Dengan Hormat,
Bersama ini kami informasikan acara budaya CCF Jakarta bulan Februari 2007 :
1.. Sinema :
a.. Sabtu, 10 Februari 2007 >>> Program film pendek Indonesia - Prancis à
courts d'écran # 2 - cinta dapat menunggu"
b.. 3 s/d 24 Februari 2007 >>> Pemutaran film reguler "L'amour à trois /
Cinta Segitiga" di CCF Salemba & Wijaya
c.. 19 s/d 24 Februari 2007 >>> Pemutaran film dokumenter festival
"festivaldesfestivals"
2.. Pertunjukan :
a.. Kamis, 15 Februari 2007 >>> Tari "Manono / Trace II" oleh Compagnie Pàl
Frenàk.
3.. Pameran :
a.. 8 s/d 25 Februari 2007 >>> Pameran Mix-Media, fotografi, instalasi
Video, interaksi "Paris*forREAL" di The Papillon, Kemang
b.. 9 Februari s/d 3 Maret 2007 >>> Pameran poster "Ilustrator Afrika" di
CCF Salemba
c.. 9 Februari s/d 3 Maret 2007 >>> Pameran fotografi "Titre de séjour" di
CCF Wijaya
4.. Kursus :
a.. 10 s/d 24 Februari 2007 >>> Pendaftaran kursus bahasa Prancis di CCF
Salemba & Wijaya, kelas mulai 26 Februari 2007
Selanjutnya informasi lebih lengkap dapat Anda baca di bawah ini. Besar harapan
kami Anda dapat datang dan berpartisipasi pada kegiatan CCF Jakarta. Terima
kasih atas perhatian Anda.
Salam hangat,
Kegiatan CCF Jakarta terselenggara berkat kerjasama dan dukungan :
Taman Ismail Marzuki - Eksotika Karmawibhangga Indonesia - Hotel Ibis Arcadia -
TRAX - SPICE! - 101.4 Trax FM - 90.4 Cosmopolitan FM - 87.6 Hardrock FM - O
Channel - AREA - Jurnal Nasional - PROVOKE! - Jakarta Java Kini - 99.9 Radio
CnJ Djakarta - kagegaul.com - astaga!.com - sendokgarpu.com
---
Astri Retno Onengan
Centre Culturel Français de Jakarta
Jl. Salemba Raya N° 25, Jakarta 10440
INDONESIE
T. [++ 62 21] 390 85 80 - 390 77 16
F. [++ 62 21] 390 85 86
M.[++ 62] 815 913 60 90
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] - [EMAIL PROTECTED]
www.ccfjakarta.or.id
================================================
(SINEMA PENDEK)
à courts d'écran # 2 "cinta dapat menunggu"
Sabtu, 10 Februari 2007 pk. 15.00
Pemutaran film & Diskusi
CCF / Pusat Kebudayaan Prancis
Jl. Salemba Raya No.25
Jakarta Pusat
GRATIS
Pemutaran ini akan diikuti dengan diskusi bersama pembuat film « Dalam Diam »,
Athpal Sofie Paturusi.
total durasi : 54 menit
cinta dapat menunggu
Tema pemutaran ini adalah mengenai arti "cinta" secara luas. Karya-karya yang
akan diputar berbicara mengenai keberagaman persepsi cinta yang dituangkan
dalam berbagai sudut pandang. Cinta bisa menjadi hal yang menyenangkan,
menyakitkan, atau bahkan ruang tunggu yang tidak ada habisnya.
Poteline
Chloé Miller
4'/Animasi/Prancis/2004
Bosan menunggu, Tuan Putri mengambil alih situasi.
Jeanne, a petits pas.
Négar Djavadi
15'/Fiksi/Prancis/2005
Jeanne, sendiri ditepi jalan bersama kopernya tanpa tempat tujuan. Berjalan
tanpa arah dan kemudian bertemu dengan Emile dan Louis, 2 bersaudara yang
tinggal di karavan.
A Very Boring Conversation (Sebuah Percakapan yang Sangat Membosankan)
Edwin
9'/Fiksi/Indonesia/2006
Percakapan yang dimulai dari komentar tentang musik dan email, kemudian
berlanjut pada hal yang tidak logis yang dapat merubah hubungan "ibu-anak"
menjadi hubungan "pria-wanita".
Ibu
Renas Makki
05 :08'/Fiksi/Indonesia/One production/2004
Potret tentang tragisnya kehidupan, tergambar lewat perempuan setengah baya
yang bertahan hidup untuk menghidupi keluarganya dengan melacur.
Dalam Diam
Athpal Sofie Paturusi
16 :50'/Fiksi/Indonesia/Intimasi Production/2006
Selingkuh, sebuah kata bagi sebagian orang adalah tak termaafkan. Sebagian lagi
menganggap bahwa hal itu indah.
Le Baiser
Stéfan Le Lay
4'/Fiksi/Prancis/2005
Perempuan muda yang menunggu kekasihnya untuk "French kiss" pertama mereka.
à courts d'écran adalah sebuah program yang memfasilitasi pembuat film pendek
Indonesia - Prancis melalui pemutaran film serta diskusi untuk menciptakan
ruang apresiasi bagi pembuat film dan publik. Program pemutaran dilakukan
sebulan sekali, minggu kedua, di CCF Salemba. Kurator : Dimas Jayasrana.
à courts d'écran : [EMAIL PROTECTED]
================================================
(TARI KONTEMPORER)
MANONO / TRACE II
Oleh Compagnie Pál Frenák.
Kamis, 15 Februari 2007, pk.20.00
Teater Kecil - Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat
Tel. 31 93 73 25
www.ccfjakarta.or.id
Manono, melalui kekuatan daya tarik listrik biru api, Pál Frenák terinspirasi
oleh gerakan Buto (tarian khas Jepang). Dengan warna biru langit yang terpancar
dari matanya, tubuh bagai sebuah kuas, kostum biru bagai kulit kedua, Manono
muncul dari angkasa, berputar, bersinar, menampilkan gerakan cepat dan bebas di
hadapan penonton.
Trace II, kisah tentang kesendirian. Cerminan diri sendiri dan dirinya yang
lain, manusia dihadapkan pada pertanyaan tentang kesadaran akan siapa ia
sebenarnya. Kekonyolan, kemulian, fisik, dan rasio, semuanya bertemu dalam
sebuah dunia khayalan di mana humor memberi sentuhan tersendiri pada
pertunjukan ini.
================================================
(SINEMA)
festivaldesfestivals
19 > 24 Februari 2007
@ kineforum* Studio 1 TIM 21
Jalan Cikini Raya n°73 Jakarta Pusat . tél. 316 27 80 . [EMAIL PROTECTED]
Bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta, CCF Jakarta mempersembahkan sebuah
koleksi dari 9 film yang mewakili berbagai festival film dokumenter di Prancis
tahun 2005 dengan berbagai bentuk mereka yang telah menoreh sejarah. Berbagai
dokumenter yang menunjukan vitalitas di berbagai jalur yang digali dari
produksi terbaru : dokumenter layar lebar, produksi televisi yang menakjubkan,
film penelitian maupun essai, termasuk kronika serta film-film antarbatas
genre, rekaman dan juga adaptasi pertunjukan.
*kineforum adalah ruang pemutaran film pertama di Jakarta yang menawarkan
berbagai program film Indonesia klasik dan kontemporer. Di ruang ini kita
menyaksikan film-film karya pembuat film terbaik dunia, film panjang maupun
film pendek - yang berasal dari arus utama sampai eksperimental. Diputar di
layar lebar dengan dukungan tata suara yang sesuai, di kineforum berlangsung
juga diskusi dan pertemuan dengan banyak pembuat film. Penonton diharap memberi
sumbangan untuk mendukung kegiatan kineforum.
JADWAL
Senin 19 February 2007
Selasa 20 February 2007
Rabu 21 February 2007
14.15: Mur
14.15: Les Mauvais Garcons
14.15: Le Rossignol
17.00: Salvador Allende
17.00: Odessa. Odessa !
17.00: La Peau Trouee
19.30: L'affaire Valerie
19.30: Paul Dans sa Vie
19.30: Paradis
Kamis 22 February 2007
Jumat 23 February 2007
Sabtu 24 February 2007
14.15: Paul Dans sa Vie
14.15: Paradis
14.15: La Peau Trouee
17.00: L'affaire Valerie
17.00: Odessa. Odessa !
17.00: Le Rossignol
19.30: Mur
19.30: Salvador Allende
19.30: Les Mauvais Garcons
L'Affaire Valérie
karya François Caillat
2004, 75 min., versi orisinil teks inggris, FIDMarseille 2004
Seorang sineas berkelana ke desa-desa di pegunungan Alpen, menyusuri
sungai-sungai, untuk mencari tahu penyebab hilangnya Valérie duapuluh tahun
yang lalu. Wanita ini dituduh membunuh seorang turis asal Kanada sebelum ia
menghilang tanpa jejak. Begitulah kisah sang narator yang sedang lewat di
lokasi ketika peristiwa itu berlangsung. Seiring dengan beberapa wawancara yang
dilakukan, Valérie seolah menghilang untuk kedua kalinya, terbawa oleh
pemandangan indah alpin yang direkam oleh François Caillat. Pemandangan yang
megah penuh misteri dimana tebing dan jurang menjadi metafora tokoh-tokoh
fiktif yang diubah kamera menjadi sebuah dokumenter. Sebuah film berbentuk
essai dimana sang sutradara memusatkan kerjanya pada ingatan dalam tingkat
abstraksi yang tinggi.
Senin 19 Feb. 2007 - 19 :30
Kamis 22 Feb. 2007 - 17 :00
Les Mauvais garçons, chronique de la violence ordinaire
karya David Carr-Broown, Pierre Bourgeois, Patricia Bodet
2004, 90 min., versi orisinil teks inggris, FIPA 2005
Atau bagaimana sebuah kompleks perumahan kelas menengah bernama Commanderie di
daerah Creil berubah menjadi ghetto dalam kurun waktu 40 tahun. Waktu yang
cukup bagi dua generasi yang mulai kehilangan kepekaan mereka lantaran
kekerasan sehari-hari. Bagian ketiga dari serial (Kronika kekerasan
sehari-hari) produksi France 2 mengenai kehidupan daerah pinggiran, Les Mauvais
garçons menawarkan sebuah kritik mengenai imigrasi serta kebijakan tata ruang
dekade terakhir ini. Selama dua tahun sang sutradara menyusuri perumahan ini.
Hasilnya adalah sebuah potret intim dari kota kecil dengan segala
kompleksitasnya, bersama Eric, I-B, Zac dan kawan-kawan mereka.
Selasa 20 Feb. 2007 - 14 :15
Sabtu 24 Feb. 2007 - 19 :30
Mur
karya Simone Bitton
2004, 100 min., versi orisinil teks inggris
Grand Prix du FIDMarseille 2004, Quinzaine des réalisateurs - Festival de
Cannes 2004
Menyusuri jejak batas pemisah Israel yang menjadi bagian dari sejarah, Simone
Bitton mengumpulkan kata-kata, lirik dan reaksi dalam bahasa Yahudi dan Arab
dari berbagai kalangan yang dipisahkan oleh « Tembok » : anak-anak, pekerja,
militer. Sebuah meditasi sinematografis pribadi, disajikan oleh sang sutradara
yang menghilangkan kebencian dan memproklamirkan warisan budaya gandanya,
Yahudi serta Arab : « Tembok yang kurekam ini merupakan bagian dari diri saya
sendiri layaknya sebuah cakrawala pikiran dan manusiawi dalam tokoh-tokoh saya
(.). Mur adalah sebuah film politik tanpa berbicara tentang politik. Film ini
berbicara tentang saya, tentang kita ». Terpilih dalam berbagai seleksi
mancanegara, film ini memperoleh Grand Prix dari Fidmarseille dan masuk di
bioskop di Prancis tahun 2004.
Senin 19 Feb. 2007 - 14 :15
Kamis 22 Feb. 2007 - 19 :30
Odessa... Odessa !
karya Michale Boganim
2004, 100 min., versi orisinil teks inggris
Prix L. Marcorellles (M.A.E.) du Cinéma du Réel 2005
"Odessa adalah salah satu tempat dengan nama yang mistis, kota legenda yang
pernah menjadi pusat kebudayaan Yiddish, salah satu lokasi yang selalu ada di
hati Anda sebelum Anda mengunjunginya". Michale Boganim, sutradara muda
berdarah Prancis dan Israel, menapak tilas perjalanan masyarakat Yahudi yang
bermigrasi ke Israel dan Amerika Serikat serta menawarkan sebuah triprik
nostalgis dari tiga kota dalam tiga warna : Odessa biru dengan keindahan yang
pudar dari kota tua; Little Odessa, daerah kantong Rusia di New York dengan
warna bata, dan Ashdod, kota berwarna putih berkilauan bagai jamur yang mekar
di padang pasir Israel. Diseleksi dalam berbagai festival dokumenter
mancanegara, film ini masuk di bioskop Prancis pada tahun 2005.
Selasa 20 Feb. 2007 - 17 :00
Jumat 23 Feb. 2007 - 17 :00
Paradis
karya Marie-Hélène Rebois
2004, 52 min., tanpa komentar, FIPA 2005
Marie-Hélène Rebois, terkenal berkat hasil kerjanya tentang grup tari Compagnie
Bagouet (yang berjudul Histoire d'une transmission dan Ribatz, Ribatz ! Ou le
grain du temps, yang memperoleh penghargaan dalam kompetisi dokumenter
Fidmarseille tahun 2003), melanjutkan eksplorasinya dalam tari kontemporer
dengan karya emas dari José Montalvo, koreografer Prancis asal Spanyol. Rekaman
pementasan Paradis yang diciptakan pada tahun 1997 di la Maison de la danse de
Lyon, menceritakan kebahagiaan sebuah penciptaan, humor serta energi yang
menjadi ciri khas grup tari Montalvo/Hervieu. Sebuah pementasan indah yang
mencampur segala genre dan budaya tari (hip-hop, ballet klasik, tari Afrika)
dan video dimana para penari beserta gambar mereka diproyeksikan ke layar lebar.
Rabu 21 Feb. 2007 - 19 :30
Jumat 23 Feb. 2007 - 14 :15
Paul dans sa vie
karya Rémi Mauger
2004, 100 min., v versi orisinil teks inggris
Fipa d'argent 2005 (Section Documentaires de création)
Paul, petani, nelayan, dan bujangan, akan menginjak usia 75 tahun. Ia hidup
dengan dua saudara perempuannya yang juga belum menikah, dan mulai menjajaki
hari-hari pensiun setelah bekerja dan tinggal di Cotentin. Inilah saat yang
penting bagi Rémi Mauger yang memilih untuk mendekatkan diri kepada pria yang
ia kenal baik ini, simbol dari dunia yang jauh dari modernitas dan mulai
memudar. Sebuah potret yang indah dimana sang sutradara berusaha memberi jarak
yang tepat, dibantu oleh sang tokoh, yang mengalir mempesona : « Kamu mau buat
apa ? Film ? Tidak akan mudah buat kamu. Kamu sama saja seperti yang lain. Kamu
akan mengganggap saya terlalu folklorik. Tapi saya tidak ada dalam folklor.
Saya berada dalam hidup saya. »
Selasa 20 Feb. 2007 - 19 :30
Kamis 22 Feb. 2007 - 14 :15
La Peau trouée
karya Julien Samani
2004, 56 min., tanpa komentar
Prix Jean Vigo du Court-Métrage 2005, États généraux du Documentaire de Lussas
2004
Lima nelayan di tepi Mirador, pergi menuju perairan Irlandia yang luas mencari
seekor ikan monster : hiu-tupai. Mulailah sebuah perjalanan panjang menuju
lautan tak bertepi ditemani suara bising baling-baling motor : penantian,
monoton, kata-kata pendek para pelaut. Sampai tiba-tiba irama film berubah
menjadi ledakan keras. Terumpan, menjerit dan melengking di permukaan, hiu-hiu
itu melakukan lompatan terakhir hidup mereka di laut berlumur darah.
Keluarbiasaan dan kesederhanaan berbaur dalam sebuah komposisi yang lihai
dimana para tokoh mencapai sebuah dimensi setengah mistis. Sebuah film essai
yang sukses bagi seorang sutradara muda yang menandai film pertamanya,
dianugerahi Prix Jean Vigo 2005 dan hadir di bioskop Prancis pada tahun yang
sama.
Rabu 21 Feb. 2007 - 17 :00
Sabtu 24 Feb. 2007 - 14 :15
Le Rossignol
karya Christian Chaudet
2004, 50 min., versi orisinil teks inggris
FIPA d'or 2005 (Section Musique et spectacles)
Karya lirik pertama dari komposer Igor Stravinsky, diadaptasi dari dongeng
Andersen, Le Rossignol membawa penonton ke dunia magis kekaisaran Cina.
Diadaptasi oleh Christian Chaudet untuk disiarkan di layar kaca, film ini
menggunakan berbagai teknik animasi digital untuk menciptakan sebuah dunia peri
yang modern, antara Cina dan dunia virtual. Lewat sudut pandang seorang pemuda
Cina yang melihat balet fantastik dengan benda-benda seni, alat-alat musik,
telepon genggam dan webcam, penonton dibawa menuju keajaiban sebuah
pertunjukan. Peranan Nathalie Dessay sebagai tokoh utama dalam Orchestre
National de Paris pimpinan James Conlon menambah keberhasilan film yang
dimahkotai FIPA d'Or tahun 2005 ini.
Rabu 21 Feb. 2007 - 14 :15
Sabtu 24 Feb. 2007 - 17 :00
Salvador Allende
karya Patricio Guzman
2004, 100 min., versi orisinil teks inggris
Sélection officielle Festival de Cannes 2004 (hors compétition), États généraux
du Documentaire de Lussas 2004
11 September 1973. Sebuah kudeta militer memukul revolusi pasifik di Chili
setelah presiden terpilih Salvador Allende dilengser. Patricio Guzmán
membangkitkan sang presiden yang kalah perang, figur karismatik yang bunuh diri
dimana diktator berusaha menghapus kenangannya. Seperti ungkapan di menit awal
film, bahwa « tidak ada yang tersisa, atau hampir tersisa dari Salvador Allende
». Hanya sepotong kacamata pecah dan beberapa lembar kertas ditemukan di
tubuhnya yang tak bernyawa. Dalam sebuah potret yang menyentuh, Guzmán
menjadikan tokoh ini sebagai mercu suar abad ke-20, sebuah penghormatan yang
personal sekaligus berjarak sembari menawarkan sebuah refleksi yang jujur
mengenai seorang politikus ideal. Film ini masuk seleksi di berbagai festival
mancanegara dan muncul di bioskop Prancis tahun 2004.
Senin 19 Feb. 2007 - 17 :00
Jumat 23 Feb. 2007 - 19 :30
Informasi selengkapnya, kunjungi :
www.ccfjakarta.or.id
www.diplomatie.gouv.fr
www.fipa.tm.fr
www.fidmarseille.org
www.bpi.fr
www.lussasdoc.com
Atau hubungi :
Yosef Indra
Responsable de l'audiovisuel / graphisme
Centre Culturel Français / Pusat Kebudayaan Prancis / CCF Jakarta
Jalan Salemba Raya 25 Jakarta 10440
INDONESIA
tél. 00 62 21 390 85 80, 390 85 85
fax. 00 62 21 390 85 86
www.ccfjakarta.or.id
================================================
(SINEMA REGULER)
L'AMOUR A TROIS / CINTA SEGITIGA
Pemutaran film fiksi mengenai cinta setiap Sabtu pukul 13.00
Tanggal 3 > 24 Februari 2007
di CCF Salemba & Wijaya
Masuk gratis.
1, 2, 3 ! Bila angka tiga merupakan simbol berirama yang selalu muncul dalam
peradaban kita, dalam mitos, agama dan masyarakat, tetapi temponya tidak selalu
seirama bila dikaitkan dengan hubungan hati manusia. Menjadi sumber inspirasi
bagi banyak sineas, rasa cinta dapat berkembang menjadi cinta segitiga. Dari
trilogi cinta segitiga yang menjalin hubungan yang terkadang menyakitkan, film
telah melampaui norma-norma hubungan antarmanusia demi sebuah eksplorasi di
luar batas.
