Assalamualaikum
Wr Wb

 

Bissmillahirrohmaanirrohiim

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang - orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”, QS. Al-Baqarah 
(2) : 183.

 

Ibadhah
puasa sangat berbeda dengan ibadah ibadhah yang lain, karena puasa adalah
ibadah “rahasia” artinya seseorang itu berpuasa atau tidak, hanyalah
orang yang berpuasa itu sendiri dan Allah SWT saja yang tahu, karena didalam
ibadah puasa, kita dilatih dan dituntut untuk berlaku “jujur”.



Karena orang yang berpuasa sadar betul bahwa ia sedang
dilatih untuk menyadari bahwa dimanapun ia berada dan dimanapun ia menghadap
bahwasanya ia berhadapan dan diawasi oleh Tuhan nya, dan orang yang sedang
berpuasa juga dilatih untuk menyadari bahwa semua aktifitasnya pasti diketahui
dan lihat oleh Tuhan yang telah menciptakannya yaitu Allah SWT, apabila
kesadaran ke Tuhan an ini telah terbangun serta menjelma dalam diri seseorang
melalui training dan didikan puasa, maka Insya Allah akan terbangun dan
terbentuk sifat yang amat mulia yakni “kejujuran”.

Kita dapat saja makan dan minum seenak kita di tempat tempat yang tertutup dan
sunyi yang tidak terlihat oleh siapapun, akan tetapi karena kita sedang puasa
maka kita, dalam kondisi apapun dan dalam cuaca apapun tidak akan mau melakukan
perbuatan makan dan minum tersebut, walaupun tidak ada orang lain yang melihat,
akan tetapi kejujuran hati kitalah yang akan mengatakan “pasti Allah SWT
melihat apa apa yang kita kerjakan”.

Apabila pada diri seseorang telah melekat sifat kejujuran maka semua pekerjaan
dan kepercayaan yang diamanahkan kepadanya, pasti dapat di selesaikan dengan
baik serta terhindar dari penyelewengan – penyelewengan, dan pasti kejujuranlah
yang akan menjamin tegaknya keadilan, kebenaran, ketelitian dan kehati hatian
serta kewaspadaan.

Secara psikologis, kejujuran akan mendatangkan ketentraman jiwa, dan
sebaliknya, seseorang yang tidak jujur pasti tega melakukan perbuatan serta
menutup nutupi kebenaran dan orang yang tidak jujur juga akan tega melakukan
kezaliman serta melakukan penggelapan terhadap hak orang lain.



Ketidak
jujuran akan selalu meresahkan masyarakat, yang pada gilirannnya akan  
mengancam stabilitas sosial, dan ketidak
jujuran selalu akan melahirkan kepada ketidak adilan, disebabkan karena orang
yang tidak jujur akan tega menginjak -injak keadilan demi keuntungan material
pribadi atau golongannya saja.



Kejujuran juga akan melahirkan penghargaan terhadap hak hak orang lain, karena
kejujuran sebagaimana yang telah kita uraikan diatas juga akan
menumbuhkembangkan kecintaan terhadap kebenaran, keadilan dan kedisiplinan,
serta seseorang yang lulus tes kejujuran melalui puasa akan selalu menanamkan
pada dirinya sipat kehati hatian yang mendalam, juga akan melahirkan serta
menyingkirkan perbuatan ceroboh yang dapat merugikan baik bagi dirinya terlebih
merugikan orang lain.Siapapun dia dan apapun
jabatannya bila telah memiliki menguasai dan menjalankan kejujuran dengan
benar, sebagaimana yang telah Nabi Muhammad SAW contohkan bagi kita semua,
Insya Alloh dan pasti mudik lebaran yang telah lalu tidak akan menimpa 576
orang meninggal dunia, korban luka ringan sebanyak 1.397 orang dan luka berat
sebanyak 637 orang, tidak akan pernah terjadi dan bila terjadi saya yakin jauh
di bawah nilai dan jumlah sebanyak itu, dan korban sebanyak itu bila kita lihat
sebagai musibah pasti nilainya akan terlepas dari kejujuran yang kita bahas
ini, akan tetapi bila kita lihat dari sebab dan akibat terjadinya musibah Insya
Alloh, kita dapat menilai bahwa sipat kehati hatian, kejujuran dan keteladanan
yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang terkandung dalam ibadhah puasa
dibulan ramadhan selama ini lebih banyak tidak berbekas kepada seluruh korban
baik yang meninggal dunia, maupun yang luka berat ataupun luka ringan bahkan
mungkin kurang membekas atau tepatnya tidak lulus dalam menjalankan training
kejujuran yang telah Alloh berikan pada kita semua melalui puasa ramadhan untuk
dan bagi kita semua. 



Yang terpenting hikmah dibalik kejadian dan semoga
kejadian musibah demi musibah yang kita alami kita lihat dan kita rasakan
seperti musibah gempa, Banjir, lonsong dan lain lain selama ini menjadikan dan
menumbuhkan kesadaran untuk menumbuh suburkankan sifat kejujuran, kehati
hatian, kewaspadaan, ketelitian, kedewasaan dan kearifan serta sebagai buah
dari ibadah puasa ramadhan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh nabi kita
Nabi Muhammad SAW, dan juga pendidikan kejujuran yang melekat pada ibadah puasa
ramadhan, perlu juga kita kembangkan sebagai bagian dari kehidupan riel dalam
kita bermasyarakat, agar puasa ramadhan yang kita jalani berbekas berdasarkan
iman dan Islam, serta bukan dan terhindar jauh dari puasa karena tradisi, atau
ikut ikutan saja, sebagaimana hadits Nabi SAW yang artinya : 

 

“Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak didapatkan dari puasanya
itu kecuali haus dan lapar.” (Hadits Riwayat Turmudzi) 

Semoga kita semua termasuk dan dimasukan kedalam
golongan hamba hamba Nya yang diridhoi serta dimasukan kedalam golongan hamba
hamba Nya yang mampu serta diberi kemampuan untuk memetik hikmah serta
pelajaran disetiap kejadian, juga dihindarkan dan terhindar dari Murka Alloh
yang Maha Dahsyat.

Aamiin Yarobbal Aalamiin

Mohon Maaf dan terimakasih

Wassalam

 

 

Mujiarto Karuk
Sumber 
Berita:http://republika.co.id/berita/78172/Kecelakaan_Lalu_Lintas_Sepanjang_Mudik_Lebaran_Meningkat





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke