Obsesif Kompulsif adalah dorongan hati yang kuat untuk mengulang 
ulang tingkah laku tertentu dan biasanya bersifat sederhana serta 
kurang dimengerti manfaatnya. 

Misal : mengecek kunci pintu berulang ulang, mencuci tangan dengan 
sabun berkali kali, mengusap usap tembok, mengepel lantai berulang 
kali, memeriksa dompet berkali kali dsb.

Didalam "Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders" 
edisi ke empat (DSM-IV) yang diterbitkan oleh American Psychiatric 
Association (APA), gangguan obsesif kompulsif digolongkan ke dalam 
kelompok gangguan cemas.

Alfred Adler (1931) berpendapat gejala patologis akan muncul jika 
kebutuhan anak untuk "merasa bisa" dihambat oleh lingkungan. 
Sehingga muncul perasaan negatif yang kuat seperti perasaan cemas, 
rasa bersalah, tidak berdaya dan sering disertai perasaan takut yang 
berlebihan. 

Apabila hambatan tersebut berlangsung terus menerus dapat 
menyebabkan terkuncinya (fiksasi) emosi negatif seperti rasa takut / 
cemas dibawah sadar. Inilah yang kemudian menimbulkan kebutuhan akan 
rasa nyaman berlebihan.

Repotnya ybs. dapat terjebak kedalam siklus thanatos (uzur) yang 
semakin berat seperti : cemas, kompulsif, prestasi menurun, tambah 
dimarahin (jika lingkungan tidak memahaminya), merasa bersalah, 
tambah sedih, makin cemas, makin kompulsif dst. 

Kebiasaan tersebut sudah tentu akan sangat mengganggu aktifitas 
sehari hari, seperti pekerjaan ataupun pergaulan.

http://servocenter.wordpress.com/



Kirim email ke