Belum Ditegur DPP PKB, Riki Tetap Perjuangkan Pajak PSK 10 % *Muhammad Taufiqqurahman* - detikNews
* * *Jakarta* - Riki Solihin, anggota FPKB DPRD Batam yang mengusulkan pajak 10 persen bagi PSK tidak takut dengan polemik dan pro-kontra yang terjadi. Selama DPP PKB tidak menegur dan mengingatkan, Riki akan tetap memperjuangkan usulannya tersebut karena yakin apa yang dilakukan itu benar. "Selama saya belum dipanggil dan dimintai klrafikasi, saya akan tetap memperjuangkan. Kalau dipanggil, saya akan diskusi dengan DPP, saya akan menjelaskan itu," kata Riki dengan santai saat dikonfirmasi detikcom Kamis (18/2/2010). Riki yakin DPP PKB akan bersikap arif dan bijaksana dalam mengatasi kasus ini. Apalagi yang diusulkannya merupakan solusi bagi persoalan prostitusi yang tidak kunjung selesai dituntaskan. "Saya yakin DPP PKB akan bijak, apalagi saya memperjuangkan yang benar. Ini cara dakwah saya. Kalau pakai ditutup, dibom, tidak akan efektif. Tetapi dengan dipajaki, bukan PSK nya ya, tetapi pemakainya, ini akan bisa mengurangi para lelaki hidung belang," paparnya. Kalau sekarang kita usulkan 10 persen, mungkin suatu saat bisa 100-200 persen. Biar tidak ada orang yang melakukan itu. Biar sama istrinya sendiri saja. Itu cara dakwah saya," imbuhnya menjelaskan. Saat ditanya soal sikap DPP PKB yang mengecam usulan tersebut, Riki tenang saja. Namun, jika setelah klarifikasi, DPP PKB memintanya berhenti kerena asas manfaatnya lebih kecil daripada madaratnya yang dinilai merusak citra partai, Riki pun akan siap melaksanakan keputusan DPP PKB. "Kalau diminta berhenti ya saya akan ikut. Yang pasti saya memperjuangkan yang benar. Kalau tiba-tiba saya di-recall tanpa klarifikasi, ya terlalu naif lah," tegasnya. Saat ditanya soal hitung-hitungan dan simulasi keuntungan PAD dengan usulan pajak 10 persen untuk PSK, Riki menjawab dengan tegas, "Keuntungannya bisa mencapai Rp 6,4 Miliar per tahun. Itu dengan asumsi kalau PSK-nya menerima tamu perhari 1 orang dengan nilai transaksi Rp 150 ribu per orang. Padahal per hari bisa sampai 5 orang kalau short time, dan ada yang bisa lebih dari Rp 150 ribu juga harganya," paparnya. "Itu dengan asumsi PSK yang kita hitung 1.300 an. Padahal PSK di Batam itu bisa mencapai 10 ribuan. Semua dana dari pendapatan ini kita kembalikan untuk membina mereka agar keluar dari jerat dunia hitam prostitus. Itu gagasan saya," imbuhnya. * (yid/iy)* [Non-text portions of this message have been removed]

