--- In [EMAIL PROTECTED], audifax -
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Dialog Zarathustra dan Cyber-Man
   
  Oleh:
  Audifax
  Penulis buku "Imagining Lara Croft" (2006, Jalasutra)
   
   
  Alkisah, Cyber-Man berjalan bersama Sang Zarathustra. Keduanya
berjalan di lereng lembah kegilaan bernama "Psikologi Transformatif".
Kemudian mereka berhenti di sebuah gua dan bercakap-cakap mengenai
salah satu gua yang ada di lembah kegilaan "Psikologi Transformatif"
itu. Apa isi percakapan itu? Sebenarnya isinya merupakan rahasia
semesta kegilaan ini, namun dengan bantuan `Sang Ada' yang menyatukan
`Ruang' dan `Waktu', akhirnya saya bisa mencuri transkrip pembicaraan
mereka untuk saya hadirkan ke hadapan anda semua. Sebelum membaca
transkrip ini, saya peringatkan terlebih dulu bagi yang lemah jantung,
darah tinggi, kencing manis (akibat kebanyakan minuman manis di setiap
perjamuan rutin), bengek, atau mengidap epilepsi, untuk berhati-hati
dan bertanggung jawab terhadap kesehatan masing-masing.
   
  Jika setelah membaca transkrip ini terjadi gejala panas-dingin,
secepatnya hubungi Mbah Goenardjoadi Goenawan, penunggu lembah
Psikologi Transformatif, jangan lupa setiap pasien diwajibkan membawa
kembang tujuh rupa yang dibungkus nota pembelian buku "BEST LIFE –
Menjalani Hidup Penuh Makna".
   
          NAMA
         PERCAKAPAN
             Zarathustra
         Cyber-Man, apakah kau mau sedikit memandang ke dalam gua  
itu? Mengamati bagaimana dunia dibuatkan sebuah cita-cita? Beranikah
kau   Cyber-Man?
             Cyber-Man
         Oh…aku tak melihat apa-apa. Segalanya gelap. Ada apa di sana?
             Zarathustra
         Baiklah, mari lewat sini. Jalan setapak menuju gua, bengkel 
 dari cita-cita bagi dunia. Tunggu sebentar Cyber-Man. Mata anda harus
  membiasakan diri dulu dengan cahaya yang berkilau palsu ini...Ya,
begitu!   Cukup! Kau sudah beradaptasi. Bicaralah sekarang! Menurutmu
apa yang sedang   terjadi di gua ini? Katakan apa yang kau lihat,
sekarang akulah yang   mendengarkan.
             Cyber-Man
         Aku tidak melihat apa-apa. Aku mendengar makin banyak.  
Sebuah omong-omong dan bisik-bisik bersama, licik dan rendah,
suara-suara itu   muncul dari semua sudut dan segi. Kesanku,
orang-orang ini bohong: mereka   memainkan kelembutan manis di setiap
nada untuk menutupi kebohongannya.   Kelemahan mau disulap menjadi
jasa, tak salah lagi, persis seperti yang Anda   katakan.
             Zarathustra
         Terus!
             Cyber-Man
         …dan ketakmampuan untuk membalas mereka sebut "kebaikan  
hati". Dan kehinaan cengeng mereka namai "kerendahan hati", tunduk
terhadap   yang dibenci mereka anggap "ketaatan". Kekecutan hati
mereka miliki dengan   berlimpah. Kesediaan menunggu di pintu, adalah
sebutan untuk keterpaksaan   menunggu. Tidak mampu membalas dendam
disebut tidak mau membalas dendam, atau   lebih parah lagi disebut
dengan "memaafkan". Orang juga bicara tentang   "Meminta Maaf pada
musuh" untuk mengganti nama realitas "terkapar di kaki   musuh"
             Zarathustra
         Teruslah…
             Cyber-Man
         Orang-orang ini sebenarnya sengsara. Merekalah para  
pengomel dan pemalsu uang picisan. Tapi, mereka mengatakan padaku
bahwa   kesengsaraan mereka merupakan pikiran dan tanda penghargaan
Illah mereka.   Bahwa anjing yang digebug adalah anjing kesayangan.
Mereka juga menyebut   sengsara mereka sebagai: persiapan, cobaan,
latihan, proses, bahkan   barangkali lebih muluk dari itu, sebagai
sesuatu yang bakal diimbali dan   dibayar kembali dengan bunga luar
biasa besarnya..dalam bentuk emas…oh,   bukan! Dalam bentuk
kebahagiaan…ya, itulah yang mereka sebut kebahagiaan   abadi.
             Zarathustra
         Teruslah…
             Cyber-Man
         Sekarang mereka memberitahukan kepadaku bahwa mereka bukan  
hanya lebih baik daripada orang yang memiliki kekuatan, mereka tak
hanya   lebih kuat, tapi juga lebih mampu berpikir dan bernasib lebih
baik,   sekurang-kurangnya akan lebih baik. Tetapi….cukup! cukup! Aku
tak tahan lagi.   Udara di gua ini sumpek! Pengap! Gua yang menjadi
bengkel di mana diproduksi   cita-cita ini…ternyata berbau busuk
karena karena segala bohong itu
             Zarathustra
         Tidak! Tunggu sebentar Cyber-Man! Anda belum bicara tentang 
 karya paling hebat para tukang sulap unggul itu. Yang dapat menyulap
segala   warna hitam menjadi putih, susu dan kepolosan. Ayo, buka
telingamu, jangan   kau tutup hidung dan mulutmu. Perhatikan!
Binatang-binatang kumuh penuh   dendam dan kebencian itu, yang
mengatakan kepintaran mereka telah mencapai   puncaknya. Tipu-muslihat
sulap yang paling berani, paling jitu, paling   canggih, dan paling
bohong. Apakah Anda menyangka andaikata Anda percaya pada   kata-kata
mereka, maka Anda berada di tengah-tengah manusia berdaya?
             Cyber-Man
         "Aku mengerti, aku sudah membuka telinga….Aduh..aduh…apa  
ini? Apa ini yang memekakkan telingaku?...Oh, baru kudengar. Itu yang
sering   mereka katakan: "Kami yang baik   ini---kamilah yang
dibenarkan---yang kami hukum semena-mena bukanlah sebuah   pembalasan,
melainkan "kemenangan keadilan".
    
   Oh…mereka menyebut yang mereka benci sebagai   "ketidakadilan",
"Kekafiran"
    
   Oh…yang mereka harapkan bukan kemapanan, mabuk kenikmatan,  
pemuasan nafsu….tetapi kemenangan Ilah mereka, Ilah yang adil.
    
   Oh…yang mereka cintai dalam gua mereka bukan saudara mereka   dalam
kebencian, melainkan saudara mereka dalam cinta kasih.
    
   Oh…mereka mengatakan semua orang baik dan benar.
             Zarathustra
         Dan bagaimana mereka menyebut apa yang mereka gunakan  
sebagai pelipur lara semua kehidupan? Imaji halusinasi kebahagiaan
yang   mereka persiapkan di dunia yang akan datang?
             Cyber-Man
         Apa? Benarkah yang kudengar? Mereka menyebut-nyebut:
"Pengadilan   hari terakhir", "Kedatangan Kerajaan Mereka", namun
sementara ini mereka   hidup Atas-Nama Iman, Atas-Nama Harapan,
Atas-Nama Kepercayaan Buta,   Atas-Nama Kenyamanan (Bersama),
Atas-Nama Pengkultusan, Atas-Nama……
             Zarathustra
         Cukup! Cukup!
         
  Anda penasaran untuk melihat kelanjutan kiprah Sang Zarathustra?
Silahkan menemui kegilaan nietzchean yang sedang berlangsung di milis
Psikologi Transformatif
   
   
   
   
  © Audifax – 6 Juni 2007
   
  Saya mengajak anda untuk berdiskusi dengan saya di milis Psikologi
Transformatif. Bergabunglah dengan milis Psikologi Transformatif,
dengan meng-clik:
   
  www.groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif 
   
   
  Sekilas Mailing List Psikologi Transformatif
  Mailing List Psikologi Transformatif adalah ruang diskusi yang
didirikan oleh Audifax dan beberapa rekan yang dulunya tergabung dalam
Komunitas Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.
Saat ini milis ini telah berkembang sedemikian pesat sehingga menjadi
milis psikologi terbesar di Indonesia. Total member telah melebihi
1900, sehingga wacana-wacana yang didiskusikan di milis inipun
memiliki kekuatan diseminasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Tak
ada moderasi di milis ini dan anda bebas masuk atau keluar sekehendak
anda. Arus posting sangat deras dan berbagai wacana muncul di sini.
Seperti sebuah jargon terkenal di psikologi "Di mana ada manusia,  di
situ psikologi bisa diterapkan" di sinilah jargon itu tak sekedar
jargon melainkan menemukan konteksnya. Ada berbagai sudut pandang
dalam membahas manusia, bahkan yang tak diajarkan di Fakultas
Psikologi Indonesia.
   
  Mailing List ini merupakan ajang berdiskusi bagi siapa saja yang
berminat mendalami psikologi. Mailing list ini dibuka sebagai upaya
untuk mentransformasi pemahaman psikologi dari sifatnya selama ini
yang tekstual menuju ke sifat yang kontekstual. Anda tidak harus
berasal dari kalangan disiplin ilmu psikologi untuk bergabung sebagai
member dalam mailing list ini. Mailing List ini merupakan tindak
lanjut dari simposium psikologi transformatif, melalui mailing list
ini, diharapkan diskusi dan gagasan mengenai transformasi psikologi
dapat terus dilanjutkan. Anggota yang telah terdaftar dalam milis ini
antara lain adalah para pembicara dari simposium Psikologi
Transformatif : Edy Suhardono, Cahyo Suryanto, Herry Tjahjono, Abdul
Malik, Oka Rusmini, Jangkung Karyantoro,. Beberapa rekan lain yang
aktif dalam milis ini adalah: Audifax, Leonardo Rimba, Vincent Liong,
Mang Ucup, Goenardjoadi Goenawan, Prastowo, Prof Soehartono Taat
Putra, Bagus Takwin, Amalia "Lia" Ramananda,
 Himawijaya, Rudi Murtomo, Felix Lengkong, Kartono Muhammad, Ridwan
Handoyo, Dewi Sartika, Jeni Sudarwati, FX Rudy Gunawan, Arie Saptaji,
Radityo Djajoeri, Tengku Muhammad Dhani Iqbal, Anwar Holid, Elisa
Koorag, Kidyoti, Priatna Ahmad,  J. Sumardianta, Jusuf Sutanto,
Stephanie Iriana, Yunis Kartika, Ratih Ibrahim.
   
  Jika anda berminat untuk bergabung dengan milis Psikologi
Transformatif, klik:
   
  www.groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif
   
  
 
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.

--- End forwarded message ---


Kirim email ke