On Fri, 5 Oct 2007 13:22:24 +0700 "Erwin Arianto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hanya sedikit memperhatikan sikap dan sifat dari para >pejabat, Artis dan > Masyarakat indonesia, mengapa ya, bangsa indonesia >sebagai bangsa besar yang > beragama, tetapi memilki korupsi dan tindakan yang >kurang terpuiji. > > > > Dimana letak norma-norma aturan aturan agama yang hampir >seluruh agama tidak > ada yang mengajarkan tentang keburukan, dari agama >islam, Kristen, budha, > hindu semua mengarahkan untuk kehidupan yang lebih baik >di dunia dan di > akhirat. > > > > Agama melarang kita untuk mencuri, tetapi yang terjadi >saat ini hampir > sebagian besar pejabat banyak yang menjadi pencuri, dari >korupsi, > manipulasi, mark up harga, pemotongan hak rakyat, uang >admistrasi siluman > dan lainya. > > > > Agama melarang untuk memamerkan bentuk tubuh, berpakaian >transparan, tapi > ketika dibentuk UU anti pornografi, banyak yang protes, >melanggar hak asasi > manusia, feminisme dan lain-lainya. > > > > Apakah agama saat ini dipisahkan dari kehidupan dunia, >sering saya tersenyum > dalam kekecewaan, seorang sahabat berkata, " Maksiat >jalan terus, tetapi > sholat tidak ketinggalan" Astagfirullah…, orang seperti >ini yang merusak > agama, merusak ahlak mereka sendiri. Inilah sedikit >gambaran tentang orang > yang mengaku beragama tetapi tetap menjalankan >kemaksiatan. > > > > Apakah agama dalam negara ini hanya sebuah seremonial >belaka, coba lihar > saat perayaan maulid nabi, idul adha, idul fitri, natal, >nyepi, waisak, > seluruh pejabat, artis, masyarakat semua berduyun-duyun >menghadirinya, dalam > hati kecil yang nakal bertanya apakah tujuan mereka >merayakan, apakah hanya > sebatas seremoni, mencari populaitas, sebagai pemimpin >bangsa, atau mereka > benar-benar menghayati arti dari perayaan agama >tersebut. Hanya berharap dan > berdoa semoga mereka menyadari makna perayaan agama >tersebut dan semakin > menjadikan masyarakat Indonesia lebih beragama. > > > > Lucu melihat sikap para pejabat, ketika mereka kampanye >mereka menjual agama > untuk program perbaikan kehidupan rakyat, tetapi ketika >mereka menjabat, dan > mereka di dakwa korupsi, menggunakan uang rakyat, kemana >dulu idealis > mereka, dimana yang katanya atas nama agama. > > > > Dan saya pun tertawa melihat kisah artis atau orang yang >sok artis ketika > hari biasa mereka menggunakan pakaian yang seronok dan >serba terbuka, ketika > satu momen bulan ramadhan mereka bertransformasi menutup >diri semua, apakah > hanya untuk laku di tayangkan di televisi…. > > > > Hanya bertanya dimanakah posisi agama pada masyarakat >negara ini, mengapa > agama tidak dijadikan petunjuk untuk menjalan kan hidup, >kadang saya melihat > masyarakat, hanya menjadikan agama sebagai setatus di >KTP, karena mereka > menjalankan agama sesuai kehendak hati, saat ada suatu >perintah yang enak > meraka melakukan, dan perintah yang susah dan tidak enak >mereka tidak akan > mengerjakan. Seperti saat ada sunah laki-laki boleh >beristri lebih dari 2, > hampir banyak laki-laki yang melakukannya. > > > > Dan yang membingungkan, saat polri, FPI, dan unsure >masyarakat lain yang > beramai-ramai menutup tempat hiburan malam, apakah hanya >saat bulan puasa > hiburan malam, yang identik dengan pelacuran, miras, >judi dan penyakit > masyarakat lainya di tutup, dimana aparat keamanan saat >hari biasa, dimana > peraturan yang melarang hiburan malam saat hari biasa. >Sebuah kebijakan yang > bias dan mengelitik. > > > > Hanya berharap dengan menyatukan agama dan kehidupan >maka bangsa ini insya > allah menjadi lebih baik, agama sebagai alat kontrol >diri, dimana pejabat, > artis, dan masyarakat pada umumnya ketika ingin berbuat >kejahatan ingant dan > mengurungkan niatnya karena agama dan tuhan melarangnya. >Semoga!! > > > " Maka masuklah ke dalam agama secara kesuluruhan" > > Hanya sedikit memperhatikan sikap dan sifat dari para >pejabat, Artis dan > Masyarakat indonesia, mengapa ya, bangsa indonesia >sebagai bangsa besar yang > beragama, tetapi memilki korupsi dan tindakan yang >kurang terpuiji. > > > > Dimana letak norma-norma aturan aturan agama yang hampir >seluruh agama tidak > ada yang mengajarkan tentang keburukan, dari agama >islam, Kristen, budha, > hindu semua mengarahkan untuk kehidupan yang lebih baik >di dunia dan di > akhirat. > > > > Agama melarang kita untuk mencuri, tetapi yang terjadi >saat ini hampir > sebagian besar pejabat banyak yang menjadi pencuri, dari >korupsi, > manipulasi, mark up harga, pemotongan hak rakyat, uang >admistrasi siluman > dan lainya. > > > > Agama melarang untuk memamerkan bentuk tubuh, berpakaian >transparan, tapi > ketika dibentuk UU anti pornografi, banyak yang protes, >melanggar hak asasi > manusia, feminisme dan lain-lainya. > > > > Apakah agama saat ini dipisahkan dari kehidupan dunia, >sering saya tersenyum > dalam kekecewaan, seorang sahabat berkata, " Maksiat >jalan terus, tetapi > sholat tidak ketinggalan" Astagfirullah…, orang seperti >ini yang merusak > agama, merusak ahlak mereka sendiri. Inilah sedikit >gambaran tentang orang > yang mengaku beragama tetapi tetap menjalankan >kemaksiatan. > > > > Apakah agama dalam negara ini hanya sebuah seremonial >belaka, coba lihar > saat perayaan maulid nabi, idul adha, idul fitri, natal, >nyepi, waisak, > seluruh pejabat, artis, masyarakat semua berduyun-duyun >menghadirinya, dalam > hati kecil yang nakal bertanya apakah tujuan mereka >merayakan, apakah hanya > sebatas seremoni, mencari populaitas, sebagai pemimpin >bangsa, atau mereka > benar-benar menghayati arti dari perayaan agama >tersebut. Hanya berharap dan > berdoa semoga mereka menyadari makna perayaan agama >tersebut dan semakin > menjadikan masyarakat Indonesia lebih beragama. > > > > Lucu melihat sikap para pejabat, ketika mereka kampanye >mereka menjual agama > untuk program perbaikan kehidupan rakyat, tetapi ketika >mereka menjabat, dan > mereka di dakwa korupsi, menggunakan uang rakyat, kemana >dulu idealis > mereka, dimana yang katanya atas nama agama. > > > > Dan saya pun tertawa melihat kisah artis atau orang yang >sok artis ketika > hari biasa mereka menggunakan pakaian yang seronok dan >serba terbuka, ketika > satu momen bulan ramadhan mereka bertransformasi menutup >diri semua, apakah > hanya untuk laku di tayangkan di televisi…. > > > > Hanya bertanya dimanakah posisi agama pada masyarakat >negara ini, mengapa > agama tidak dijadikan petunjuk untuk menjalan kan hidup, >kadang saya melihat > masyarakat, hanya menjadikan agama sebagai setatus di >KTP, karena mereka > menjalankan agama sesuai kehendak hati, saat ada suatu >perintah yang enak > meraka melakukan, dan perintah yang susah dan tidak enak >mereka tidak akan > mengerjakan. Seperti saat ada sunah laki-laki boleh >beristri lebih dari 2, > hampir banyak laki-laki yang melakukannya. > > > > Dan yang membingungkan, saat polri, FPI, dan unsure >masyarakat lain yang > beramai-ramai menutup tempat hiburan malam, apakah hanya >saat bulan puasa > hiburan malam, yang identik dengan pelacuran, miras, >judi dan penyakit > masyarakat lainya di tutup, dimana aparat keamanan saat >hari biasa, dimana > peraturan yang melarang hiburan malam saat hari biasa. >Sebuah kebijakan yang > bias dan mengelitik. > > > > Hanya berharap dengan menyatukan agama dan kehidupan >maka bangsa ini insya > allah menjadi lebih baik, agama sebagai alat kontrol >diri, dimana pejabat, > artis, dan masyarakat pada umumnya ketika ingin berbuat >kejahatan ingant dan > mengurungkan niatnya karena agama dan tuhan melarangnya. >Semoga!! > > > > " Maka masuklah ke dalam agama secara kesuluruhan" > > > > Dalam perenunganku, Bertanya Kenapa agama dipisahkan >dalam kehidupan > > Cikarang, 05 oktober 2007 13:17 > Erwin Arianto > > -- > Best Regard > Erwin Arianto,SE > えるウィン アリアンと > Internal Auditor > PT.Sanyo Indonesia > Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi > -------------------------------------------- > See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/ > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
--------------------------------------------------------------------------- Menangkan Laptop, Ipod, dan HP Nokia di http://netkuis.telkom.net ---------------------------------------------------------------------------
