*Cilincing, Jakarta Utara, 12 Maret 2010*
Membangun Masyarakat Antiriba
Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
Dengan Waqaf dinar, dirham dan rupiah, nadzhir Waqaf Ta'awun di Cilincing,
Jakarta Utara, memelopori dakwah antiriba sebagai bagian dari Gerakan
Nasional Infak Sedekah Sedirham untuk Ketahanan Bangsa (GARNISUN BANGSA).

*"Rasulullah melaknat pengambil riba, pemberinya, penulisnya dan kedua
saksinya. Dan beliau bersabda: Mereka ini sama."* (HR.Bukhari - Muslim dari
Abu Juhaifah)

[image: Masyarakat Anti Riba]Membangun masyarakat yang antiriba di era ini
bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi bukan pula pekerjaan yang mustahil. Dan
riba tak akan hilang hanya dengan ribuan kali ulama dan ustadz
membicarakannya. Perlu amaliyah nyata dan tauladan untuk memerangi riba,
yaitu dengan menyuburkan sedekah di masyarakat.

Sejak didirikan pada sepuluh bulan yang lalu oleh sembilan orang dhuafa di
Cilincing, Waqaf Ta'awun telah berhasil melayani ummat dalam menegakan
kembali sunnah-sunnah yang kini asing, dan juga memerangi bid'ah. Dengan
pinjaman bergulir Tanpa Bagi Hasil (Qardhul Hasan) dari dana waqaf yang
dihimpun untuk waqaf produktif dan mahad (ponpes) gratis, sedikitnya sudah
40 orang dhuafa tertolong dari upaya jeratan rentenir - bank keliling dan
pembiayaan riba lainnya.

[image: Masyarakat Anti Riba]Karena riba merupakan ancaman nyata di depan
mata, maka nadzhir Waqaf Ta'awun memanfaatkan dana waqaf yang terkumpul tadi
untuk membantu muslim dhuafa. Yang penting dana tersebut wajib dilunasi oleh
si peminjam, sekaligus mengajak mereka untuk bersedekah. Setelah akrab, maka
nadzhir mengajak mereka untuk lebih dekat kepada Islam. Ini merupakan
amaliyah dari ayat yang mulia : *"Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan
sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran,
dan selalu berbuat dosa (riba)"* (QS.Al Baqaroh : 276)

[image: Kotak Sedekah]Adapun pinjaman Ta'awun (Qardhul Hasan) hanya untuk
urusan: pinjaman modal usaha, pinjaman bea pendidikan dan pinjaman bea
kesehatan. Selain memerangi riba, Waqaf Ta'awun bersama Wakala al Faqi turut
mensosialisasikan dinar dirham dan membangun pasar Islam (al Suq) di
Cilincing Jakarta Utara. Semua amaliyah ini dahulu dimulai dari sedekah tiga
orang nadzhir sekaligus waqif pendiri yang dikumpulkan rutin Rp 500 - Rp
1000 per hari, dengan melibatkan enam orang waqif dhuafa perintis dibulan
April 2009 yang lalu.

Berikut ini Laporan Keuangan Waqaf Ta'awun:

   - Saldo Bulan Februari 2010 Rp 4.261.000 + 3 Dinar + 63 Dirham.
   - Waqif tercatat berjumlah 91 orang dhuafa + 12 orang waqif Agniyah.
   - Dana bergulir Non Mudharobah untuk 30 orang Rp 4.150.000 + 42 Dirham.
   - 1 Dinar untuk modal Bengkel Tambal Ban I, 3 orang pekerja plus 1 orang
   pembina.
   - 2 Dinar untuk modal Bengkel Tambal Ban II, masih dikelola 1 orang.
   - Aset tanah waqaf 120 M2 dari bapak Sabeni.
   - Waqaf Musholla Ta'awun Rp 50.000.000 dari bapak Sutrisno Sadikin
   melalui TWI.
   - Dana di bendahara Rp 111.000 + 21 Dirham. Dana proyek musholla Rp
   50.000.000.

Sedekah dari ummat, kami jadikan sebagai waqaf *(Shadaqah Jariyah)* dan
sumbangan tersebut kami jaga kelestariannya dengan manajemen yang tertib.
Karena tidaklah sama di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala antara sedekah biasa
dengan waqaf. Bagi kaum muslimin yang berminat untuk mewaqafkan dinar,
dirham, dan uang kertasnya untuk waqaf di Cilincing, dapat menghubungi:
*Nadzhir Waqaf Ta'awun.*
Jl. Sungai Landak No.3 RT 008/08 Kel.Cilincing Jakarta Utara.
Kontak: SABENI (021) 441 8469 atau
SOFYAN AL JAWI 0818 0723 7264.
Atau titipkan Garnisun Bangsa Pusat, Depok.[sf]

Sumber :
http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Membangun.Masyarakat.Antiriba/250


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke