TOKAI..... Suatu hari Pak Pandir melalui satu lorong yang remang-remang sewaktu hendak pulang ke rumahnye. Di tengah perjalanannye tadi dia hampir menginjak kotoran manusia yang masih panas. Tapi dia masih ragu betul gak benda yang dia liat tu kotoran. Oleh karena penasaran, pak pandir ambil keputusan untuk mengamati kotoran itu lebih dekat, lalu dia berkata, "Bentuk mirip taik." Terus tu dia pegang kotoran itu, lalu dia berkata, "lembek...mirip taik." Terus dia colek sedikit kotoran itu lalu dia endus, lalu dia berkata, "Bau mirip taik." Tapi pak pandir ini masih ragu-ragu, dia pun mengambil keputusan untuk menjilat sedikit kotoran tersebut. Begitu selesai menjilat taik itu dia pun menjerit... "MEMANG TAIK! UNTUNG GAK TERINJAK!!!" *LEBIH HEMAT Si Ali pulang dari sekolah dengan ter-engah-engah di depan pintu rumahnya. Bapaknya heran melihat anaknya tidak seperti biasanya lalu menanyainya Bapak: "Ali, ngapain kamu kok kayak orang yang kelelahan?" Ali: "Pak, Ali hemat duit 2000 Rupiah." Bapak: "Lho emangnya gimana bisa sampai hemat?" Ali: "Soalnya gini pak waktu pulang sekolah Ali lari di samping becak, sedangkan biaya becak sekolah sampai ke rumah kan 2000 Rupiah, jadinya kan Ali bisa hemat duit." Bapak: "Ali kamu kok goblok benar, coba kamu lari disamping Taksi kamu bisa hemat 10.000 Rupiah." Ali: "...???" *SAMA2 GILA Seorang suami mencari istrinya yang pergi dari rumahnya sejak pagi hari,dan belum pulang hingga sekarang. Dia muter-muter kampung seharian dan akhirnya dia menemukan istrinya sedang berada di tengah-tengah lapangan bola. Si suami memanggil istrinya dari pinggir lapangan... Suami: "Istriku,ngapain kamu berada ditengah-tengah lapangan bola?" Istri: "Kamu enggak lihat toh, aku naik perahu ditengah laut..." Suami: "Makanya kamu dibilang orang gila, ayo pulang istriku!" Istri: "Nanti dulu,aku sedang asyik memancing ikan paus..." Suami: "Ayo pulang sekarang, nanti saya pukul kamu." Istri: "Silahkan pukul,coba kesini kalau kamu berani!" Suami: "Awas ya kamu, coba saja kalau saya bisa berenang..." *BERHENTI BEKERJA "Kenapa kamu berhenti dari pekerjaan terakhirmu?" "Boss saya menuduh saya mencuri uang perusahaan." "Kenapa tidak kau suruh dia membuktikannya? " "Sudah. Ternyata dia bisa." *ABUNAWAS Ketika masih muda, Abu Nawas pernah bekerja di sebuah toko jahit. Suatu hari majikannya datang membawa satu kendi madu dan karena kuatir madu tersebut diminum oleh Abu Nawas, maka majikannya berbohong dengan berkata, "Abu, kendi ini berisi racun dan aku tidak mau kamu mati karena meminumnya!! !" Sang majikan pun pergi keluar, pada saat itu Abu Nawas menjual sepotong pakaian, kemudian menggunakan uangnya untuk membeli roti dan menghabiskan madu itu dengan rotinya. Majikannya pun datang dan sadar bahwa pakaian yang dijualnya ternyata kurang satu sedangkan madu dalam kendi juga telah habis. Bertanya dia pada Abu Nawas, "Abu!!! Apa sebenarnya yang telah terjadi..?". Abu Nawas menjawab, "Maaf tuan, tadi ada seorang pencuri yang mencuri pakaian tuan, lalu karena aku takut akan dimarahi tuan, jadi aku putuskan untuk bunuh diri saja menggunakan racun dalam kendi itu...". TANDA TANGAN TEKS PROKLAMASI Ucok sepulang dari sekolah, nangis. Bapaknya heran dan bertanya-tanya apa gerangan penyebabnya : Bapak : "Kenapa kau Cok?? Aku liat wajah kau kuzut kali..." Ucok : "Aku diusir Bu Guru Pak..." Bapak : "Woalaah! Kenapa??" Ucok : "Bu Guru kan nanya.. siapa yang tandatangan teks proklamasi?" Bapak : "Lantas kau jawab apa?" Ucok : "Bukan aku Bu... Sumpah! Bukan aku, Bu!!" Bapak : "Ah, zaalah kaulah itu! Ngaku aja kau, apa zalahnya.. Zekarang masuk sekolah zusah nak." Ucok : "Iya.. ya Pak yaaa!" Esoknya si Ucok pulang cepat.. dengan tampang yang lebih kusut lagi.. Bapak : "Macam manaa Cok??" Ucok : "Aku diskors Pak.. 3 hari.. gara-gara aku ikuti omongan Bapak." Bapak : "Hayoo... kita balek ke sekolah kau itu. Aku kaazi tahu Bu Guru, siapa kau yang zeebenarnya. " Di Sekolah Bu Guru : "Wah.. selamat pagi Pak Ucok, ada perlu apa nih?" Bapak (bicara pelan) : "Begini Bu Guru... aku kasih tahu Bu Guru tentang teks proklamasi itu.." Bu Guru (bengong) : "Yah.. kenapa Pak Ucok??" Bapak : "Sebenarnya Bu Guru rada salah juga. Masak si Ucok yang ditanya? Kan waktu itu dia belum lahir Bu?" Bu Guru (makin bengong) : "Trus?" Bapak : "Begini lho Bu, ini terus terang lho Bu.. Yang bener... yang tanda tangan teks Proklamasi itu... aku.. Bu.." Bu Guru : "Yaa ampun.. Pulang! Bapak pulang aja deh!!" Di Jalan Bapak : "Macam mana ini Cok, kau nggak ngaku... zalah. Kau ngaku zalah pulak! Aku yang ngaku, zalah zuga....Puuzing kepala aku." Tiba tiba mereka ketemu pak RT, Pak RT : "Wah.. ada apa Pak Ucok sama anak ini. Kok kusut banget wajahnya. Onok opo to? Kepiyee critane?" Maka Pak Ucok pun mulai cerita sejak awal sampai mereka diusir Bu Guru... Pak RT langsung ketawa ngakak. Pak RT : "Ha... Ha... Itu bukan masalah besar pak Ucok... Mana... mana teksnya? Biar saya yang tandatangan. "
Robby Nuzly, S.Si., Apt. Direktorat Pengawasan Produksi Produk Terapetik dan PKRT Badan Pengawas Obat dan Makanan JL. Percetakan Negara No. 23 Jakarta --------------------------------- Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast with theYahoo! Search weather shortcut. [Non-text portions of this message have been removed]
