Tip Sukses Muda Senang Tua Senang

Mana yang Anda pilih: "Muda senang, tua tenang" atau "Muda resah, 
tua susah"? Tentunya opsi pertama yang menjadi pilihan Anda. 
Bagaimana caranya? Apakah Anda harus menunggu warisan miliaran 
rupiah? Apakah Anda harus mendapat lotere milyaran rupiah? Apakah 
Anda harus menjadi pimpinan di sebuah perusahaan beesar? Ternyata 
bukan itu jawabannya. Ingin tahu rahasianya? Simak yang berikut.

Dimana Anda Saat Ini? Apakah Anda saat ini sedang mengukir nasib 
Anda untuk menuju opsi pertama: Muda senang, tua tenang? Untuk 
melihat posisi Anda saat ini, coba pertanyaan berikut:
Apakah Anda masih punya cicilan yang masih harus Anda lunasi?
Apakah Anda masih banyak menggunakan pinjaman untuk membiayai 
kebutuhan hidup sehari-hari?
Bagaimana dengan status rumah Anda? Apakah Anda masih tinggal di 
rumah sewaan?
Apakah Anda langsung mengalokasikan pengeluaran Anda ke beberapa pos 
yang harus Anda bayar padahal Anda belum lagi menerima gaji?
Apakah Anda merasa senantiasa dikejar-kejar oleh kebutuhan hidup 
kian hari kian menggunung?
Jika sebagian besar jawaban Anda adalah "Ya", Anda perlu berhati-
hati, karena jika kondisi ini terus berlanjut, kemungkinan Anda 
sedang menciptakan masa tua yang resah. Kondisi ini perlu Anda 
perbaiki. Beberapa strategi berikut mungkin cocok untuk Anda 
terapkan.

Muda Senang, Tua Tenang
Ketika muda hidup senang, setelah pensiun hidup tenang. Ini mungkin 
merupakan cita-cita Anda juga? Jika demikian, Anda tidak sendirian. 
Banyak orang ingin hidup tenang ketika memasuki usia senja. 
Mereka ingin jalan-jalan keliling dunia, tidak perlu lagi bekerja 
untuk mencari uang. Kalaupun mereka tetap bekerja, tujuannya bukan 
untuk mencari uang menutupi kebutuhan sehari-hari lagi, melainkan 
karena pekerjaan tersebut memberikan mereka kesenangan dan kepuasan 
dalam melakukannya. Lalu, bagaimana caranya?

Tujuan Hidup
Agar hidup senang dan tenang, terlebih dahulu Anda perlu memiliki 
tujuan hidup. Tujuan hidup ini akan membantu Anda untuk menentukan 
langkah dan menyeleksi keputusan serta tindakan finansial yang akan 
Anda ambil untuk membentuk "masa depan" (baca: masa pensiun) Anda. 
Semakin jelas tujuan ini, semakin mudah menyusun rencana, memilih 
strategi, dan bertindak untuk mewujudkannya. Misalnya: saya ingin 
pensiun dengan uang satu miliar, satu rumah 800 m2 milik sendiri, 
dan dana bulanan yang secara otomatis bisa diperoleh untuk menutupi 
kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan membandingkan kondisi Anda 
sekarang dan kondisi yang ingin Anda raih, Anda bisa menyusun 
strategi untuk merealisasikannya (menjembatani "gap" antara kondisi 
sekarang dengan kondisi masa depan). 

Hidup Cukup
Mana yang Anda pilih: Terlihat seperti orang kaya atau menjadi orang 
kaya? Kebanyakan orang memilih untuk "terlihat" seperti orang kaya. 
Mereka mengendarai mobil mewah, tinggal di rumah mewah, dan terlihat 
menjejali tempat-tempat yang sering dikunjungi orang-orang "kaya", 
walaupun sebenarnya mereka tidak memiliki dana yang cukup untuk 
membiayai gaya hidup mewah mereka. 
Hasilnya: mereka banyak berhutang, dan hidup dari bulan ke bulan 
dengan strategi gali lubang tutup lubang. Bagi mereka, gaji atau 
pendapatan yang mereka terima tidak pernah cukup untuk menutupi 
kebutuhan mereka akan gaya hidup mewah. 
Jika mereka mau hidup cukup (hidup di rumah yang lebih kecil, tetapi 
milik sendiri, daripada rumah mewah, tapi sewaan; naik mobil lebih 
sederhana, tetapi tidak menggeragoti tabungan daripada naik mobil 
mewah yang membuat kantong kempes dan hutang menjulang), banyak yang 
bisa mereka hemat. Uang yang dihemat bisa dialokasikan untuk membuat 
hidup mereka lebih berarti dan masa tua mereka lebih tenang. 

Uang yang bisa dihemat dari cara hidup cukup bisa diinvestasikan 
untuk kondisi emergensi dan untuk hari tua. Ke mana harus 
berinvestasi? Ada banyak bidang yang bisa menjadi pilihan investasi: 
tabungan, deposito, surat berharga, bisnis, real estate dan 
asuransi. Atau anda juga dapat menginvest uang anda dengan memulai 
usaha online dengan cara mempunyai website sendiri anda dapat 
menjual produk apa saja yang anda punya anda juga dapat menjual 
produk orang lain dengan mendapatkan komisi.Atau barangkali anda 
ingin menjadi broker netter menyebutnya dengan affiliate anda akan 
mendapatkan komisi yang besarnya 30 sampai 40 % setiap berhasil 
menjual produk orang lain.Usaha ini sangat aman karna tak memerlukan 
biaya yang besar anda dengan mudah dapat membuat website sendiri 
sekalipun anda sama sekali baru dan dalam dunia online.Kalau anda 
tertarik untuk mempunyai website sendiri silahkan klik situs di 
bawah ini kami akan memberikan tip gratis selama satu minggu.

Wassalam
Muhammad Irwan
http://www.asianbrain.com/index.php?aff_code=889747
http://www.tipsukses.blogspot.com










****

HELP ME !

Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?

di SERVO aja...!

TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
 
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya, 
saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir 
seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
 ...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya 
merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi 
beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.

Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya 
saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya 
mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia 
darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa 
pusing sekali. 
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut 
dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............

Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin 
menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya 
sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga 
mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya 
berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti 
mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa 
tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.

SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke