(ade aku minta tulisan di blg kamu ya...)

  Setiap kematian selalu mengurai airmata, airmata perpisahan, airmata
mengingatkan akan kebesaran Allah, dan airmata ketabahan... yang pasti
kepergian selalu meninggalkan ketabahan untuk Ade, karena sadar inilah akhir
sebuah

Liang lahat, nisan, bunga penabur, siraman air mawar dan tutup putih penutup
nisan sebagai lambang bahwa yang berpulang kali ini adalah perawan... dan
inilah pengantar akhir kerinduan dan akhirnya Dita harus sendiri, Ditemani
rayap - rayap dan cacing tanah, Di kamar bertilamkan tanah. Dan isak tangis
bercampur teriakan Fajar yang seolah-oleh berontak menolak kekasih yang
sangat dicintainya berbaring sendiri bagai gelombang yang menenggelamkan
kami dalam duka yang dalam...

Inilah akhir dari kasidah hidup, kasidah cinta ... inilah komitmen azali
tentang hidup dan kehidupan.


30yang lalu Ade mendengar kabar duka tentang seorang sahabat penderita
leukimia, sahabat therapys ku setiap hari Rabu dan Kamis pagi.. padahal baru
kemarin Kamis Ade bertemu dengannya, bercengkrama bahkan mendengarkan
hatinya berbunga bunga karena pacarnya melamarnya minggu lalu.. Surga dunia
itu didepan mata namun Allah berencana lain, semoga syurga disana yang akan
kamu dapatkan ya Fit, amin ya Allah


Baru Ade tersadar betapa tipisnya batas antara hidup dan mati... 30 menit
yang lalu masih bernapas dan sekarang harus dimakamkan..

Oh Jiwa, dimanakah kamu setelah kematian ini? Jiwa, dimanakah kamu setelah
jasad nan elok ini terpisah dari ruh... next will be me, karena kematian
pasti akan datang pada waktu yang telah ditentukan.. bahwa sebuah kematian
yang menunggu diujung sana, kita sedang berjalan mendekatinya. Pasti kita
akan tiba ditempat itu, pada waktu yang telah ditetapkan oleh Allah. Dan Itu
Pasti. Tidak akan mundur barang sedetik, tidak pun diawalkan.
Mengapa kematian dirahasiakan oleh Allah tentu agar kita semua menyiapkan
diri untuk menyambutnya... begitulah jawaban sementara yang otak Ade bisa
terima, karena memang gak tahu jawabannya apa.
Innalillahi wa innalillahi rajiun... SELAMAT Jalan sahabatku, sungguh tiada
yang abadi didunia ini.
Ade, melepas kepergian sahabat

Tulisan ini aku ambil dari blog sahabat ku

-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
See my Article On http://erwinarianto.blogspot.com/
See My poem http://360.yahoo.com/arianto_erwin


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke