbuhum
quddusun rabbul malaikati war ruh.” Maha Suci Allah, Tuhan segala malaikat dan
ruh. HSM.441
Silahkan anda baca HSM.439 dan 440
Namun sejak turunnya Al Qur’an, Surat An Nashr (surat ke 110) ayat 3
[110.3] Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.
Hingga wafatnya, beliau Nabi s.a.w. lebih banyak membaca dalam ruku’ dan
sujudnya sebagaimana hadits berikut:
Dari ‘Aisyah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. sering membaca dalam ruku’ dan
sujudnya: “Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika, allahummagh firli”. “Maha
Suci Engkau, wahai Allah! Tuhan kami dan Maha Terpuji Engkau, Wahai Allah!
Ampunilah aku.” Beliau membaca do’a itu karena mengamalkan perintah Allah
didalam Al Qur’an, Surat An-Nasr , surat ke 110, ayat 3. HSM.437
Setelah turunnya Al Qur’an, surat An Nasr, surat ke 110 ayat No.3 Nabi s.a.w.
sampai wafatnya lebih banyak membaca tasbih dalam ruku’ dan sujudnya
sebagaimana hadits berikut:
Dari ‘Aisyah r.a. katanya: “Semenjak turun ayat: ‘Idza ja-anashrullahi wal
fath’, maka kulihat beliau sering mendoa atau membaca dalam ruku’ dan sujudnya:
“Subhana rabbi wa bihamdika Allahummafirli.” Maha Suci Engkau Wahai Tuhanku,
lagi Maha Terpuji, Wahai Allah. Ampunilah aku. HSM.438
Dari ‘Aisyah r.a., dia menceritakan bahwa, “Nabi s.a.w. memperbanyak bacaan
dalam ruku’ dan sujud dengan bacaan: “Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika,
allahummagh firli”. Maha Suci Engkau, wahai Allah! Tuhan kami dan Maha Terpuji
Engkau, Wahai Allah! Ampunilah aku!”.Dengan cara begitu, Nabi s.a.w.
seolah-olah menjelaskan maksud ayat Al Qur’an, surat An Nasr, surat ke 110 ayat
No.3 . HSB.448
Dari ‘Aisyah. Ia berkata: Adalah Rasulullah s.a.w. menyebut di dalam ruku’nya
dan sujudnya: “: “Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika, allahummagh firli”.
Maha Suci Engkau, wahai Allah! Tuhan kami dan Maha Terpuji Engkau, Wahai Allah!
Ampunilah aku!”. Hadits Bulughul Maram No.314 yang bersumber dari Muttafaq
‘alaih.
BACAAN / DOA RASULULLAH S.A.W. KETIKA SUJUD PADA SHOLAT MALAM:
“Allahumma laka sajadtu, wabika amantu, wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi
kholaqohu wa shaw-warahu, wa syaqqo sam’ahu wa basharahu, tabarakal-lahu
ahsanul kholiqin.” Artinya: “Wahai Allah! Kepada Engkau aku sujud. Dengan
Engkau aku beriman, dan kepada Engkau aku berserah diri. Mukaku sujud kepada
Tuhan yang menciptakan dan membentuknya, yang membukakan pendengaran dan
penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik Maha Pencipta.” HSM.No.743
TATACARA SUJUD SEBAGAIMANA DIAJARKAN OLEH RASULULLAH S.A.W.:
Dari Abbas r.a. telah berkata: Saya mendengar Nabi s.a.w. bersabda, “Apabila
sujud seorang hamba, maka bersamanya tujuh anggota: Mukanya, kedua telapak
tangannya, kedua lututnya, dan kedua telapak kakinya.” (HR.Jama’ah kecuali
Bukhari).
Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Aku
diperintahkan sujud dengan tujuh anggota dan tidak dibolehkan melapisinya
dengan rambut atau dengan kain, yaitu: Kening dan hidung, dua tangan, dua lutut
dan dua ujung kaki.” HSM. 444; HSB.445, HBM.317; NA.965
Berita dari Anas r.a., dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Sempurnakanlah sujudmu!
Jangan meletakkan kedua lenganmu dalam sujud ke bumi seperti anjing. Dan
apabila meludah, janganlah meludah kehadapan (ke depan) atau ke kanan, karena
anda sedang berbisik dengan Tuhan.” HSB. 302
Diceritakan oleh Anas bin Malik r.a., dari Nabi s.a.w., sabdanya: Betulkanlah
sujudmu, dan janganlah meletakkan kedua lengan (ke bumi) seperti anjing tidur.
HSB.450; HSM.446
Dari Al Barra’ r.a., katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila engkau
sujud, letakkan telapak tanganmu dan tinggikan kedua sikumu.” HSM. 447
Dari Maimunah r.a., isteri Nabi s.a.w., katanya: “Apabila Rasulullah s.a.w.
sujud, direnggangkannya kedua sikunya dari rusuk, sehingga kelihatan putih
ketiaknya. Dan apabila beliau duduk antara dua sujud dan pada tasyahud awal,
beliau duduk tenang di atas pahanya yang kiri.” HSM.448
Saya lihat Nabi s.a.w. apabila sujud, ia letakkan dua lututnya sebelum dua
tangannya. HR.Imam “Empat”. HBM.331 Dari Hadits Ibnu Umar yang disyahkan dia
oleh Ibnu Khuzaimah.
Dari Ibnu Buhainah, bahwasanya Rasulullah s.a.w. apabila shalat dan sujud ia
renggangkan dua tangannya hingga kelihatan putih dua ketiaknya. (Muttafa
‘alaih). HBM. 318
Dari Barra bin ‘Azib. Ia berkata: Telah bersabda Rasulullah s.a.w. :”Apabila
engkau sujud, maka letakkanlah dua tapak tanganmu dan angkatlah dua sikumu.”
HBM.319; HR.Muslim.
Dari Wail bin Hujr, ia berkata: “Aku pernah melihat Rasulullah s.a.w. apabila
sujud, ia meletakkan dua lututnya sebelum dua tangannya, dan apabila bangkit,
ia angkat dua tangannya sebelum kedua lututnya.” (HR.Imam yang lima, kecuali
Ahmad). Nailul Authar (NA):.959; HR.Abu Dawud.
Dari Abu Humaidi r.a., sesungguhnya Nabi s.a.w. apabila sujud, ia tetapkan
hidungnya dan dahinya di tanah dan ia renggangkan kedua tangannya dari dua
lambungnya dan dia letakkan dua telapaknya sejajar dengan kedua pundaknya.
HR.Timidzi.
Dan dalam suatu riwayat menurut Abu Dawud: “Apabila ia sujud, ia renggangkan
kedua pahanya tidak merapatkan pada perutnya atas sedikitpun dari kedua
pahanya.” HR.Abu Dawud.
Diceritakan oleh Al Barra’ r.a., katanya: “Biasanya sujud Nabi s.a.w.,
ruku’nya, dan duduknya antara dua sujud hampir sama saja lamanya
masing-masing.” HSB.449
Dari ‘Aisyah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. memulai sholat beliau dengan
takbir. Sesudah itu beliau baca Surat Al Faatihah. Apabila beliau ruku’,
kepalanya tidak mendongak dan tidak pula terlalu menunduk, tetapi pertengahan
(sehingga kepalanya kelihatan rata dengan punggung). Apabila beliau bangkit
dari ruku’, beliau tidak sujud sebelum dia berdiri lurus lebih dahulu. Apabila
beliau mengangkat kepala dari sujud (pertama), beliau tidak sujud (kedua)
sebelum duduknya antara kedua sujud itu tepat benar lebih dahulu. Tiap-tiap
selesai dua raka’at, beliau membaca tahiyat sambil duduk menghimpit kaki kiri
dan menegakkan kaki kanan, Beliau melarang duduk seperti setan duduk atau
binatang buas duduk. Dan beliau menyudahi sholat dengan membaca salam.” HSM.449
KETIKA RUKU’ DAN SUJUD TIDAK BOLEH MEMBACA AYAT-AYAT AL QUR’AN.
Dari Ibnu ‘Abbas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. membuka tirai (kamarnya
ketika beliau sakit akan meninggal), padahal ketika itu jamaah sedang sholat
berjamaah diimami Abu Bakar. Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya tidak ada lagi
wahyu kenabian yang ketinggalan yang harus kusampaikan, kecuali mimpi baik
seorang muslim. Ketahuilah! Aku dilarang membaca Al Qur’an dalam ruku’ dan
sujud. Agungkanlah Allah Azza Wa Jalla di dalam ruku, dan perbanyaklah doa di
dalam sujud, pasti doamu diperkenankan Allah SWT. HSM.433
Dari ‘Ali bin Abi Thalib r.a., katanya: “Aku dilarang Rasulullah s.a.w. membaca
(Al Qur’an) dalam ruku’ dan sujud.” HSM.434
SEJELEK-JELEK PENCURI ADALAH ORANG YANG MENCURI DI DALAM SHALATNYA:
Dari Abi Qatadah telah berkata: Nabi s.a.w. bersabda: “Sejelek-jeleknya manusia
pencuri yang mencuri sholatnya,” mereka bertanya, “Ya Rasulullah s.a.w.
bagaimana mencuri dari sholat itu?” Rasulullah menjawab: “Tidak menyempurnakan
ruku’nya dan tidak pula sujudnya,” atau Rasulullah menjawab: “Tidak meluruskan
punggungnya pada ruku’ dan sujud.” (HR. Ahmad, Thabrani, Ibnu Khuzaimah dan
Hakim). Nailul Authar: 981
14-DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
(a)-Duduk diatas dua tumit:
Dari Thawus r.a., katanya: “Kami bertanya kepada Ibnu ‘Abas mengenai hukum
duduk di atas kedua tumit.” Jawab ibnu ‘Abbas, Hukumnya sunat,” Kata kami,
“Kami lihat janggal lihat orang duduk seperti itu.” Jawab ibnu ‘Abbas, “Tetapi,
begitulah sunnah Nabi s.a.w.” HSM. 491; HR.Tirmidzi
(b)-Duduk diatas pahanya yang kiri:
Dari Maimunah r.a., isteri Nabi s.a.w., katanya: “Apabila Rasulullah s.a.w.
sujud, direnggangkannya kedua sikunya dari rusuk, sehingga kelihatan putih
ketiaknya. Dan apabila beliau duduk antara dua sujud dan pada tasyahud awal,
beliau duduk tenang di atas pahanya yang kiri.” HSM.448
Jadi duduk diantara dua sujud ada dua cara (kedua hadits ini shahih):
-a-Duduk atas paha kiri, dan kaki yang kanan ditegakkan berarti sama persis
dengan sikap duduk tasyahud awal.HSM.448, 536
-b-Boleh juga dengan cara duduk di atas kedua tumit yang ditegakkan (iq’a).
HSM.491
14-A-BACAAN (DO’A) KETIKA DUDUK DIANTARA DUA SUJUD:
Dari ibnu ‘Abbas r.a., sesungguhnya Nabi s.a.w.”Adalah mengucapkan antara dua
sujud: “Allahummagh firli, warhamni, wahdini, wa ‘afini, warjuqni.” HR.Abu
Dawud dan telah di shahihkan oleh Hakim.
Dari ibnu ‘Abbas, sesungguhnya Nabi s.a.w. pernah membaca: “Allahummagh firli,
warhani, wahdini, wa ‘afini, warjuqni” artinya: “Wahai Allah! Ampunilah aku,
dan rahmatilah aku, tolonglah aku, dan pimpinlah aku dan berilah aku rezqi.
HR.Tirmidzi dan Abu Dawud berkata dalam hadits itu: “Wa’afini (dan ma’afkanlah
aku) sebagai ganti kata “Wajburni”). NA.: 977
Dalam hal terdapat beberapa bacaan, do’a yang berlain-lainan, bila haditsnya
semua shahih, silahkan anda pilih hadits yang derajatnya lebih kuat, atau boleh
juga anda pilih yang mana saja, asalkan haditsnya shahih benar.
Hadits Shahih Bukhari (HSB); Hadits Shahih Muslim (HSM); Hadits Bulughul Maram
(HBM); Hadits Nailul Authar (NA).
Bersambung.
Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
[Non-text portions of this message have been removed]