Cerita dari Pontianak (1)
Hi All,
Siang ini baru saja selesai mencoba menggunakan Appreciative Inquiry
untuk pemuda dan ibu-ibu dari seputar Danau Sentarum di Kapuas Hulu.
Mereka pemuda dan ibu-ibu yang akan "didorong" menjadi pionir
"konservasi". Aku sebenarnya tak begitu cocok dengan istilah
"konservasi".
Mereka kebanyakan hanya lulusan SMP. Hari ini kami mulai dengan
Discovery. Menemukan dua hal yang penting dalam hidupnya. Pertama,
menemukan kekuatan komunitasnya. Kedua, menemukan kekuatan dalam
dirinya. Kami menggunakan metode analog. Tak ada teks selama
training ini.
Mereka diminta menggambar perasaaan selama perjalanan dari kampung
halaman menuju Pontianak. Pengalaman kami, cara perkenalan dengan
bercerita pengalaman perjalanan, selalu dramatik bagi ibu-ibu
kampung. Kebanyakan mereka baru pertama kali ke Pontianak, 800 km
dari kampung halamannya. Dengan menyimak perasaan sejak mereka
meninggalkan rumah, selama perjalanan dan saat menginjak hotel di
Pontianak menjadi pengalaman yang luar biasa.
Tahap kedua, mereka kami ajak melakukan apresiasi pada kampung
halaman. Mereka menggambar apa saja yang menarik di kampung
halamannya. Mereka dibagi dalam kelompok kampung. Ada tujuh kampung
yang hadir pada pelatihan ini.
Nah. Saya membantu melakuka analisis analog dengan menanyakan apa
yang mereka gambar di tengah-tengah kertas plano. Macam-macam, ada
sungai, jembatan, masjid, danau, rumah panjang, tempat penangkapan
ikan. Saya menanyakan mengapa gambar itu ditaruh di tengah-tengah.
Jawaban ibu-ibu amat menarik. Karena, itulah pusat kehidupan kampung
mereka. Boleh jadi bila hal-hal yang di tengah itu dirusak atau
dihancurkan, maka bisa ditebak komunitas itu akan musnah. Saya
sendiri terkagum-kagum dengan analisis tajam mereka.
Kemudian, pada tahap ketiga, saya mulai ajak ke tingkat pribadi.
hidup? Saya sengaja memberikan waktu panjang agar setiap orang bisa
bercerita. Karena, menurut panitia, ibu-ibu masih pemalu bicara di
depan orang banyak. Dengan tiga kali tampil, menceritakan
pengalamannya, mereka bisa belajar membangun kepercayaan diri.
Menurut pendamping mereka, ibu-ibu sudah mulai berubah dan berani
bicara.
Nah pengalaman terbaik mereka, memang luar biasa. Mereka kaum miskin
dan pendidikan terbatas, tapi mereka dipercaya banyak orang untuk
memimpin masyarakat. Pelajarannya, pendidikan dan kemiskinan bukan
halangan bagi setiap orang untuk menjadi pemimpin masyarakatnya.
Tahap keempat, mereka saja ajak memahami diri sendiri dengan tes
sederhana MBTI. Ini scanning cepat untuk bisa membaca karakter
orang. Dan, saya sebagai pelatih banyak terbantu untuk memahami
seluk beluk peserta. Dan peserta pun memanfaatkan hasil tes untuk
kepentingan pengembangan diri.
Baru kemudian, daily feedback. Makan duren bersama. And then,
thinking buar besok pagi.
Salam Hangat dari Pontianak
Dani
_______________________________________________
VibrantCommunity mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://inspirit-inc.com/mailman/listinfo/vibrantcommunity_inspirit-inc.com
",0] ); //--> Saya menanyakan pengalaman terbaik yang pernah ia lakukan
selama
hidup? Saya sengaja memberikan waktu panjang agar setiap orang bisa
bercerita. Karena, menurut panitia, ibu-ibu masih pemalu bicara di
depan orang banyak. Dengan tiga kali tampil, menceritakan
pengalamannya, mereka bisa belajar membangun kepercayaan diri.
Menurut pendamping mereka, ibu-ibu sudah mulai berubah dan berani
bicara.
Nah pengalaman terbaik mereka, memang luar biasa. Mereka kaum miskin
dan pendidikan terbatas, tapi mereka dipercaya banyak orang untuk
memimpin masyarakat. Pelajarannya, pendidikan dan kemiskinan bukan
halangan bagi setiap orang untuk menjadi pemimpin masyarakatnya.
Tahap keempat, mereka saja ajak memahami diri sendiri dengan tes
sederhana MBTI. Ini scanning cepat untuk bisa membaca karakter
orang. Dan, saya sebagai pelatih banyak terbantu untuk memahami
seluk beluk peserta. Dan peserta pun memanfaatkan hasil tes untuk
kepentingan pengembangan diri.
Baru kemudian, daily feedback. Makan duren bersama. And then,
thinking buar besok pagi.
Salam Hangat dari Pontianak
Dani
_______________________________________________
VibrantCommunity mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://inspirit-inc.com/mailman/listinfo/vibrantcommunity_inspirit-inc.com
vibrantcommuni.","10:36 (56 menit yang lalu)",["[EMAIL PROTECTED]"] ,[]
,[] ,["[EMAIL PROTECTED]"] ,"2007 Jan 3 10:36","Re: [VibrantCommunity] Cerita
dari Pontianak","",[] ,0,,,"2007 Januari 3_10:36","Pada tanggal 07/01/03,
Matheus Pilin menulis:","Pada tanggal 07/01/03, Matheus Pilin <[EMAIL
PROTECTED]> menulis:",,,,"promoting the art of vibrant facilitation
","",0,"[EMAIL PROTECTED]","",0,,0,"Menyangkut \"[VibrantCommunity] Cerita dari
Pontianak\"",0] ); //-->
Cerita dari Pontianak (2)
Pemudah Cara Sekalian,
Saya ceritakan lanjutan Training Ecopreneurship pada hari kedua.
Setelah mereka berhasil mengais kekuatan dan pengalaman terbaik yang
pernah mereka lakukan,
saya mengajak peserta masuk ke ranah mimpi atau dream atau vision.
Hari kedua saya mengguanakan tematik metode serbah musik dan lagu.
Mengapa? Hasil tes MBTI memberikan signal mayoritas peserta cara
belajarnya menggunakan sensing dan feeling. Kekuatan mereka pada
panca indera dan perasaan. Jadi, saya putuskan saya menggunakan
irama dan lagu untuk menata mimpi mereka.
Sebelum bermimpi memang saya mengajak mereka berlatih imajinas
beberapa kali. Saya meminta tim pelatih dari CIFOR, mengajar tentang
konsep ecopreneurship (cerdas, kreatif, hemat dan sejahtera).
Caranya mereka berkelompok berdasarkan kampung, kemudian dimintah
melakukan zooming atas gambar mereka kemarin. Zooming pada gambar
rumah. Mereka diminta membangun rumah impian. Mereka bersemangat
sekali. Setelah selesai menggambar rumah impian, pelatih menyediakan
berbagai jenis kayu (dibuat dari kertas yang diberi tektur kayu dan
nama). Peserta dipersilakan melengkapi gambar rumah dengan
menempelkan jenis-jenis kayu yang akan dipakai pada bangunan rumahnya.
Menarik sekali hasilnya, mereka memilih kayu-kayu mahal dan keras
untuk bangunan utama dan mereka pun memilih kayu murah untuk barang-
barang perabot. Tapi, juga masih kelihatan bagaimana mereka boros
menggunakan sumberdaya kayu. Kemudian, temuan-temuan ini
didiskusikan dan diinquiry. Pada akhir sesi, saya membantu
menjelaskan tentang konsep Ecopreneurship atau Pembaru Kampung Alami.
Dengan memberikan ciri-ciri utamanya.
Nah. Siang hari mereka mulai bermimpi dengan menuliskan 10 mimpi yang
ingin diwujudkan di kampung mereka. Mereka menulis pada kertas warna-
warni dan kemudian ditempelkan pada Banner Lukisan Danau Sentarum
yang berukuran raksasa. Ukuran menjadi penting bila ingin
menimbulkan efek tertentu.
Banner ini kemudian menjadi background saat mereka menciptakan lagu
impian. Mereka bernyanyi riang gembira. Pagi tadi mimpi mereka
diperasi menjadi pernyatan yang provokatif. Feedback harian mereka
merasa senang bisa menemukan mimpi bersama.
Karena ini pelatihan, saya mencoba menantang mereka atas mimpi mereka
yang belum imjinatif (tentunya dengan ukuran saya). Setelah diskusi
pendek, mereka menyempurnakan mimpi kelompok, menjadi mimpi pribadi.
Saya mengungkapkan tentang peta dan wilayah. Peta adalah persepsi.
Sedangkan wilayah adalah realitas. Peta atau mindset inilah yang
harus diubah bila ingin mengubah kenyataan.
Yang saya tambahkan hari ini, mereka harus mereka semua refleksi
mereka pada sebuah buku gambar berisi 10 lembar. Halaman pertama,
gambar diri mereka. Halaman kedua, kekuatan diri. Halaman ketiga,
kelemahan yang ingin diperbaiki (ingat NLP. Struktur kelemahan
mereka harus diubah menjadi kekuatan juga). Halaman selanjutnya
berisi, mimpi praktis, penghalang utama, cara mengatasi halangan dan
langkah-langkah baru yang berbeda.
Salam Vibrant
Dani
_______________________________________________
VibrantCommunity mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://inspirit-inc.com/mailman/listinfo/vibrantcommunity_inspirit-inc.com
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]