JADWAL
Sabtu, 3 februari 2007 - 13.00
Salemba : Jules et Jim
Wijaya : The Dreamers
Sabtu, 10 februari 2007 - 13.00
Salemba : Rendez-vous
Wijaya : Douches froides
Sabtu, 17 februari 2007 - 13.00
Salemba : The Dreamers
Wijaya : Jules et Jim
Sabtu, 24 februari 2007 - 13.00
Salemba : Douches froides
Wijaya : Rendez-vous
SINOPSIS
Jules et Jim
karya François Truffaut
menampilkan Jeanne Moreau, Oskar Werner, Henri Serre
1961, 100 min., versi Prancis teks inggris
Paris, tahun 1900 : Jules orang Jerman dan Jim orang Prancis, dua seniman yang
bersahabat ini mencintai wanita yang sama, Catherine. Jules menikahi Catherine,
namun perang memisahkan mereka bertiga. Bertemu kembali di tahun 1918,
Catherine sudah tidak cinta lagi pada Jules dan jatuh cinta pada Jim.
Salemba sabtu 3 februari 13.00
Wijaya sabtu 17 februari 13.00
The Dreamers
karya Bernardo Bertolucci
menampilkan Eva Green, Louis Garrel, Michael Pitt
2003, 130 min., versi inggris
Isabelle dan Théo hanya berdua di Paris ketika orang tua mereka berlibur.
Mereka mengundang Matthew, mahasiswa Amerika. Di dalam apartemen mereka
menetapkan permainan yang membawa mereka pada emosi dan seksualitas. Ketika
malam semakin larut, suasana semakin panas, perasaan dan semangat mereka pun
semakin menggebu.
Salemba sabtu 17 februari 13.00
Wijaya sabtu 3 februari 13.00
Rendez-vous
karya André Téchiné
menampilkan Juliette Binoche, Lambert Wilson, Jean-Louis Trintignant
1984, 90 min., versi Prancis teks inggris
Paulot dan Quentin menampung Nina, aktris teater muda, dalam apartemen mereka.
Terpana pada Quentin yang menakutkan dan posesif, Nina menolak
cinta Paulot. Sebuah peristiwa tragis mengubah rasa cinta menjadi ketakutan.
Salemba sabtu 10 februari 13.00
Wijaya sabtu 24 februari 13.00
Douches froides
karya Antony Cordier
menampilkan Johan Libéreau, Salomé Stévenin, Florence Thomassin
2005, 102 min., versi Prancis
Usia 17 tahun, Mickael menjadi kapten tim judo dan menyiapkan ujian akhir.
Segalanya akan berlangsung baik kalau saja keluarganya cukup berada dan kalau
ia tidak berusaha membagi kekasihnya Vanessa, dengan Clément, si anak baru yang
ayahnya mensponsori tim judo tersebut.
Salemba sabtu 24 februari 13.00
Wijaya sabtu 10 februari 13.00
Informasi selengkapnya, hubungi :
Yosef Indra
Responsable de l'audiovisuel / graphisme
Centre Culturel Français / Pusat Kebudayaan Prancis / CCF Jakarta
Jalan Salemba Raya 25 Jakarta 10440
INDONESIA
tél. 00 62 21 390 85 80, 390 85 85
fax. 00 62 21 390 85 86
www.ccfjakarta.or.id
================================================
(KURSUS BAHASA PRANCIS)
Pendaftaran kursus Bahasa Prancis untuk bulan Februari mulai 10 s/d 24 Februari
2007.
CCF membuka 7 sesi kursus per tahun, setiap 7 minggu sekali untuk kursus
intensif dan semi intensif, 6 sesi untuk kursus persiapan ujian internasional,
serta 4 sesi kursus ekstensif, kursus untuk anak-anak dan kursus spesialisasi
(Setiap 10 minggu sekali). Anda selalu dapat mendaftar sesuai dengan jenis
kursus yang Anda kehendaki.
Informasi lebih lanjut, hubungi :
CCF Jakarta / Bag. Kursus
tel. 391 28 22
fax. 391 56 62
[EMAIL PROTECTED] / [EMAIL PROTECTED]
[Non-text portions of this message have been removed]