Sdri. Ida Lasmiati.... ya sebaiknya anda jangan langsung menuduh / mengira bahwa cerita ini meng-copy cerita orang lain.... Kata "kecelakaan" itu bisa berarti juga kena bom, ketabrak mobil, jatuh di kamar mandi, akibat bercinta ....(ehhh...salah kali ya..sorry)
Tolong hargai karya dan ide untuk membuat cerita... Justru dengan meniru (bukan membajak) cerita / film / karya lainnya maka dunia kesenian di Indonesia ini bisa jadi maju berkembang.... Toh negara semaju Eropa, Amerika dan Jepang sampai saat ini sering mem-paten-kan karya - karya tradisional adat Indonesia, contoh motif batik, wayang jawa. dsb. Nah kenapa kita semua diam saja saat karya tradisional bangsa di patenkan di luar negeri.... --- ida lasmiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Boleh revisi gak?????????? > > Dara tuch mati bukan kecelakaan tapi meninggal di > WTC YANG DIBOM TERORIS.... > > ngopi cerita orang yach???? > > > Robby Nuzly <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Karena kau tulang rusukku... > > > > Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan > lagu cinta yang > lembut. > > Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang > manusia yang memadu > kasih? > > Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, > berpotong percakapan > lewat, > > beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta > kepastian. ya, > tentang > > cinta. > > > > Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini? > > Raka : Kamu dong? > > Dara : Menurut kamu, aku ini siapa? > > Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan > pasti) Kamu tulang > > rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam > kesepian. Saat Adam > tidur, > > Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan > Hawa. Semua pria > mencari > > tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan > wanita untuknya, tidak > lagi > > merasakan sakit di hati." > > > > Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang > indah dan manis > untuk > > sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai > tenggelam dalam > kesibukan > > masing-masing dan kepenatan hidup yang kain > mendera. Hidup mereka > menjadi > > membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat > mereka mulai > menyisihkan > > impian dan cinta satu sama lain. > > > > Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai > menjadi semakin > panas. > > Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, > Dara lari keluar > rumah. > > Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu > nggak cinta lagi > sama > > aku!" > > > > Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan > secara spontan balik > > berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu > ternyata bukan tulang > > rusukku!" > > > > Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku > untuk beberapa saat. > > Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya > pada apa yang > telah dia > > dengar. > > > > Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. > Tetapi seperti air > yang > > telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk > diambil kembali. > > > > Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah > dan mengambil > > barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau > aku bukan tulang > > rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah > dan mencari > pasangan > > sejati masing-masing." > > > > Lima tahun berlalu. > > Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari > tahu akan kehidupan > Dara. > > Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang > asing, bercerai, dan > kini > > kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua > informasi tentang > Dara, > > merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi > kesempatan untuk kembali, > Dara > > tak menunggunya. > > > > Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum > kopinya, ia > merasakan > > ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup > mengakui bahwa dia > > merindukan Dara. > > > > Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di > airport, di tempat > ketika > > banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka > dipisahkan hanya oleh > > sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling > mau lepas. > > > > Raka : Apa kabar? > > Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan > rusukmu yang > hilang? > > Raka : Belum. > > Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan > berikut. > > Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku > kalau kamu sempat. > Kamu > > tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. > Tidak akan ada yang > > berubah. > > > > Dara tersenyum manis, lalu berlalu. > > "Good bye...." > > Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara > mengalami kecelakaan, > mati. > > Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan > kembali merasakan > sakit > > di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu > adalah karena Dara, > tulang > > rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia > patahkan. > > > > "Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada > orang yang paling kita > > cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal" > > Ketika rasa cinta telah berubah menjadi > benci.....rasa benci itulah yang ternyata telah > membuat kita merasa kehilangan seseorang yang dahulu > kita sia-siakan dan ternyata kita sayangi > selamanya...... > So.....Jangan pernah menyia-nyiakan hidup ini..... > > > > Robby Nuzly, S.Si., Apt. > Direktorat Pengawasan Produksi > Produk Terapetik dan PKRT > Badan Pengawas Obat dan Makanan > Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta > E-mail: [EMAIL PROTECTED] > > > --------------------------------- > Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and > get answers from real people who know. > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ____________________________________________________________________________________ It's here! Your new message! Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
