Legally Blonde 2:
Cara keseharian yang menggetarkan hati
May 14th, 2007 ·

Semalem nonton film legally blonde 2 di trans
tv…secara keseluruhan mungkin film ini lebih sebagai
film hiburan ditengah waktu senggang…..film yang
dinikmati tanpa perlu dikunyah…dan memang semalam
nonton film ini sebagai sambilan ditengah tumpukan
koreksian uts.

Setelah melihat beberapa saat, aku tergelitik dengan
beberapa kejadian yang mengusik ketenangan. Pertama,
bagaimana kehadiran si Elle yang serba pink menjadi
warna unik ditengah kekelaman warna di The Hill,
kantor barunya. Elle sebagai asisten baru seorang
anggota kongres, datang dan mengubah kebiasaan dan
interaksi antar anggota disana, membuat shock semua
orang tidak dengan hal-hal luar biasa, justru dengan
hal-hal yang remeh, seperti warna dan aksesoris
pakaiannya.

Dalam banyak hal, seringkali kita melakukan sesuatu
sebagaimana sesuatu itu biasa dilakukan. Dalam kasusku
dulu, aku tiba-tiba berpakaian super rapi, dengan
celana kain dan kemeja lengan panjang. Sebuah
perubahan yang sangat drastis dari dulunya orang yang
begitu mencintai kaus. Ketika memasuki lingkungan
baru, seakan-akan kita dituntut untuk bermain aman,
berperilaku sesuai dengan kebiasaan yang ada. Pada
beberapa situasi, ini mungkin merupakan sebuah
mekanisme pertahanan diri sebuah komunitas. Di sisi
lain, mekanisme itu justru membuat komunitas
seringkali mandeg, mengabaikan keunikan individu,
mengabaikan hal-hal yang berbeda dengan apa yang biasa
mereka kenali. So, Elle menunjukkan hal sebaliknya.

Kedua, pada saat elle presentasi dihadapan sidang
pembahasan ruu dimana ia melontarkan
pertanyaan-pertanyan yang jauh diluar dugaan para
anggota kongres. Ia menebak jenis lipstik seorang
anggota kongres. Ia bertanya mengenai kabar anjing
kesayangan. Ia melontarkan pertanyaan yang menempatkan
ruu, yang tengah diperjuangkannya, sebagai sesuatu
yang dialami, dirasakan, disayangi, bukan sebagai
sesuatu yang dipikirkan, dan diperdebatkan. Menjadi
ruu sebagai isu emosi, bukan isu rasional.

Sangat menarik untuk merefleksikan kehidupan pekerjaan
kita. Ketika kita berdikusi di sebuah rapat, apakah
yang kita lontarkan merupakan hasil olah pikir semata,
atau juga hasil olah pengalaman dan olah rasa? Ketika
kita mengajar di kelas, apakah yang kita sampaikan
merupakan bagian dari yang kita alami, atau hanya
bagian dari sebuah buku teks? Banyak percakapan dalam
bekerja cenderung seputar apa yang kita pikirkan
semata, bukan sesuatu yang kita alami.

Ketiga”…Saya disini untuk sesuatu yang lebih besar
dari diri saya: Rambut saya”. Ini adalah potongan
pidato elle ketika sidang kongres dalam memperingati
hari pendidikan. Loh, kok rambut? mungkin itu
pertanyaan yang muncul dibenak kita. Persis seperti
itulah reaksi dari anggota kongres. Kok? Tapi
disinilah hebatnya. Elle berhasil mencuri perhatian
sidang. Apa yang dibicarakannya tiba-tiba menjadi
begitu penting. Bukan karena isinya (karena belum
disampaikan) tetapi karena ia berhasil mengubah cara
pandang anggota kongres terhadap kemunculan dirinya.
Setelah itu, elle bercerita tentang pengalaman
dirinya, suatu cara yang jarang ditemui dalam tradisi
pidato kita saat ini.

Ceritanya sebenarnya juga gak begitu nyambung dengan
ruu (content pidatonya). Ia bercerita…”pada suatu
hari” (awalan standar sebuah dongeng) ia mendapatkan
kesempatan emas berkunjung ke sebuah salon selebritis.
Disana ia mendapat perlakuan yang salah. Ia kemudian
bertanya, apa yang harus saya lakukan? Ia mengurai
beberapa pilihan termasuk pilihan untk menyampaikan
aspirasi dan mengubah aturan. Pada titik ini, ia
mengkaitkan antara pilihan-pilihan yang dihadapinya
ketika di salon dengan pilihan-pilihan anggota kongres
saat ini dalam menghadapi ruu yang tengah
diperjuangkan. “Bayangkan, apa yang akan terjadi
apabila kita melakukan pilihan yang salah? amerika
akan berambut pendek, sambil menutup pidatonya.

Ehm sebuah cara (berpolitik) yang menarik. Berpolitik
(bekerja dan mengajar juga mungkin) dengan cara
keseharian, cara yang paling remeh, yang paling mudah
untuk dicerna. Presentasi dengan cara-cara yang
menggetarkan hati (istilahnya ardi, teman saya), tidak
hanya menggetarkan kepala (bikin pusing soalnya).

Sumber:
http://keajaibankecil.wordpress.com/2007/05/14/legally-blonde-2/



      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke