Selasa, 12/05/2009 22:29 WIB Cetak <javascript:print();> |
Kirim<http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/send/persatuan-ummat-islam-atau-persatuan-bangsa-nasionalisme>
|
RSS <http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/rss>

Ketika Allah berbicara mengenai persatuan di dalam Al-Qur’an jelas bahwa
yang dikehendaki ialah muncunya suatu kesatuan berdasarkan ikatan yang jelas
dan hakiki. Allah tidak pernah menyuruh manusia untuk menjadikan hal-hal
primordial sebagai sebab atau ikatan jalinan yang menumbuhkan persatuan
antar manusia. Allah memang menyebutkan bahwa manusia diciptakan
bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, namun Allah tidak pernah menyuruh kita
untuk menjadikan faktor suku atau bangsa sebagai faktor perekat. Eksistensi
suku dan bangsa yang beraneka ragam di tengah pergaulan antar manusia
merupakan sebuah fakta yang tak terelakkan, tetapi bukan berarti persatuan
berdasarkan kesamaan suku atau bangsa merupakan persatuan yang dianjurkan
apalagi diperintahkan oleh Allah maupun RasulNya. Malah sebaliknya kita
temukan sebuah hadits yang mencela persatuan sekedar berdasarkan *fanatisme
golongan*, baik itu golongan berdasarkan kesamaan bangsa, suku atau warna
kulit.



áóíúÓó ãöäóøÇ ãóäú ÏóÚóÇ Åöáóì ÚóÕóÈöíóøÉò æóáóíúÓó ãöäóøÇ ãóäú ÞóÇÊóáó

 Úóáóì ÚóÕóÈöíóøÉò æóáóíúÓó ãöäóøÇ ãóäú ãóÇÊó Úóáóì ÚóÕóÈöíóøÉò

*“Tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang menyeru kepada ashobiyyah
(fanatisme **golongan**). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa
yang berperang atas dasar ashobiyyah (fanatisme **golongan**). Dan tidaklah
termasuk golongan kami barangsiapa yang terbunuh atas nama  ashobiyyah
(fanatisme **golongan**).” (HR Abu Dawud 4456)*

* *

Islam mengajarkan ummatnya untuk menjadikan *tali Allah* sebagai faktor
perekat antara satu sama lain sesama orang-orang beriman. Yang dimaksud
dengan tali Allah ialah nilai-nilai yang bersumber dari ajaran sempurna
Al-Islam. Islamic values merupakan satu-satunya sebab orang-orang beriman
pantas dan layak bersatu dan *berjamaah*. Percuma kita meneriakkan slogan
persatuan ummat Islam bilamana kita menyuruh mereka untuk mengikatkan diri
kepada tali selain tali Allah alias ajaran Islam. Allah bahkan  mengancam
bahwa kondisi tercerai-berai pasti akan muncul bilamana kita berpegang
kepada selain tali Allah.



æóÇÚúÊóÕöãõæÇ ÈöÍóÈúáö Çááóøåö ÌóãöíÚðÇ æóáóÇ ÊóÝóÑóøÞõæÇ



*”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah
kamu bercerai berai...” (QS Ali Imran ayat 103)*

* *

Allah mengancam bahwa segala bentuk persahabatan, persekutuan, koalisi,
pertemanan, perkoncoan, aliansi, kemitraan akan berakibat kepada saling
bermusuhan kelak di hari berbangkit, kecuali bila menjalin persahabatan yang
berlandaskan taqwa kepada Allah semata. Mereka yang menjalin hubungan semata
berlandaskan taqwa kepada Allah akan akrab di dunia dan tetap akrab di
akhirat.



ÇáúÃóÎöáóøÇÁõ íóæúãóÆöÐò ÈóÚúÖõåõãú áöÈóÚúÖò ÚóÏõæñø ÅöáóøÇ ÇáúãõÊóøÞöíäó



*”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian
yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf ayat 67)*



Persahabatan yang berlandaskan taqwa kepada Allah seringkali disebut sebagai
*Al-Ukhuwwatu Fillah* (Persaudaraan dalam/karena Allah). *Mengapa?* Karena
mereka yang bersaudara karena Allah adalah orang-orang yang sadar bahwa
sesungguhnya Allah-lah sebab bersatu yang hakiki dan abadi.



æóÃóáóøÝó Èóíúäó ÞõáõæÈöåöãú áóæú ÃóäúÝóÞúÊó ãóÇ Ýöí ÇáúÃóÑúÖö ÌóãöíÚðÇ

 ãóÇ ÃóáóøÝúÊó Èóíúäó ÞõáõæÈöåöãú æóáóßöäóø Çááóøåó ÃóáóøÝó Èóíúäóåõãú
Åöäóøåõ ÚóÒöíÒñ Íóßöíãñ



*”dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun
kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak
dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati
mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Anfal
ayat 63)*

Orang-orang yang bersatu bukan berdasarkan tali Allah akan bersatu sebatas
masih tersedianya ”*kekayaan”* yang mempersatukan mereka. Kekayaan merupakan
simbol dari ”kepentingan duniawi” yang sifatnya sementara bahkan sesaat.
Begitu kepentingan tersebut telah menghilang, maka mereka akan segera
tercerai berai dan hilang kesatuannya. Bahkan tidak kadang perpecahan serta
permusuhan akan segera tampak selagi masih di dunia tanpa menunggu datangnya
hari berbangkit.



Sedangkan orang-orang beriman tidak pernah tertipu. Mereka sangat faham dan
sadar bahwa segala kepentingan dunia sifatnya adalah kesenangan sementara
dan menipu. Maka mereka tidak akan mau menjalin bentuk persatuan,
perkoncoan, pertemanan, aliansi, koalisi atau apapun namanya kecuali bila
jelas bahwa yang jadi sebab dan landasan bersatu adalah Allah semata.  Sebab
Allah adalah Dzat Yang Maha Hidup. Jika kita menyatukan diri satu sama lain
hanya karena Allah, maka kita akan merasakan keakraban yang melampaui
batas-batas ruang dan waktu, sebab sampai kapanpun dan dimanapun Allah tetap
hadir dan mendampingi mereka yang bersatu karena Allah. Sekalipun sudah
sama-sama meninggal dunia, namun kelak ketika dibangkitkan di hadapan Allah
mereka yang saling bercinta,  bersaudara serta bersatu hanya karena Allah
akan mendapati Allah sebagai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang di hari
tersebut. Mereka tidak akan memiliki rasa takut, khawatir dan resah saat
semua orang lainnya dalam keresahan dan ketakutan di hari Kiamat. Bahkan
Allah akan menjadikan mereka sebagai orang-orang istimewa yang dibanggakan
dan dilimpahkan cahayaNya. Sedemikian istimewanya kedudukan mereka sehingga
menimbulkan kecemburuan dari para Nabi dan para Syuhada.



Åöäóø ãöäú ÚöÈóÇÏö Çááóøåö áóÃõäóÇÓðÇ ãóÇ åõãú ÈöÃóäúÈöíóÇÁó æóáóÇ ÔõåóÏóÇÁó
íóÛúÈöØõåõãú ÇáúÃóäúÈöíóÇÁõ æóÇáÔõøåóÏóÇÁõ íóæúãó ÇáúÞöíóÇãóÉö ÈöãóßóÇäöåöãú
ãöäú Çááóøåö ÊóÚóÇáóì ÞóÇáõæÇ íóÇ ÑóÓõæáó Çááóøåö ÊõÎúÈöÑõäóÇ ãóäú åõãú
ÞóÇáó åõãú Þóæúãñ ÊóÍóÇÈõøæÇ ÈöÑõæÍö Çááóøåö Úóáóì ÛóíúÑö ÃóÑúÍóÇãò
Èóíúäóåõãú æóáóÇ ÃóãúæóÇáò íóÊóÚóÇØóæúäóåóÇ ÝóæóÇááóøåö Åöäóø æõÌõæåóåõãú
áóäõæÑñ æóÅöäóøåõãú Úóáóì äõæÑò áóÇ íóÎóÇÝõæäó ÅöÐóÇ ÎóÇÝó ÇáäóøÇÓõ æóáóÇ
íóÍúÒóäõæäó ÅöÐóÇ ÍóÒöäó ÇáäóøÇÓõ æóÞóÑóÃó åóÐöåö ÇáúÂíóÉó

{ ÃóáóÇ Åöäóø ÃóæúáöíóÇÁó Çááóøåö áóÇ ÎóæúÝñ Úóáóíúåöãú æóáóÇ åõãú
íóÍúÒóäõæäó }

* *

*“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat mereka yang bukan para
Nabi maupun para Syuhada, namun para Nabi dan para Syuhada cemburu dengan
mereka di hari kiamat karena kedudukan mereka di sisi Allah.” Sahabat
bertanya: “Ya Rasulullah, kabarkanlah kepada kami, siapakah mereka? “
Beliau bersabda: ”Mereka adalah kaum yang saling mencinta dengan ruh Allah,
mereka tidak diikat oleh hubungan keluarga di antara mereka maupun harta
yang mereka kejar. Maka, demi Allah, sungguh wajah mereka bercahaya, dan
mereka di atas cahaya. Mereka tidak takut saat manusia ketakutan. Dan mereka
tidak bersedih saat manusia bersedih.” Lalu beliau membacakan ayat:
”Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah tidak merasa takut dan tidak
bersedih hati.”  (HR Abu Dawud 3060)*

* *

Saudaraku, sudah tiba masanya bagi ummat Islam, dimanapun dan kapanpun,
untuk menyadari hal fundamental ini. Kita selama ini telah tertipu bila
menyangka masih ada ideologi lain yang mampu mempersatukan manusia. Apapun
nama ideologi tersebut. Oleh karenanya, marilah kita kembali meneladani
sunnah Rasulullah Muhammad *shollallahu ’alaih wa sallam *dalam segala hal,
termasuk dalam hal menjalin ikatan persahabatan dan mewujudkan persatuan.* *

* *

Para penyeru Nasionalisme mengatakan bahwa ideologi Islam adalah ideologi
sempit dan primordial karena akan menyebabkan retaknya keutuhan eksistensi
bangsa. Maka kitapun mengatakan kepada mereka bahwa justeru ideologi
Nasionalisme itulah yang sempit dan primordial. Kenapa? Karena ia hanya
sibuk dengan satu bangsa saja dan mengabaikan bangsa-bangsa lainnya. Itupun
masih kita pertanyakan ketulusan dan kesungguhannya memperhatikan nasib
bangsa tersebut. Sedangkan Islam datang justeru untuk mempersaudarakan ummat
manusia dari aneka latar belakang suku dan bangsa.  Lihatlah sejarah,
bagaimana Islam telah mempersaudarakan sahabat Umar bin Khattab dari bangsa
Arab, Salman Al-Farisi dari Persia, Shuhaib Ar-Rumi dari bangsa Romawi dan
Bilal bin Rabah dari Ethiopia. Jika hari ini kita lihat bahwa persatuan
ummat Islam sedang tidak tampak, barangkali suatu pertanyaan mendasar perlu
diajukan. Benarkah ummat Islam dewasa ini secara jujur telah menjadikan tali
Allah saja sebagai perekat untuk mewujudkan persaudaraan dan persatuan di
antara mereka satu sama lain? Wallahua’lam bish-showwaab.* *

* *

*Ya Allah, sungguh Engkau tahu bahwa hati-hati kami telah berhimpun dalam
cinta kepadaMu, bertemu dalam taat padaMu, bersatu dalam da’wah menyeruMu,
saling berjanji untuk menolong Syari’atMu,  maka kokohkanlah -ya Allah-
ikatannya, kekalkanlah kasih-sayang di antaranya, tunjukilah jalan-jalannya,
penuhilah dengan cahayaMu yang takkan pernah padam, lapangkanlah
dada-dadanya dengan keutamaan iman kepadaMu, keindahan tawakkal padaMu,
hidupkanlah dengan Ma’rifah akan Engkau dan matikanlah dalam keadaan syahid
di jalanMu. Sesungguhnya Engkau-lah sebaik-baik Pemimpin dan sebaik-baik
Penolong. Sholawat dan salam atas Rasulullah Muhammad. Amin ya Rabb.*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Bagi yang ingin membantu dakwah milis Syiar Islam dan situs Media Islam bisa 
transfer ke: Rekening BCA Wisma GKBI 0061947069 a/n A Nizami

Nama (jika tak ingin disebut tulis Hamba Allah) dan besar sumbangan bisa 
dikonfirmasikan melalui email ke: [email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke