bidadari dengan dengan sayap kehengingan

Aku adalah keresahan hati
Di Rindu diam Di sakit rindu
tarian pilu jejantung
Di sela-sela sunyi sendiri

bagaimana aku dapat melukis wajah
bidadari dengan dengan sayap kehengingan
Bibir sendu tersenyum memandu
Sayap indah yang kini teramat asing

Dengan rindu menebal kulukisi kanvas waktuku
Hingga Tatap mata itu menerawang masa itu
cinta cintaku detik harus berhenti saat ini
Bersama Impian yang hilang bagaikan awal yang tiada

dan hidup harus terjalani juga.
dengan tanyaku tak terjawab
dalam mimpi segala angan demikian ragu menggodaku.
yang lelah melangkah ke cakrawala di ujung sepi sendiri

seperti rasa yang mengetuk, sebuah lampau
demikian kenang tak sirna ke segala tiada
mengapa sang waktu tak lumatkan segala mimpiku
Aku hanya lelaki yang menulis dengan goresan airmata

Depok, 14 januari 2007
-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
-------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke